1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. HOT NEWS
Tetangga Ungkap Kondisi Terakhir Pemeran Pria Video 'Vina Garut' sebelum Meninggal Dunia

Penulis : Moana

7 September 2019 12:31

Geger beredar video seks

Planet Merdeka - Beberapa waktu yang lalu, warga digegerkan dengan beredarnya video seks gangbang antara 3 orang pria dan 1 orang wanita. Kali ini video yang dimiliki telah menggegerkan warga Garut, Jawa Barat.

Video tersebut tersebar luas melalui aplikasi percakapan WhatsApp dan juga melalui media sosial Twitter. Warga pun bertanya tentang keaslian video tersebut. Dalam unggahan di media sosial tertulis 'Vina Garut'.

Meskipun video panas tersebut sudah dikeluarkan sejak sepekan lalu, namun hingga kini masih terus jadi bahan perbincangan. Pelaku perempuan yang dikenal Berinisial V yang dikunjungi 19 tahun.

V adalah istri dari tersangka A alias Rayya. Sudah menikah sejak tahun 2015 lalu. Namun, kini hadir telah bercerai. Rayya sendiri tak perlu lantaran ikut mengidap HIV Aids. Selain itu, Rayya juga menderita beberapa penyakit lainnya.

2 dari 19 halaman

Rayya meninggal dunia

Namun, pada Sabtu (7/9/2019) dini hari, Rayya dikabarkan meninggal dunia. Kabar ini dibenarkan oleh sang kuasa hukum, Soni Sanjaya. Soni membenarkan bahwa Rayya diterima dunia sekitar pukul 03.00 WIB.

"Iya, betul meninggal dunia. Jam 03.00 dikabarkan meninggal," ucap Soni.
3 dari 19 halaman

Dimakamkan di dekat kediamannya

Soni pun menuturkan bahwa jenazah Rayya masih berada di kediamannya. Nantinya, jenazah Rayya akan dimakamkan di pemakaman umum sekitar rumahnya di kawasan Ciroyom, Kecamatan Tarogong Kaler.

"Tadi keluarga sebut akan dimakamkan dekat rumah. Ada pemakaman di jalan masuk mau ke perumahan," ucap Soni.
4 dari 19 halaman

Akan minta kasus Rayya dihentikan

Setelah Rayya meninggal dunia, Soni akan meminta surat kematian dari pihak desa untuk kemudian dibawa ke Polres Garut guna menghentikan kasus yang sedang dihadapi oleh sang klien.

Seperti yang diketahui, Rayya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus video ‘Vina Garut’ yang menggegerkan warga. Meskipun demikian, Rayya tak ditahan karena sakit.
5 dari 19 halaman

Pernyataan pihak kepolisian

Terkait kabar meninggalnya Rayya, Pihak Kepolisian belum mengetahui pasti mengenai penyebab kematiannya. Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng melalui Kanit PPA, Aiptu Cecep Wawan Rustandi membenarkan informasi bahwa Rayya meninggal pada Sabtu (07/09/2019) pagi. 

"Kami baru dapat informasi saja kalau dia meninggal dunia tadi subuh," katanya.
6 dari 19 halaman

Tak tahu lokasi pemakaman Rayya

Cecep mengatakan bahwa pihaknya mendapat kabar meninggalnya Rayya dari ketua RT tempat Rayya tinggal.

"Belum tahu dimakamkan di mana. Soalnya di sekitar rumahnya belum ada pemakaman," katanya.
7 dari 19 halaman

Kesaksian tetangga Rayya

Sementara itu, seorang tetangga Rayya bernama Cicih (50) membeberkan fakta-fakta sebelum mantan suami V itu meninggal dunia. Menurut Cicih, Rayya dan keluarganya sudah lama tinggal di lokasi tersebut. 

“Almarhum pindah sama keluarganya duluan. Sebelum listrik nyala sudah ke sini. Saya saja baru tiga bulan di sini. Pernah ngontrak dulu di Garut Kota dua bulan," ungkap Cicih.
8 dari 19 halaman

Tinggal di perumahan yang dibangun pemerintah

Cicih mengatakan, Rayya dan keluarganya merupakan warga asli Kampung Sanding, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota. Namun, saat banjir bandang, rumah keluarga Rayya mengalami rusak berat. Rayya dan orang tuanya pun kemudian tinggal di perumahan yang dibangun oleh Pemerintah. Selain Rayya dan orang tuanya, kakak Rayya juga mendapat jatah rumah di perumahan tersebut. 

"Kakaknya kan sudah berkeluarga, jadi pisah rumah. Cuma Rayya yang masih sama orang tuanya," katanya.
9 dari 19 halaman

Miliki seorang anak

Perumahan Al Kautsar di Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler yang ditempati Rayya dan keluarganya, baru dibangun pemerintah pada akhir 2018 lalu. Cicih juga menuturkan bahwa Rayya telah menikah 3 kali. Dari pernikahannya dengan istri keduanya, Rayya dikaruniai seorang anak. Menurut Cicih, kini anak Rayya sudah duduk di bangku TK. 

"Katanya anak almarhum sudah usia TK. Jarang juga lihat anaknya ke sini," ucapnya.
10 dari 19 halaman

Sempat dirawat di rumah sakit dua hari

Cicih mengatakan, sebelum meninggal Rayya ternyata sempat dirawat di rumah sakit selama dua hari. Rayya baru kembali ke rumah pada Jumat (06/09/2019) sore. Namun, usai pulang, Rayya dibawa ke rumah sang kakak. 

"Baru kemarin pulangnya juga. Hari Rabu ke rumah sakitnya. Dari rumah sakit enggak ke rumahnya. Tapi ke rumah kakaknya. Cuma beda blok rumahnya," beber Cicih.
11 dari 19 halaman

Sempat dirawat di rumah sakit

Rayya dikabarkan menderita penyakit stroke dan beberapa penyakit lainnya. Sebelum meninggal, Rayya sempat dirawat di RSUD dr Slamet, Garut. Rayya dirawat selama 4 hari.

Humas RSUD dr Slamet Iwa Kartiwa mengatakan Rayya tak berobat untuk penyakit khusus yang dideritanya. Iwa menuturkan bahwa Rayya dipulangkan dari rumah sakit pada Jumat (30/08/2019) lalu karena kondisinya yang sudah membaik.
12 dari 19 halaman

Dirawat untuk penyakit stroke bukan penyakit khususnya

Sebelum dirujuk ke RSUD dr Slamet, Rayya sempat dirawat di RS Guntur. Selama menjalani perawatan, Rayya ditangani oleh beberapa tim dokter. Ia juga menempati ruangan isolasi karena termasuk pasien yang memiliki penyakit khusus.

"Jadi kemarin berobatnya untuk penyakit stroke dan beberapa penyakit lainnya. Bukan untuk penyakit khususnya itu," ucapnya.
13 dari 19 halaman

Sulit bergerak

Sebelumnya, kuasa hukum Rayya, Soni mengatakan kesehatan Rayya terus memburuk. Soni pun menuturkan bahwa Rayya juga mengalami kesulitan untuk bergerak. Bahkan untuk duduk pun, Rayya sangat sulit. Setelah mendapatkan perawatan, Soni mengungkap bahwa Rayya kembali ke rumahnya. Pihak rumah sakit kebingungan karena tak mempunyai ruangan khusus untuk penanganan penyakit Rayya.

"Kondisinya terus memburuk. Sekarang juga tidak bisa duduk. Tertidur saja di rumah. Paling berobat jalan ke rumah sakit," katanya.
14 dari 19 halaman

Membantah tuduhan V

Sebelum meninggal dunia, Rayya memberikan pengakuan yang mengejutkan. Rayya membongkar aib mantan istrinya, V yang merupakan pemeran wanita dalam video tersebut.

Rayya mengungkapkan hal tersebut melalui kuasa hukumnya. Rayya pun membantah semua tuduhan V yang disebut telah memaksa mantan istrinya itu untuk melakukan adegan panas dengan 3 pria.

 
15 dari 19 halaman

Tak ada pemaksaan

Soni pun mengatakan bahwa video tersebut dibuat tanpa ada unsur paksaan pada V. Soni pun menyebut bahwa V lah yang mengajukan permintaan tersebut. V meminta Rayya untuk ikut melakukan adegan panas dalam video yang menggegerkan itu.

"Tidak ada paksaan kepada V. Malah dia yang minta agar Rayya ikut," ujar Soni, pada Senin (02/09/2019) lalu.
16 dari 19 halaman

V yang meminta

Kemudian, terlontar juga bahwa V yang justru meminta untuk dibuatkan video dan disebarkan di akun Twitter milik Rayya. Kala itu, Rayya dan V masih berstatus suami istri.

"Saat pemeriksaan pertama itu dijelaskan jika V yang minta dibuatkan video dan disebar di twitter Rayya," katanya
17 dari 19 halaman

Soni sebut V menikmati

Soni pun menyebut, pengakuan V itu hanya alibi. Pasalnya, menurut Soni, V justru disebut sama-sama menikmati perbuatan tak senonoh tersebut.

"Masa tertekan tapi lebih dari satu kali melakukannya. Apalagi videonya juga banyak. Dia (V) sama-sama menikmati," katanya menambahkan.

 
18 dari 19 halaman

Proses transaksinya diserahkan pada Rayya

Kepada Rayya, V disebut membolehkan jika ada pria yang berminat beradegan panas dengang dirinya. Bahkan Rayya melalui Soni juga mengatakan bahwa V menyerahkan tempat untuk berbuat adegan panas itu kepada pria yang minat dengan dirinya. V juga menyerahkan proses transaksinya pada Rayya yang kala itu masih suaminya.

"Kata V itu bilang ke Rayya kalau ada tamu yang minat silakan saja. Transaksinya dengan Rayya yang saat itu berstatus suaminya. Bisa langsung atau ketemu di hotel," kata Soni.
19 dari 19 halaman

Rayya tak mendapatkan uang

Kemudian, semua uang hasil dari transaksi disebut diserahkan pada V. Mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. Rayya sendiri, disebut tak mendapatkan uang sepeser pun dari transaksi tersebut.

"Malah dia yang minta agar Rayya ikut. Apalagi uangnya juga semua diterima V. Rayya sama sekali tidak dapat uang. Kalau klien saya dapat uang, bisa kena pasal penjualan orang. Tapi itu kan permintaan V," katanya.
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : moana

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam