1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. HOT NEWS
Dinilai terlambat koar-koar soal masalah daerahnya, Bupati Asmat sindir ketua BEM UI

Penulis : Queen

7 Februari 2018 08:50

Surat pencabutan status KLB Asmat ditandatangani pada hari Senin malam


Bupati Kabupaten Asmat, Elisa Kambu, merilis surat pencabutan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Asmat Senin (5/2/2018). Dalam surat resmi itu, Elisa menyatakan mencabut status KLB yang terjadi di Asmat.

Hal ini berdasarkan laporan perkembangan tindakan medis dari beberapa tim medis. Tim medis itu berasal dari Dinas Kesehatan Amsat, Satgas kesehatan, atau medis yang diperbantukan untuk Asmat. Tim medis telah melakukan pelayanan kesehatan kepada pasien penderita campak dan gizi buruk.


Surat pencabutan status KLB Asmat ditandatangani pada hari Senin malam pukul 20.35 WIT. Berikut isi surat pencabutan KLB Asmat selengkapnya:


"Sehubungan dengan Laporan Perkembangan Situasi Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak (terlampir) yang kami terima dari Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat pada tanggal 4 Februari 2018 tentang situasi KLB Campak sampai saat dilaporkan dan mengacu PERMENKES 1501 tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang dapat menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan. maka kami menyimpulkan bahwa :

1. Telah terjadi penurunan temuan penderita campak oleh tim Satgas (TNI. POLRI, KEMENKES, PB IDI) dan bahkan hampir seluruh wilayah tidak ditemukan kasus baru.

2. Apabila ditemukan kasus baru dan tidak termasuk kriteria KLB maka hal ini adalah kondisi normal yang didapati Puskesmas dan tertangani.

Berdasarkan perkembangan situasi KLB Campak tersebut di atas maka:

PENETAPAN KEJADIAN LUAR BIASA CAMPAK

DINYATAKAN DlCABUT DAN TELAH BERAKHIR

Dengan demikian atas perhatian dan kerjasamanya, diucapkan terima kasih

Agats. 5 Februari 2018

Bupati Kabupaten Asmat

Elisa Kambu, S.Sos"


Surat edaran ini langsung viral di media sosial dan semakin menyudutkan posisi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI). Diketahui sebelumnya Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa, sempat melayangkan protes kepada Presiden Jokowi dengan cara mangacungkan "kartu kuning" kepada Jokowi saat menghadiri Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia di Balairung UI, Jumat (2/2/2018).


Zaadit membawa salah satu tuntutan yaitu soal gizi buruk di Asmat. Baru-baru ini Zaadit diketahui baru memulai pengalangan dana di sebuah situs donasi online.


Diketahui beberapa kampus telah mengirimkan bantuan kesehatan ke Asmat sebelum heboh kasus Zaadit. Bantuan terlebih dahulu telah datang dari Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan Universitas Hasanudin (Unhas). Bahkan Jokowi menawarkan Zaadit beserta anggota BEM UI ke Asmat tapi tawaran itu ditolak. 


Netizen yang melihat postingan surat edaran pencabutan status KLB Asmat ini langsung mengaitkan kepada aksi Zaadit yang dinilai terlambat. Surat edaran tersebut juga diunggah akun Twitter TNI Angkatan Udara atau @_TNIAU, Senin malam.




  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : queen

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam