1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. METRO
Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya Malah Tersenyum dan Akui Punya Kelainan Seksual

Penulis : Queen

20 November 2019 11:00

Pelaku teror sperma diciduk

Planet Merdeka - Pelaku teror sperma, SN (25) ditangkap polisi di kawasan Argasari, Cihideung, Kota Tasikmalaya, Senin (17/11/2019). Saat tiba di Mapolres Tasikmalaya, si peneror sperma itu langsung diinterogasi.

Namun ia tampak berkelit dan terlihat santai menjawab pertanyaan seadanya. Pelaku malah meminta maaf, bukan menjawab pertanyaan yang harus dijawab.

"Saya minta maaf," katanya sambil senyum-senyum.

2 dari 7 halaman

Pengakuan pelaku

Kepada polisi, SN bahkan mengaku, tak ingat kapan melakukan perbuatan tak pantasnya itu.

"Saya tidak ingat pak, saya hanya nanya bu mau kemana, katanya lagi nunggu Gojek. Udah saya berhenti di sana," kata SN.

Selain itu, ia juga sempat menampik soal melempar sperma sembarangan kepada perempuan di jalan. Namun, ujungnya, ia kemudian keceplosan mengaku kerap bergairah saat melihat perempuan yang dianggapnya terlihat seksi.

"Memang suka begitu pak, tiba-tiba begitu (orgasme)," katanya.
3 dari 7 halaman

Korban alami trauma berat

Sementara itu korban kebejatan SN, LR (43) justru mengalami nasib berbeda. Jika pelaku masih bisa senyum-senyum, LR justru memendam ketakutan luar biasa. LR mengatakan hingga detik ini ia masih mengalami trauma berat. Hal tersebut disampaikan LR kepada psikolog Oriza Satifah saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia, pada Selasa (19/11/2019).

"Trauma sampai detik ini saya masih trauma," ucapnya sambil berderai air mata.

LR mengaku ketakutan tersebut membuatnya tak berani keluar rumah sendirian.

"Masih takut apa gimana gitu," kata LR tak kuat menahan air mata.

"Masih (beraktifitas re) tapi dianter-anter sampai tujuan," ucapnya.

4 dari 7 halaman

SN dikenal sebagai pembuat onar

Ternyata tidak hanya karena teror sperma Tasikmalaya SN dianggap meresahkan, di kampung tempat tinggalnya ia bahkan dikenal sebagai tukang onar. Hal ini diketahui berdasarkan informasi yang didapatkan polisi. Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro menyebut, sosok SN bahkan kurang disukai oleh warga sekitar.

"Berdasar keterangan pihak keluarga terlapor, diakui memang anaknya tersebut kurang disenangi di daerahnya dan dikenal pembuat onar," ujarnya.

5 dari 7 halaman

Tetangga pelaku juga pernah jadi korban

Seorang tetangga juga membuat pengakuan mengejutkan soal kelakuan pelaku teror sperma Tasikmalaya itu. Ia menyebut, ada kelakuan SN yang sempat meresahkan para tetangga. Diketahui SN bahkan sampai di sidang bersama Ketua RT akibat dari perbuatannya. Menurutnya, SN pernah ketahuan mengintip perempuan. Kejadian ini sudah lama, yaitu dua tahun lalu.

"Ketahuan mengintip perempuan di rumah warga dua tahun lalu," ujar Pardiana.

Pria tersebut diketahui naik atap rumah warga untuk mengintip korbannya. Dari atap itulah, pemuda berusia 25 tahun itu melancarkan aksinya. Perempuan yang diintip juga memberikan pengakuan bahwa SN pelakunya.

"Korbannya mengatakan diintip pelaku," kata Pardiana.
6 dari 7 halaman

Kelakuan SN meresahkan

Kemudian, SN langsung di sidang bersama Ketua RT untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, SN justru tak mengaku mengintip perempuan.

"Pernah di sidang bersama RT tapi tidak mengakui," ujarnya.

Selain meresahkan karena hal itu, ternyata dikenal memiliki kelakuan yang aneh.

"Kadang memang kelakuannya sedikit aneh," katanya.
7 dari 7 halaman

Profil pelaku

Kebiasaan lain yang terlihat dari pelaku teror sperma Tasikmalaya ini yaitu kerap minum-minum. Diketahui, si pelaku teror sperma ini masih bujangan. Kini, ia diketahui tak memiliki pekerjaan yang tetap. Namun, SN sempat bekerja di tempat penjualan ayam potong.
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : queen

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam