1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. HOT NEWS
Jepang Berhasil Taklukkan 177 Paus Demi Program Perburuan Tahunan, Prestasi yang Kontroversial

Penulis : Hole Puncher

12 Oktober 2017 14:14

Perburuan paus menjadi salah satu program perburuan tahunan di Jepang.
Tahun ini, Jepang berhasil mendapatkan 177 ekor paus dari Samudra Pasifik.

Melansir independent.co.uk, pada bulan Juni lalu, tiga buah kapal besar meninggalkan pelabuhan untuk memulai musim berburu.

Para nelayan dari tiga kapal itu berhasil menaklukkan 134 ekor paus Sei dan 34 ekor paus Minke.

Perburuan paus tersebut dianggap sangat kontroversial.

Jepang memang sudah menandatangani moratorium International Whaling Commission (IWC) tentang perburuan paus.

Namun, Tokyo mengambil celah dengan tetap memburu paus dengan alasan untuk kepentingan penelitian.




Menurut agensi nelayan Jepang, perburuan tersebut dimaksudkan untuk penelitian ilmiah.

Mereka akan mengumpulkan data dari dalam perut paus dan mengirimkan hasil penelitian untuk IWC.



Namun, beberapa badan percaya bahwa klaim itu hanyalah sebagai alasan untuk menutupi tujuan sebelumnya, yaitu perdagangan paus.

Pasalnya, daging-daging mamalia tersebut dikabarkan terjual habis.



Moratorium internasional yang diselenggarakan pada 1986 tersebut melarang membunuh mamalia laut raksasa tersebut untuk tujuan komersil.

Meski membunuh paus masih diperbolehkan di Jepang.



Pada tahun 2014, United Nations International Court of Justice (ICJ) meminta Jepang untuk mengakhiri program perburuan tahunan di perairan Antartika, dengan berkata bahwa proyek tersebut tidak memenuhi standar ilmiah konvensional.

Karena itu, Jepang membatalkan perburuan hanya satu musim.

Namun, Jepang kemudian melanjutkannya kembali tahun setelahnya di bawah program baru yang diklaim sebagai program ilmiah murni.

Sumber
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : hole-puncher-1008542

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam