1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. HOT NEWS
Kerap bercinta di depan istri dan orangtua, kakak kandung di Lampung hamili adiknya yang berusia 19 tahun

Penulis : Queen

14 Juli 2019 14:06

Kasus hubungan sedarah kembali terjadi

Setelah beberapa waktu lalu berita miris soal pernikahan sedarah yang dilakukan Ansar Mustamim (32) dan adik bungsunya, FI (20), asal Bulukumba, Sulawesi Selatan terjadi, terkuak kembali hubungan sedarah lainnya.

Hubungan terlarang antara saudara kandung kakak-beradik ini terjadi di Kabupaten Lampung Utara. Diketahui Jumat (12/7/2019), hubungan antara kakak laki-laki JN (30) dan adik perempuannya NV (19) telah diketahui oleh keluarganya.

2 dari 14 halaman

Keluarga tidak bisa berbuat banyak

Bahkan, JN diketahui juga sudah memiliki istri dan memiliki dua orang anak. Namun, keluarga tidak bisa berbuat banyak lantaran teguran keras kepada mereka tak diindahkan.
3 dari 14 halaman

Awal mula kejadian

Kabar tentang hubungan inses itu dikonfirmasi kebenarannya oleh sang ayah RB (60) dan anak perempuannya yang lain, RS (25). NV sendiri memiliki saudara kembar laki-laki, namun oleh orangtuanya, mereka dipisahkan sejak kecil. NV sejak lahir diasuh oleh tetanganya.

Berdasarkan cerita ayahnya, NV pada Oktober 2018 lalu diserahkan kembali oleh tetangganya dan bergabung lagi dengan keluarga kandungnya. Dari situlah permasalahan dimulai.
4 dari 14 halaman

Keluarga sudah curiga

Semenjak dikembalikan, RB mulai mencium gelagat tidak wajar antara JN dan NV. JN yang sudah berkeluarga dan tinggal terpisah di Kecamatan Kotabumi Selatan, mulai sering datang ke rumah orangtuanya. JN kerap terpergok berinteraksi dengan NV.

"JN (kakaknya) sering datang ke rumah Saya. Di rumah keduanya entah bercanda atau belajar berdua bersama adiknya NV, saya sudah sering menegur tapi selalu dijawab enggak usah kuatir kami ini kakak adik jawab mereka," ujar RB.
5 dari 14 halaman

Selingkuh di hadapan istri sah

Tidak hanya JN yang sering mengunjungi adiknya, NV juga kerap mendatangi rumah kakaknya. Lebih miris lagi, di rumah kakak ipar, hubungan mesra NV dan JN tidak malu dilakukan dihadapan istri JN.

Istri JN mengaku juga mempergoki suaminya bercinta dengan sang adik. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena takut kepada suami.

"Ya pernah dia (JN) membawa adiknya (NV) ke rumahnya. Di sana kabarnya mereka pernah digerebek warga. Istrinya tau hubungan terlarang suaminya dengan adik iparnya ini. Cuma ya, dia juga tidak berdaya," jelas RB, Jumat (12/7/2019).
6 dari 14 halaman

Nasehat keluarga tak pernah diindahkan


Sementara RS, adik JN dan kakak dari NV, juga sering mempergoki kedua saudara kandungnya itu bercumbu dan bermesraan. Tentu hal itu tidak dibiarkan, ia memberikan nasihat kepada dua saudaranya tersebut kalau yang mereka lakukan itu adalah perbuatan dosa yang sangat dilarang.

Namun nasehat itu tidak digubriskan oleh keduanya. Bahkan menurut RS, saat ditegur JN juga melawan hingga berani menantang ayah mereka berkelahi.

"Saya pernah memergokinya habis berciuman dan langsung saya nasehati. Tapi tidak diindahkan. Bahkan bapak pernah memergoki mereka sedang berhubungan badan di kamar. Ketika bapak menegur dan memarahinya, malah dilawan dan mengajak bapak berkelahi," ungkap RS.
7 dari 14 halaman

Nasib keduanya


Kini, keduanya dikabarkan pergi dari rumah dan berada di daerah Mesuji, Lampung. NV dikabarkan telah hamil 8 bulan megandung anak dari sang kakak, JN.

"Saya dengar mereka kabur ke mesuji. Adik saya (NV) sudah hamil delapan bulan. Mereka telah berhubungan kurang lebih setahun ini. Kami keluarga besar sepakat tidak mengakui lagi mereka sebagai anggota keluarga kami," tegas RS.
8 dari 14 halaman

Pernikahan sedarah juga terjadi di Bulukumba

Belakangan, publik dikejutkan dengan kabar pernikahan sedarah yang terjadi antara kakak beradik kandung di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Hal ini terbongkar setelah istri sah dari si pria membuat laporan mengenai pernikahan sedarah ini.

Dan hal ini pun didengar oleh ayah kandung dari pasangan tersebut. Meski dirinya dan keluarga mengaku sebelumnya tidak mengetahui kabar itu. Mustamin, ayah dari Ansar (32) dan FI (20), mengaku bahwa dirinya merasa sangat malu atas pernikahan kedua anak kandungnya tersebut.

9 dari 14 halaman

Ayah kandung minta keduanya ditenggelamkan

Bahkan, Mustamin sampai berharap agar kedua buah hatinya itu dijatuhi hukuman setimpal karena tindakan yang dilakukan keduanya yang dianggapnya tak pantas dan tengah mempermalukan keluarga. Termasuk hukuman adat berupa ri-labu, yaitu ditenggelamkan di laut dengan cara dimasukkan ke karung. Mustamin pun mengaku bahwa dirinya tak mau lagi melihat anak-anaknya itu.

"Saya tidak mau lagi melihat kedua anak itu. Jika hukum adat bisa dilakukan, kedua anak ini akan di-labu (ditenggelamkan di laut dengan cara dimasukkan ke karung)," ujar Mustamin.
10 dari 14 halaman

Ri labu merupakan salah satu hukuman adat terberat

Ri labu sendiri ternyata merupakan salah satu hukuman terberat yang dijatuhkan bagi pelanggar norma kesusilaan atau malaweng di tanah Bugis. Namun, meski demikian ternyata ada hukuman mati lain yang tak kalah mengerikan dari hukuman tersebut.

Dalam penelitian hukum tentang Perkembangan Hukum Adat di Provinsi Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Ahmad Ubbe, dikatakan bahwa kebudayaan bugis mengatur tentang pergaulan antara wanita dan laki-laki.
11 dari 14 halaman

Tingkatan malaweng

Pergaulan yang dianggap tercela atau melewati batas antara para wanita dengan laki-laki, menurut penelitian yang dilakukan oleh dari Badan Pembinaan Hukum Nasional, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 2005 tersebut, dikenal dengan sebutan malaweng (pelanggaran). Malaweng sendiri ternyata memiliki beberapa tingkatan yakni.

(1) Malaweng pakkita (gerak-gerik mata yang terlarang atau sumbang mata);

(2) Malaweng kedo (perbuatan, atau gerak-gerik dan tingkah-laku yang terlarang, tingkah laku sumbang);

(3) Malaweng luse (perbuatan meniduri atau seketiduran dengan orang yang terlarang atau, sumbang seketiduran)."
12 dari 14 halaman

Untuk dua malaweng tak diberikan hukuman berat

Untuk seseorang yang melakukan malaweng pakkita dan malaweng kedo ternyata memang dianggap melakukan perbuatan yang tercela. Namun, ternyata mereka tak perlu dijatuhi hukuman pidana.

Tetapi untuk malaweng lusa, jika mereka melakukan perbuatan tercela maka hal itu dianggap seperti perbuatan binatang (gau olokolok). Pasalnya, perbuatan itu dianggap akan mengakibatkan timbulnya pelanggaran siri’ dan mengakibatkan kesukaran berat bagi orang tua dan sanak keluarga (terutama dari pihak perempuan).
13 dari 14 halaman

Ditenggelamkan ke laut atau dibuang dari tebing

Untuk pelanggar malaweng ini dianggap sebagai pelanggaran berat dan hina. Jika seseorang melakukan pelanggaran ini, maka mereka akan diberikan hukuman mati dengan cara yang mengerikan, ada yang ditenggelamkan ke laut (ri labu) ada pula yang dibuang ke tebing.

Perbuatan-perbuatan yang dianggap sebagai malaweng itu diantaranya adalah pacaran, bercumbu rayu, perbuatan cabul yang disetujui bersama atau dengan kekerasan, perzinaan menurut hukum Islam, membuat perempuan hamil di luar perkawinan, perkosaan dan hidup bersama, sebagai suami isteri di luar nikah.

Namun, ternyata ada alasan yang kuat mengapa masyarakat bugis menentang perbuatan malaweng tersebut. Pasalnya hal itu dianggap akan menjadi sumber malapetakan bagi masyarakat. Oleh karena itu, tubuh dan darah pelaku malaweng dianggap pantang untuk mengenai tanah Bugis.
14 dari 14 halaman

Menjauhkan dari malapetaka

Di sisi lain, melemparkan para pelanggar ke laut dipercaya adalah merupakan cara terbaik untuk memenuhi pantangan tersebut. Sementara itu, malapetaka yang dimaksud disini adalah seperti yang dikutip dari kanon I La Galigo, antara lain “dikutuk oleh bawa langit dan seluruh isi bumi, meratalah gunung-gunung, rebah-runtuh kayu besar, mengering-gersang samudra, menjadi abu sagu, menjelma rumput-rumputan Sang Hiang Sri (Dewi Padi)18, dan punahlah orang-orang di bumi”.

Perbuatan tercela para pelaku tersebut ternyata juga dianggap bisa menyebabkan sungai mengering. Hal itu dikaitkan dengan lemahnya mata air, tanam-tanaman tidak berbuah, munculnya saling sengketa di masyarakat, hingga segala sumber makan pokok tidak ada. Dan dengan menenggelamkan pelaku ke dasar laut hal itu diharapkan bisa membawa keseimbangan kembali di masyarakat setempat.
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : queen

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam