1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. INSPIRA
Pentingnya Etika Komunikasi Dalam Bisnis di Era New Normal

Penulis : Cyintia Almeida

26 Oktober 2021 13:50

Etika Komunikasi Dalam Bisnis Online di Era New Normal

Penulis : Cyintia Almeida 

Pada saat ini, kita masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Tetapi, pemerintah mulai menerapkan “New Normal” pada masyarakat. New normal adalah sebuah pembaharuan pada gaya hidup yang berbeda dari sebelumnya. Contohnya, sebelum masuk virus corona ini, semua orang jarang menggunakan masker saat keluar rumah, hanya orang-orang yang sedang sakit atau mempunyai alergi terhadap polusi saja yang menggunakan masker. Tetapi, pada saat virus tersebut masuk, seluruh masyarakat harus menggunakan masker saat keluar rumah, baik untuk yang sehat maupun tidak. Demi mencegah penularan virus tersebut, agar tidak semakin menular ke banyak orang.

Saat pemerintah mulai menerapkan new normal pada masyarakat, aktivitas yang dilakukan diluar rumah mulai aktif kembali, seperti sekolah, bekerja dan lain sebagainya. Walaupun belum menyeluruh, dikarenakan saat ini pemerintah sedang gencar menghimbau seluruh masyarakatnya untuk melakukan vaksin yang telah disediakan oleh tenaga kesehatan, dan pada beberapa daerah, vaksin tersebut belum dapat terjangkau dengan baik. Sehingga, aktivitas pun masih belum berjalan secara maksimal, termasuk pada kegiatan bisnis pula.

Penyebaran Covid-19 telah mengubah cara kita hidup dan bekerja dengan cara yang selama ini kita anggap mustahil. Kenormalan baru untuk bisnis saat ini termasuk bekerja dari rumah atau bekerja dari rumah, banyak pekerja jatuh sakit pada saat yang sama, gangguan rantai pasokan, krisis keuangan, pembayaran kredit yang tidak pasti, dan mekanisme penerapan program pemerintah yang baru.

Dalam survei  14 April PwC terhadap otoritas keuangan global, 71 persen responden mengatakan ketakutan terbesar mereka adalah resesi global, naik dari 67 persen pada 30 Maret; 77% mengatakan mereka ingin mempertimbangkan tindakan pengendalian biaya dan 65% berpikir untuk menunda atau membatalkan investasi. Dalam lingkungan ini, CEO harus membuat keputusan sulit. Tindakan yang mereka ambil sekarang harus cepat dan akurat, tetapi juga harus sejalan dengan tujuan perusahaan.

Kunci sukses melewati fase new normal  bisnis adalah persiapan, ketangkasan, data yang akurat dan kemauan untuk menghasilkan ide-ide bagus dari setiap level dan divisi perusahaan. Banyak perusahaan menghabiskan beberapa minggu pertama krisis untuk meninjau rencana keberlanjutan, mendirikan pusat komando krisis, dan memastikan keselamatan dan keamanan pekerja mereka.

Komunikasi memiliki peran strategis dalam dunia bisnis. Dalam sebuah perusahaan, komunikasi merupakan salah satu faktor terpenting bagi keberhasilan perusahaan. Dengan komunikasi yang baik, para pengusaha dapat lebih menjual produknya dan juga terhindar dari kesalahpahaman antara kedua belah pihak.

Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran informasi antara orang-orang di dalam dan di luar perusahaan. Komunikasi bisnis yang efektif adalah cara karyawan dan manajemen berinteraksi untuk mencapai tujuan bisnis. Tujuannya adalah untuk meningkatkan praktik bisnis dan mengurangi kesalahan.

Komunikasi bisnis termasuk dalam kategori ilmu terapan. Pentingnya komunikasi bisnis juga terletak dalam menghadirkan opsi atau ide bisnis baru, membuat rencana dan proposal bisnis, membuat keputusan, membuat perjanjian, mengirim dan memenuhi pesanan untuk mengubah bisnis menjadi kesuksesan penjualan. Semua kegiatan yang diselenggarakan dalam sebuah perusahaan bergantung pada proses komunikasi bisnis.

Pada saat ini, kegiatan bisnis lebih banyak dilakukan melalui online. Seperti bisnis online yang dilakukan pada sebuah aplikasi jual – beli online, dimana sang penjual akan menawarkan produknya pada aplikasi tersebut, serta pembayarannya dapat melalui transfer rekening bank, atau juga tersedia sistem pembayaran ditempat (COD).

Aplikasi jual – beli online semakin populer di era pandemi bahkan new normal saat ini. Dikarenakan, hal ini sangat tepat untuk masyarakat supaya tidak perlu keluar rumah untuk berbelanja, mulai dari berbelanja bahan pokok sampai kebutuhan lainnya. Tentu saja, kita dapat melakukan komunikasi dengan sang penjual untuk menanyakan tentang suatu produk yang ingin dibeli. Tetapi, masih banyak orang yang tidak mementingkan etika komunikasi tersebut. Entah itu sang penjual yang tidak ramah pada saat melayani pembeli melalui chat yang telah disediakan oleh aplikasi, atau sang penjual tidak mengkonfirmasi mengenai barang yang pembeli itu pesan sedang kosong, begitupun sebaliknya. Banyak juga pembeli yang tidak membaca deskripsi pada barang yang akan dibelinya, sehingga pembeli tersebut akan langsung protes kepada sang penjual.

Etika komunikasi dalam bisnis sangat penting untuk dipelajari, baik pada seseorang yang baru saja merintis sebuah usaha, maupun pada perusahaan besar. Jika, kita dapat menerapkan etika komunikasi berbisnis dengan baik, maka perusahaan yang kita kelola akan berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

Dalam berbisnis, perlu diperhatikan pula Undang – Undang yang mengatur kegiatan bisnis, baik online maupun offline. Seperti, Undang –  Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan mengatur semua aspek perdagangan baik secara online maupun offline. Berkenaan dengan bisnis online, UU Dagang tepatnya pada pasal 65 mengatur tentang data/informasi yang diberikan oleh bisnis online. Pasal tersebut menyatakan bahwa data yang diberikan oleh perusahaan online harus lengkap dan akurat.

Selain UU Perdagangan, terdapat pula UU Perlindungan Konsumen yang mengatur hak dan kewajiban penjual dan pembeli. Penjual juga pembeli usaha online pun termasuk ke pada peraturan ini.  Dalam UU ini, dalam dasarnya disebutkan bahwa penjual harus menyerahkan hak milik atas barang yang diperjualbelikan dan menaruh keterangan tentang barang atau jasa yang dijual secara lengkap, jujur, dan jelas. Penjual pula harus  mengubah rugi bila barang yang diterima konsumen nir sinkron perjanjian. Artinya, pembeli bisa menuntut bila terjadi penipuan.  Sementara itu, UU Perlindungan Konsumen pula menjelaskan sejumlah hak penjual pada antaranya memilih harga dan mendapat pembayaran sinkron konvensi dan menerima proteksi aturan menurut tindakan pembeli yang bermaksud nir baik. Penjual pula berhak melakukan pembelaan diri pada konkurensi dan rehabilitasi nama baik bila terbukti merugikan konsumen.

Etika komunikasi yang dapat diterapkan pada bisnis online adalah selalu membaca deskripsi yang ada untuk pembeli yang ingin membeli barang tersebut, baik penjual maupun pembeli selalu menggunakan bahasa yang baik, tidak perlu formal, yang terpenting adalah kata – kata yang diberikan sopan, tidak menyinggung perasaan orang lain. Selanjutnya, sebagai seorang penjual harus melayani pembeli dengan ramah, jika terdapat kendala, sebaiknya langsung informasikan kepada sang pembeli, supaya tidak terjadi yang namanya kesalahpahaman. Karena, hal tersebut sangat berpengaruh pada performa bisnis kita yang dinilai buruk. Selain itu, pembeli dan penjual juga harus paham tentang syarat dan ketentuan yang berlaku pada aplikasi jual – beli online yang digunakan tersebut.

Bisnis online atau aktivitas online berbasis e-commerce sangat perlu menjaga etika komunikasi bisnis yang baik dan benar, hal ini dilakukan dengan harapan dapat menjamin kelancaran dan kesuksesan proses bisnis. Jika etika komunikasi bisnis tidak dijalankan atau dilaksanakan dengan penuh komitmen, kemungkinan besar tidak akan dijalankan dan tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang dirugikan oleh komunikasi bisnis yang buruk.

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : cyintia-almeida

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya