1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. INSPIRA
Hidup Sebatang Kara Sejak SD Hingga SMA, Anak ini Berjualan Tissu Untuk Biaya Hidup

Penulis : imron

5 Agustus 2019 20:15

Sejak kelas 6 SD, ia ditinggalkan orangtuanya yang kabarnya kini tinggal di Batam.

Planet Merdeka - Sebuah kisah inspiratif menjadi sorotan sejumlah netizen di sosial media. Kisah perjuangan seorang anak yang merupakan pelajar SMA yang berjuang mencari rezeki sendiri dari SD hingga SMA.

Kisah yang pertama kali dibagikan pemilik akun atikah_rizkiyah, Kamis, (01/08/2019) ini sangat menyentuh hati. Bagaimana tidak?, perjuangan seorang anak laki-laki berpakaian SMA berjualan tisu di jembatan penyeberangan Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dalam ungghannya, pemilik akun menceritakan saat dirinya bertemu dengan anak tersebut di atas jembatan penyeberangan.

Siswa SMA tersebut hidup sudah lama hidup sebatang kara. Sejak kelas 6 SD, ia ditinggalkan orangtuanya yang kabarnya kini tinggal di Batam.

2 dari 2 halaman

iswa SMA tersebut memilih untuk kos di bilangan Depok dengan biaya Rp 500.000 perbulan. ⠀

View this post on Instagram

A post shared by Tika (@atikah_rizkiyah) on Jul 31, 2019 at 6:36pm PDT

Semenjak saat itu ia hidup di jalanan dan mencari uang dengan cara mengamen sampai kelas 2 SMP. Setelah memiliki cukup uang, siswa SMA tersebut memilih untuk kos di bilangan Depok dengan biaya Rp 500.000 perbulan.

Beruntung ia memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan dan bisa bersekolah gratis sampai saat ini.

Kini untuk mendapat penghasilan, siswa SMA itu setiap harinya pulang pergi Depok - Cililitan sepulang sekolah. Ia rela naik kereta lalu berjalan kaki cukup jauh untuk berjualan tisu Rp 3.000 perbungkus di jembatan.

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : imron

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam