1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. HOT NEWS
Tak Disangka, Pria Dilingkaran Merah ini Sekarang Menjadi Sosok Orang Paling Berkuasa di Indonesia

Penulis : Moana

11 September 2017 12:18

Akun Facebook Presiden Indonesia mengunggah sebuah foto yang diambil sekitar 30 tahun yang lalu yang diyakini adalah arsip Presioden Joko Widodo.

"Perubahan 30 tahun kita semua tdk ada yg tahu..pemuda jongkok berkaos hitam bersandal jepit itu sekarang menjadi RI 1." caption dalam foto tersebut.

Tampak beberapa orang pemuda sedang berfoto bersama dengan membawa spanduk bertuliskan "Mapala Silva Gama Yogyakarta" berwarna kuning.

Dalam foto tersebut tertulis tag "Ekspedisi Gunung Kerinci Tahun 1983, Mahasiswa pecinta Alam, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (Mapala Silvagama)".

Dari foto tersebut, tak ada orang yang mencolok, semua memakai kaos oblong dan celana jeans panjang.

Bahkan tak ada yang menyangka jika salah seorang dari 13 pemuda ini akan menjadi pemimpin bangsa saat ini.

Foto yang diunggah oleh Presiden Indonesia ini mendapatkan banyak komentar dari para netizen.

Tampak Jokowi masa muda yang mengenakan kaos oblong berwarna hitam dan sedang berjongkok ini telah mendapatkan lebih dari 18 ribu likes dan telah dibagikan lebih dari 15 ribu kali.


Seorang netizen dengan akun Rio Marthadi menuliskan komentarnya, bahwa rakyat biasa juga wajib bermimpi untuk menjadi seorang presiden karena sudah ada buktinya.

"Keliatan bukan lahir dari anak Jendral, Anak President, Anak Ketua Partai, Anak Mentri dlll....,jadi rakyat biasa wajib bermimpi menjadi President karena sudah terbukti bisa. inspiratif," ujarnya.

Tak hanya dianggap inspiratif, presiden Joko Widodo juga dianggap cocok menjadi pemimpin yang besar.

"Jokowi sdh terlatih...mendaki gununh aja mampu, itu modal kuat blusukan...naik bus umum butut sdh biasa, itu modal dia tetap sederhana...gaul dg siapa saja latar belakangnya, itu yg mjd karakternya bisa menerima dan diterima semua pihak....
Jokowi memang cocok mjd pemimpin besar." tulis akun Erwansyah Bela.

Minta tolong Presioden Jokowi biasanya merupakan hal-hal yang serius, namun kali ini berbeda.

Sebuah 'wabah' menyebar dan begini permintaan netizen.

Om Telolet Om menjadio wabah dan mendunia.

Kali ini giliran netizen lakukan hal yang bikin ketawa. Entah serius atau bercanda mereka meminta tolong Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (21/12/2016).

Presiden Jokowi kebanjiran permintaan netizen untuk memperhatikan nasib fenomena unik Om Telolet Om.

Berawal dari kekhawatiran atas 'ulah' negara tetangga yang dinilai sering klaim 'milik' Indonesia sebagai miliknya, seperti batik, dangdut derta beberapa hal lainnya.

Netizen berharap fenomena 'Om Telolet Om' jangan sampai kecolongan.

"Jangan sampai om telolet om diklaim oleh negara tetangga maka dr itu om tolong om @jokowi jadikan tanggal 21/12 sbg libur hari telolet nas," tulis akun Twitter B ‏@theinternetbae.

Postingan yang mention langsung ke akun Twitter terverivikasi meilik Presiden Jokowi ini jadi populer dan menuai respon netizen lainnya.

"@theinternetbae @jokowi Aksi 2112," tanggapan akun Kudapriyanto ‏@1EB2.

"@theinternetbae @jokowi hari telolet nasional," imbuh nadin ‏@kinkypromice.
 
"@theinternetbae @jokowi @putriisalsa yas! Hari libur nasional om telolet om," tambah Salmanda.RN ‏@salmandaa5.

Sementara akun lainnya ‏@HD_Diwan menulis,"Ditetapkan 21 Desember sebagai hari "OM TELOLET OM" pak @jokowi @Pak_JK."

"Saya berharap Pak @jokowi bersedia menjadikan 21/12 sebagai hari Om Telolet Om Nasional.Ini kearifan lokal yg mendunia & perlu dibudayakan." Desak akun adib kurniawan ‏@adib_HK.

Presiden Jokowi belum berikan tanggapan terkait hal ini.

Bagaimana setuju 21 Desember jadi Hari Telolet Nasional dan tanggal merah alias libur?

Apa pendapat Anda?



Sumber
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : moana

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam