1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. INSPIRA
Sarjana Perajut Asa di Parkiran Kota Minyak

Penulis : Panji Achmad Syuhada

6 Agustus 2019 20:12

Kisah Zul, motivasi kaum muda.

PRIA berkepala plontos itu masih berdiri tegak walau hari sudah terik. Hanya dengan dipayungi topi, ia mengatur parkir di seputar Jalan Mawar Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Tubuhnya yang penuh keringat dan matahari yang menyengat tak membuat pria 43 tahun itu patah semangat. Dia Zulkarnain, pria yang akrab disapa Bang Zul itu sudah melakoni kerjaannya sebagai juru parkir sejak 5 tahun terakhir.

Siapa sangka, perawakannya yang sederhana ternyata lulusan Sarjana Muda. Selain menjadi juru parkir, ternyata dia juga staff Honorer di salah satu SD Negeri didaerah penghasil Minyak--Kota minyak--, Duri Kabupaten Bengkalis.

Sehari-hari, sepulang bertugas di sekolah, menggunakan motor Supra rakitan lama, ia langsung bergegas meluncur ke lokasi yang menjadi tempat mangkal mengatur kendaraan berbaris. Ramah dan bersahaja, itulah perawakannya.

Pria beranak satu itu bekerja jadi juru parkir dari pukul 12.00 hingga 22.00 WIB malam. Ia pun harus sigap dalam menjalani roda kehidupan. Hal itu tak jadi soal baginya, selama bisa memenuhi kebutuhan keluarga dengan rejeki halal.

Ia mengaku, sejak kecil sudah terbiasa hidup keras dan mandiri. " saat masih SD sudah ditinggal orang tua mendahului, jadi bagaimanapun itu menjadi motivasi untuk melangkah maju," kata Zul yang lekat dengan kacamata hitam di kepala.

Lantas, iapun berbagi kisah lika-liku pengalaman hidupnya. Berawal dari kerasnya kehidupan semasa kecil yang tidak terbilang bahagia, membuatnya mandiri dengan prinsip kerja yang ulet.

Diceritakan dia, semasa kecil, saat ekonomi lemah orang tuanya meninggal dunia. Itu saat ia masih mengeyam pendidikan tingkat SD dan ketepatan saat Ujian Nasional--dahulu Ebtanas. " Menjadi memori pilu yang sangat membekas. Masa transisi, masa sedih bagi kami, " kata dia.

Selepas ditinggal orang tuanya, mereka adik-beradik memulai berkiprah mencari sumber penghidupan untuk membantu ekonomi keluarga.

" Dulu waktu kecil di Dumai, saya bantu-bantu kerja, nyemir sepatu dan mengisi garam ke karung di tepi pantai Dumai. Itu yang saya lakoni sejak belia, " kenang Zul.

Walau demikian, Zul tidak mau meraup hasil duniawi dari jalur 'kiri'. Prinsipnya berpegang teguh pada kerja yang halal. Tanpa gengsi, tanpa menyusahkan orang lain, tidak mengganggu keamanan dan tidak menimbulkan kerusuhan.

Kemudian, setelah setamat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Dumai. Ia pun mangadu nasib menjadi pegawai kontrak PT. Telkom. diapun diterima sebagai Cleaning Servis, tahun 1997. Masa-masa itu dilakoninya sambil kuliah untuk menggapai asa.

Tiga tahun berlalu, Zul naik Cas dan dimutasi ke Duri bertugas mengurusi Wartel (Warung Telekomunikasi). Lambat laun, wartel semakin redup diterpa produksi Handphone yang semakin canggih. Zul pun berhenti dari pekerjaannya." Tahun 2010 saya berhenti di PT Telkom, tapi sejak 2007 saya sudah nyambi-nyambi kerjaan lain, yaitu menjadi Tata Usaha Sekolah di Duri, " akunya.

Dari kehidupannya, ia juga menerapkan Pepatah lama, 'Sedia payung sebelum hujan'. " Sebelum kena pecat sediakan pekerjaan lain, " ungkap Zul, sumringah.

Pendidikan yang dienyam Zul tidak terbilang rendah, karena dirinya berhasil menyandang status sarjana muda (D-III) dari pahit getirnya kehidupan yang dijalani. Ia lulus dari salah satu sekolah tinggi Managemen dan Ilmu Komputer di Dumai, Riau tahun 2004 silam.

Namun, nasibnya tak seberuntung sarjana seangkatannya yang kebanyakan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) dan Karyawan Perusahaan Migas. Diapun tak patah arang untuk menjemput asanya, dan ia memilih peruntungannya dengan menjadi petugas parkir.

Dari hasil kerja sebagai juru parkir dan Honorer sekolah, dia meraup pundi-pundi rupiah yang terbilang cukup memenuhi hidup. Tapi bukan untuk gaya hidup.

Masa-masa sulit dilalui, menjadi pelajaran hidup yang sangat berarti baginya. Lantas, ia mengharap agar kisahnya dapat menjadi motivasi bagi pemuda-pemudi yang masih mencari jati diri tanpa gengsi. " Jangan patah semangat, selalu ada jalan jika ada kemauan, tanpa gengsi, " pesannya. **

_

---kota minyak; daerah hasil bumi berupa minyak (wilayah blok rokan) di Duri Kabupaten Bengkalis yang dikelola oleh PT Chevron Pasifik Indonesia. Julukan itu melekat sejak dahulu bagi warga setempat.

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : panji-achmad-syuhada-

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam