1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. INSPIRA

ARTIKEL POPULER KENAKALAN REMAJA

Penulis : isma zahra diatunisa

16 Juli 2022 10:52

PENDEKATAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGURANGI KENAKALAN REMAJA

Oleh : Isma Zahra Diatunisa

 

Kenakalan remaja dalam istilah psikologi disebut "Juvenile Deliquency". Juvenile berarti anak sedangkan "delimgquency: berarti kejahatan. Maksudnya "Juvenile Deliquency" adalah penjahat anak atau anak jahat. Menurut Bimo Walgito, Juvenile Deliquency mencakup setiap perbuatan jika perbuatan tersebut dilakukan oleh orang dewasa, maka perbuatan itu disebut kejahatan, suatu hal yang melawan hukum. Juvenile Deliquency sebagai kenakalan remaja telah mengalami pergesaran etimologi akan tetapi hanya menyangkut aktivitasnya saja. Yakni istilah kejahatan Eri juenile menjadi kenakalan.

Sedangkan pengertian Bimbingan dan Konseling adalah proses interaksi antara konselor (orang yang memberikan konseling( dan konseli (orang yang konseling) dalam rangka membantu konseli untuk mengembangkan potensi dirinya ataupun memecahkan permasalahan yang dihadapinya.

Tujuan Bimbingan dan Konseling dalam mengurangi kenakalan remaja ialah untuk  memperkuat sikap mental remaja agar mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Memberikan perhatian khusus dan mengawasi setiap penyimpangan tingkah laku remaja baik di rumah dan di sekolah. Pemberian bimbingan pengenalan diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain.

Bentuk kenakalan remaja dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu:

1. Kenakalan yang tidak dapat digolongkan pada pelanggaran hukum. Kenakalan tersebut termasuk amoral, asosial maupun norma, yaitu pelanggaran terhadap moral, dan melanggar terhadap aturan dan norma yang berlaku di masyarakat, serta pelanggaran terhadap aturan agama. Sebagai contoh pergaulan buruk, menonton video porno dan masih banyak lagi.

2. Kenakalan yang dapat digolongkan terhadap hukum mengarah kepada tindakan kriminal, seperti percobaan pembunuhan, penyekapan, penganiayaan, mencuri, merampok, memperkosa, pelecehan seksual lainnya, dan masih banyak lagi.

 

Dilansir dari Kompasiana.com ada banyak cara mengurangi kenakalan remaja melalui beberapa pendekatan, antara lain adalah:

1. Pendekatan Krisis, adalah usaha pendekatan yang dilakukan konselor kepada individu yang memiliki masalah. Di sini, pihak BK menunggu konseli datang menghadapnya, kemudian pihak BK akan membantu menangani masalah yang dihadapi oleh konseli.

2. Pendekatan Remidial, adalah usaha pendekatan yang dilakukan konselor kepada individu yang mengalami kesusahan. Dalam hal ini, konselor membantu konseli untuk menghilangkan kesusahan-kesusahan yang dialami oleh konseli, dengan mengubah perilaku individu yang menyebabkan kesusahan dalam dirinya tersebut.

3. Pendekatan Preventif, adalah usaha pendekatan yang dilakukan konselor kepada individu atau kelompok untuk mencegah atau mengantisipasi berbagai permasalahan. Agar permasalahan tersebut tidak sampai terjadi pada individu atau kelompok tersebut. Misalnya dalam dunia pendidikan, diadakanya seminar tentang bahaya narkoba kepada siswanya, hal ini dilakukan dengan tujuan agar jangan sampai para siswa terjerat masalah narkoba.

4. Pendekatan Perkembangan, adalah usaha pendekatan yang dilakukan konselor kepada individu untuk mengembangkan potensi yang dimiliki individu. Dalam hal ini, pihak konselor akan membantu individu, memudahkan individu dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya.

 

Sebenarnya cara mengurangi kenakalan remaja dan melakukan pendekatan bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja, karena kenakalan remaja adalah suatu masalah yang sudah umum ada dikalangan masyarakat sehingga semua bisa ikut serta dalam mengurangi kenakalan remaja terutama pada orang tua dari masing-masing remaja. Dengan adanya tindakan untuk mengurangi kenakalan remaja maka akan menurunnya juga angka kriminalitas yang banyak dilakukan oleh para kalangan remaja saat ini, maka dari itu yuk kita bersama-sama melakukan pendekatan dan mengurangi tindakan kenakalan remaja yang ada sekitar kita.

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : isma-zahra-diatunisa

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya