1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. LIFESTYLE
Miris, Bule di Sanur Bali Bernyanyi dengan Mengenakan Seragam

Penulis : Yuli Astutik

22 November 2021 10:46

Planet Merdeka - Belum lama ini ada kejadian heboh di media sosial seorang bule atau warga Negara asing (WNA) tengah bernyanyi serta memakai seragam Polri saat merayakan Halloween di Bali. Ia bernyanyi di sebuah cafe atau restoran pada Minggu (31/10/2021) lalu.

Video tersebut dibagikan oleh akun TikTok @Tiwi. Dalam keterangannya, WNA itu bernyanyi dalam bahasa Indonesia

"Bule bisa nyanyi Indonesia. So beautiful suaranya," tulis pemilik akun.

Baru diketahui, bule itu berasal Amerika Serikat dan bernyanyi di cafe kawasan Sanur, Denpasar, Bali. Pria itu berinisial RLB dan dia sudah meminta maaf.

"Sudah memberikan klarifikasi dan meminta maaf terkait dengan hal tersebut dan pelaku tidak bermaksud melakukan melecehkan Polri," kata Kasipropam Polresta Denpasar Iptu Harun Budiyanto, Jumat (19/11/2021). Dilansir dari Suara.com.

2 dari 3 halaman

Dari keterangan pelaku, seragam tersebut dibeli di salah satu toko yang menjual seragam dinas Polri di Denpasar.

Sesudah peristiwa itu, polisi mengumpulkan para pedagang atribut Gampol (seragam) Polri yang ada dan berjualan di Denpasar pada Kamis (18/11/2021). Ada 9 pemilik toko atribut Polri yang hadir.

3 dari 3 halaman

Mereka didatangkan supaya serupa tak terjadi lagi. Selanjutnya diminta kepada para pedagang ketika menjual atribut Polri lebih selektif dan teliti.

Seperti meminta identitas KTA atau KTP bagi personel Polri, mendata setiap pembeli atribut Polri dengan mencatat dalam buku mutasi. Kemudian juga melaporkan penjualan pakaian dinas Polri ke Polres terdekat untuk antisipasi penyalahgunaannya.

“Kami berharap kerjasama dari para pedagang atribut Polri untuk lebih teliti dan selektif dalam menjual atribut seragam agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan merugikan Polri,” ujar dia.

Ia berharap peristiwa ini tidak berulang kembali serta berharap kepada para pedagang lebih peka dalam menjual atribut Polri kepada pelanggan.

“Apabila sewaktu-waktu ada hal yang mencurigakan kami mohon para pedagang dan pemilik toko atribut segera melakukan koordinasi atau melaporkan hal tersebut ke Sipropam Polresta Denpasar,” tandasnya.
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : yuli-astutik

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya