1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. HOT NEWS
Geger, Guru Dilantik Menjadi Kepsek di Sekolahan Fiktif Sesudah 35 Tahun Mengabdi

Penulis : Yuli Astutik

4 Oktober 2021 17:11

Planet Merdeka - Kejadian menggegerkan warganet ketika guru dilantik jadi kepala sekolah sesudah 35 tahun mengabdi. Tetapi setelah ditelusuri sekolah itu tak ada alias fiktif.

Cerita ini berawal ketika guru berinisial RDBA diundang menghadiri acara pelantikan Kepala Sekolah di JG Center Kantor Bupati, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, Senin pekan lalu.

Tak dinyana, sekolah yang ditugaskan kepadanya kelak ternyata tak ada. Sampai disebut-sebut, RDBA menjadi kepsek untuk SD fiktif.

Ceritanya pun heboh  serta menuai penasaran warganet untuk menelusuri keganjilan tersebut. Simak ulasannya berikut ini, seperti dikutip dari akun Instagram @memomedsos dan @azamwonggo, Jumat (1 Oktober 2021).

Azam Alfairzi Wonggo mengungkapkan kisah pelik yang dialami oleh ibunya, RDBA. Ia adalah PNS dengan pangkat IV A/Pembina, yang sudah mengabdi menjadi guru di Klabat, Dimembe, Kabupaten Minut, Sulut.

Ketika itu ibunya menerima undangan ke JG Center Kantor Bupati pukul 19.30 WITA. Lalu sekitar pukul 22.00 WITA pelantikan sebagai kepala sekolah.

Tetapi penempatan sekolah yang dituju RDBA terdengar asing. Azam membagikan sejumlah foto dan video momen pelantikan sang ibu sebagai kepsek.

2 dari 3 halaman

“Ketika nama ibu saya dipanggil, diberitahukan bahwa sekolah yang akan ditempati yaitu SD Negeri Kecil Warukapas. Pada saat bersamaan, ibu saya heran dengan nama sekolah tersebut, karena sangat asing,” tulis Azam dalam keterangan foto dan video.

Lewat postingan akun Instagram @azamwonggo, tertulis bahwa RDBA dilantik menjadi kepsek di SD Negeri Kecil Warukapas. Namun sesudah ditelusuri, sekolahnya tak ada. Bahkan di desa tersebut cuma ada satu SD dengan nama SD Inpres Warukapas. Sampai menambah kecurigaan.

“Yang menjadi masalah di sini, sekolah tersebut tidak ada sama sekali di daerah Warukapas kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (sudah dikonfirmasi langsung ke Hukum Tua desa Warukapas),” tulisnya lagi.

Semakin menyedihkan, ketika RDBA mengonfirmasi ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Minahasa Utara, pihaknya pun mengaku kaget. Tak tahu bila SD Negeri Kecil Warukapas cuma SD fiktif.

3 dari 3 halaman

“Kemudian, tadi pagi (Selasa, 28 September-2021) ibu saya pergi ke BKD untuk mengkonfirmasi hal tersebut, tetapi jawabannya sangat miris.

Mereka mengatakan bahwa baru mengetahui bahwa sekolah itu tidak ada keberadaanya. Ibu saya harus menunggu 2-3 bulan ke depan untuk pelantikan selanjutnya,” ujarnya.

Bahkan pihak BKD mengaku khilaf akan kejadian yang menimpa RDBA. Kemudian memintanya untuk menunggu untuk pelantikan kepala sekolah di kloter selanjutnya.

“Kepala BKD meminta maaf atas kekhilafan yang dilakukan dan dia mengatakan ‘tunggu saja akan ada pelantikan berikutnya’,” pungkasnya.
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : yuli-astutik

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya