1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. INSPIRA
Kisah seorang guru punya murid pemalu di kelas, ada fakta miris terungkap

Penulis : Lumia Ranier JE

7 Desember 2017 15:09

Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang sangat mulia, kemuliaan seorang guru datang karena ia merupakan sosok yang berperan penting dalam membawa masa depan seorang anak didiknya.
Bicara soal guru, Melangsir dari Worldofbuzz, ada kisah seorang guru dan muridnya yakni Yip Kah Shzen belakangan ini viral di media sosial. Hal itu berawal dari unggahan akun twitter guru yang bernama Amy Mistika. Amy adalah seorang guru SMK Puchong Utama, Selangor, Malaysia.

Berikut isi postingan guru tersebut:

"Aku punya seorang murid berdarah Tiongkok yang sangat pendiam dan pemalu, sangat sulit hanya untuk membuatnya bicara. Namanya Yip Kah Shzen."



Guru ini menceritakan awal mula pertemuan dirinya dengan muridnya tersebut, seperti guru-guru pada umumnya saat baru pertama kali masuk di kelas Amy bertanya nama setiap murid. Ia mengaku tak mengenali Kah Shzen, ia terlalu pendiam, sementara itu kelasnya sangat berisik.

Ia menanyai satu persatu muridnya hingga tibalah giliran Kah Shzen, ternyata ia hanya terdiam dan melihat ke mejanya. Sang guru menanyakan beberapa pertanyaan namun dia tidak menjawab. Ada salah satu teman Kah Shzen memberitahu Amy bahwa Kah adalah seorang murid yang pemalu.

Ternyata guru ini tahu nama Kah Shzen dari temannya. Tahu begitu Amy mengambil langkah inisiatif dirinya sengaja menyusun ulang tempat duduk di kelas itu dan menempatkan Kah Shzen di urutan banku paling depan agar dirinya bisa leluasa mengawasi kah secara langsung.

Ibu guru ini mengaku bahwa selama mengajar dirinya akan memberi hukuman kepada muridnya yang tidak membawa buku dan kalkulator. Pada saat itu ia memeriksa satu persatu kelengkapan siswanya, Nah ketika memeriksa Kah Shzen ternyata murid ini masih saja terlihat memandangi mejanya. Kedian para siswa yang lainnya memberitahukan kepada Amy bahwa guru-guru lain sering membiarkannya. Kah shzen tak akan berbica apapun alasannya.

Karena penasaran, Ami mencoba mencari informasi dari wali kelas yang dulunya mengajar matematika. setelah bertanya ke guru yang dulu wali kelasanya, guru tersebut mengatakan pada Amy, tidak ada yang bisa kita lakukan, guru itu menyuruh ami membiarkan saja. Amy merasa hal tersebut tidak adil.

Amy mengira kah Shzen tak bisa bahasaya melayu, akhirnya amy mencoba berbicara dengan bahasa mandarin. Namun sebuah fakta menyedihkan terungkap. Ternyata Kah tidak memiliki buku dan Kalkulator.

Dari situ Amy merasa menyesel dirinya telah menghukum kah Shzen  karena muridnya memiliki keterbatan ekonomi. Kemudian Amy meminjami buku dan kalkulator untuk dipakai Kah selama pelajaran berlangsung dan Amy pernah dibikin kaget setelah memeriksa buku PRnya. Ternyata Kah menulis semua catatan yang pernah Amy terangkan di papan tulis. Dari situ Amy tahu bahwa Kah bukanlah murid yang pemalas, dia cuma tidak punya buku dan Kalkulator.




Yang lebih mengagumkan lagi, usaha Amy untuk berbicara dengan kah pun berhasil, suatu hari Kah mengirimkan pesan WhatsApp pada Amy untuk menanyakan penggarisnya yang hilang dan saban kali mengecek tugas kah Shzen, Amy selalu menulis catatan untuk memintanya tersenyum.



Namun sayang, Amy keluar dari sekolah tersebut. Sebelum sang guru keluar, Kah meminta teman-temannya untuk memberikan pesan pada Amy. Kah juga menuliskan sebuah kalian sederhana tapi sangat berarti untuk sang guru tersebut. 'Terima kasih, guru'.

Ketika acara perpisahan amy dan para siswa-siswinya berfoto bersama, Tak lupa Amy juga meminta Kah tersenyum. Amy juga mengunggah video, Dalam video tersebut kah mencoba memberikan senyuman, meski tampak malu-malu. Tak lupa pula kah juga memberikan pesan untuk Amy sebagai ucapan perpisahan.







Kisah ini membuat warganet tersentuh. Bahkan postingan ini sudah di Retweets 63,155.
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : lumia-ranier

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam