1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. HOT NEWS
Facebook Berganti Nama Menjadi Meta?

Penulis : Yuli Astutik

29 Oktober 2021 15:47

Planet Merdeka - CEO Facebook Mark Zuckerberg mempublikasikan perubahan nama baru perusahaan menjadi Meta pada acara Connect pada Kamis (28/10/2021).

Perubahan nama tersebut adalah usaha  rebranding perusahaan untuk mengubah persneling yang tak cuma dikenal sebagai perusahaan media sosial, namun pula  menjadikan dunia virtual yang disebut metaverse.

Sebelumnya pada Juli, Zuckerberg mengungkapkan bahwa selama beberapa tahun ke depan, Facebook akan bertransisi secara efektif dari pengguna yang menyaksikannya sebagai perusahaan media sosial menjadi perusahaan metaverse.

"Kami adalah perusahaan yang membangun teknologi untuk terhubung. Nama Facebook tidak sepenuhnya mencakup semua yang dilakukan perusahaan sekarang dan masih terkait erat dengan satu produk. Namun seiring berjalannya waktu, saya harap kami terlihat sebagai perusahaan metaverse," kata Zuckerberg, seperti dikutip dari The Verge pada Jumat (29/10/2021).

Perusahaan itu sekarang mengelola akun Twitter @meta dan meta.com, yang kini dialihkan ke halaman selamat datang di Facebook yang menguraikan perubahan.

Walaupun begitu, Zuckerberg mengungkapkan bahwa struktur perusahaan tak akan berubah, namun bagaimana laporan keuangan disajikan akan berubah.

2 dari 3 halaman

"Dimulai dengan hasil kami untuk kuartal keempat tahun 2021, kami berencana untuk melaporkan dua segmen, yaitu Family of Apps dan Reality Labs. Kami juga bermaksud untuk memulai perdagangan di bawah ticker saham baru yang telah kami pesan, MVRS, pada 1 Desember. Pengumuman ini tidak memengaruhi cara kami menggunakan atau membagikan data," tambah Zuckerberg.

Selama beberapa minggu terakhir, Facebook pun berada di bawah pengawasan ketat sesudah pengungkapan berdasarkan dokumen internal yang diberikan kepada Wall Street Journal oleh whistleblower Frances Haugen.

3 dari 3 halaman

Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa platform Instagram milik Facebook sudah menjadi wadah beracun bagi remaja, terutama perempuan. Regulator antimonopoli pun mendorong perusahaan untuk dibubarkan karena kepercayaan publik pada platform media sosial yang telah kehilangan minat.

Sebelumnya, sebagian outlet media menerbitkan rincian lebih lanjut dari dokumen internal tersebut yang menyebut basis pengguna Facebook sudah menua dan platform itu kehilangan daya tarik di kalangan generasi muda.

Diperkirakan perubahan ini mirip dengan rebranding Google pada 2015 kala mengumumkan akan menjadi salah satu dari beberapa perusahaan di bawah payung perusahaan induk yang lebih besar bernama Alphabet.

Untuk Facebook sendiri, aplikasi biru asli itu akan bergabung dengan Instagram, WhatsApp, dan Oculus di bawah perusahaan induk.
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : yuli-astutik

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya