1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. HOT NEWS
Diduga Karena Dipecat dan Didenda Rp 7 Miliar, Co-Pilot Wings Air Nekat Gantung Diri

Penulis : Moana

21 November 2019 10:03

Seorang Co-pilot Wings Air bunuh diri

Publik dikejutkan dengan kabar seorang Co-pilot Wings Air yang diketahui bernama Nicolaus Anjar Aji Suryo Putro ditemukan dalam keadaan tergantung di kamar kosnya yang berada di Kalideres, Jakarta Barat.

Dari informasi yang beredar, di dekat jenazah Nicolaus ditemukan surat pemecatan dari pihak Wings Air. Namun, hal tersebut kemudian dibantah dari pihak kepolisian. Kapolsek Kalideres AKP Indra Maulana mengatakan bahwa di lokasi kejadian tak ditemukan surat yang dimaksud tersebut.

"Nah ini untuk surat ini harus diluruskan. Kalau di TKP (Tempat Kejadian Perkara) kita tidak mendapat itu," ujar Indra.

2 dari 5 halaman

Surat pemberhentian kerja dikirim ke alamat orang tuanya

Indra pun mengatakan bahwa dirinya mengetahui keberadaan surat pemberhentian kerja yang dikirimkan oleh Wings Air kepada Nicolaus. Namun, Indra tak mengetahui pasti tentang isi surat tersebut. Pasalnya, menurut Indra, Surat tersebut dikirimkan ke alamat orang tua Nicolaus di Solo, Jawa Tengah. 

"Namun surat itu memang surat pemberhentian kerja dari pihak perusahaan tempat dia bekerja itu, tapi dikirimkannya ke alamat almarhum sesuai KTP karena almarhum kan orang Solo. Dikirimkannya itu ke rumah orang tuanya di Solo, jadi tidak ada di TKP," kata Indra.
3 dari 5 halaman

Harus bayar penalti Rp 7 miliar

Sebelumnya beredar kabar bahwa pria berusia 29 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar kosnya. Dan disamping jenazahnya ditemukan pula sebuah surat pemberhentian kerja. Bukan hanya itu, surat tersebut juga menuliskan bahwa Nicolaus harus membayar penalti sebesar Rp 7 miliar. Indra mengatakan bahwa dari hasil visum ditemukan ada jeratan di leher korban. Hal itu memperkuat dugaan bahwa Nicolaus mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. 

"Sejauh ini seperti itu, karena memang tidak ada sama sekali baik dari luka yang ada di sekujur tubuh almarhum juga tidak ditemukan luka benda tumpul atau benda keras dan lain-lain tidak ada. Hasil visumnya memang karena jeratan di leher meninggal," kata Indra.
4 dari 5 halaman

Pernyataan pihak Wings Air

Sementara itu, terkait kasus yang menimpa Nicolaus tersebut, pihak Corporate Communications Strategic of Wings Air Danang Mandala Prihantono, mengatakan bahwa dirinya tak ingin memberikan banyak komentar terkait hal tersebut. 

"Semuanya sudah saya sampaikan di rilis," ujar Danang.

Dalam rilisnya itu Danang juga mengatakan segenap manajemen, kru dan karyawan Wings Air berbelasungkawa atas meninggalnya Nicolaus. Danang bahkan dalam rilisnya itu juga menyinggung soal penerapan aturan kedisiplinan bagi karyawan di bawah perusahaannya. Dengan tegas Danang juga mengatakan bahwa pihak Wings Air sudah mengimplementasikan program pembinaan terhadap seluruh karyawannya termasuk para awak kabin. Kebijakan itu berfungsi dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, integritas dan berkarakter baik, sebagai upaya peningkatan kinerja tinggi.

"Wings Air juga sudah melakukan pembinaan secara bertahap kepada awak kokpit yang melakukan tindakan tidak disiplin (indisipliner). Apabila dalam fase pembinaan, karyawan atau awak kokpit tidak memenuhi kualifikasi/ hasil yang diharapkan, maka perusahaan akan memberikan penindakan/ keputusan sesuai aturan," tegas Danang. 
5 dari 5 halaman

Mengalami depresi

Lebih lanjut, Indra mengatakan bahwa setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, diketahui bahwa Nicolaus mengalami depresi karena masalah pekerjaannya. 

"Hasil penyelidikan dari saksi-saksi, baik keluarga dan teman-teman kerja, (korban bunuh diri) karena almarhum depresi. Depresi oleh beberapa hal, salah satunya karena belum lama ini baru saja diberhentikan oleh perusahaan tempat almarhum bekerja," jelas Indra.



  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : moana

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam