1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. HOT NEWS
Sebelum 24 jam tewas ditabrak bus maut di Tanjakan Emen, Agus Waluyo posting tulisan soal kematian

Penulis : Queen

13 Februari 2018 12:42

Sabtu (10/2/2018), Agus Waluyo, pria asal Karawang ini ikut jadi korban kecelakaan maut di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat. Agus merupakan pengendara motor yang tertabrak bus pariwisata yang dikendarai oleh Amirudin.
Sebelum bus maut itu menabrak tebing sebanyak dua kali, bus itu sempat menabrak sepeda motor yang dikendarai Agus. Agus kemudian tewas di tempat usai kecelakaan maut itu terjadi.

Selama ini, publik lebih banyak menyorot 26 korban meninggal dunia yang dikuburkan secara massal di Tangerang Selatan. Sosok Agus justru tidak terekspos dari media.

Agus merupakan satu dari 27 korban meninggal dunia pada kecelakaan tersebut. Ia tidak ikut dikuburkan secara massal. Ia dikuburkan di kampung halamannya di Karawang.

Berdasarkan penelusuran di akun Facebook-nya, Agus merupakan sosok pria yang baik dan sholeh. Bahkan sehari sebelum dirinya terlibat kecelakaan dan meninggal dunia, ia sempat menulis tentang kematian di akun Facebooknya. Postingannya itu seolah seperti firasat bahwa dirinya akan meninggalkan dunia ini untuk selamanya.

Berikut isi postingan Agus yang diposting pada Jumat sore, (9/2/2018) pukul 17.39 WIB sebelum 24 jam ditabrak oleh bus maut di Tanjakan Emen pada pukul 17.00 WIB, Sabtu (10/2/2018):

"Banyak orang yang telah meninggal, tapi nama baik mereka tetap kekal. Dan banyak orang yang masih hidup, tapi seakan mereka orang mati yang tak berguna.-Imam Syafi'i"

Sontak banyak netizen yang mengomentari postingan tersebut. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa itu adalah pertanda kematian yang akan dihadapi oleh Agus.



  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : queen

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam