1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. METRO
Detik-detik istri oknum polisi ngamuk dan labrak pegawai puskesmas yang merebut suaminya

Penulis : Queen

6 Maret 2018 12:00

Pelakor atau perebut laki orang sedang marak di negeri ini. Usai heboh kasus Bu Dendy, kini heboh sebuah video pendek berdurasi 3 menit yang berisi detik-detik pertengkaran seorang yang mengklaim sebagai istri sah oknum polisi dengan seorang terduga pelakor yang tak lain adalah oknum pegawai puskesmas. 
Video tersebut beredar di kalangan warganet di Makassar, Sulawesi Selatan sejak Senin (5/3/2018). Berdasarkan keterangan pada video yang terunggah melalui YouTube dan Facebook, peristiwa ini diklaim terjadi di Puskesmas Pattingalloang, Jl Barukang VI nomor 15, Ujung Tanah, Pattingaloang Baru, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.
Insiden bermula saat seorang wanita muda yang mengklaim sebagai isrti oknum polisi bersama dengan wanita muda lain yang diduga kerabatnya masuk ruangan puskemas untuk menemui terduga pelakor. Di dalam, terduga pelakor tersebut mengenakan baju keki yang dilengkapi logo Bakti Husana pertanda bekerja pada bidang kesehatan serta logo Pemkot Makassar pada lengan.
Seperti berusaha meluapkan amarahnya, terduga istri sah oknum polisi tersebut yang berambut panjang langsung melabrak dan menjotos terduga pelakor. Langsung terdengar kata-kata “Kurang ajar inie.”
Seorang wanita paruh baya yang diduga rekan kerja terduga pelakor kemudian berusaha melerai kedua belah pihak dan menghalau serangan terduga korban pelakor karena situasi memanas. Aksi saling tunjuk dan berusaha saling jambak juga semakin memperpanas suasana.
Terdengar lagi ujaran kalimat, “Suamiku kau selingkuh.” Kata “kurang ajar” juga beberapa kali terdengar terlontar di antara kalimat pada awal insiden. Dari balik kamera yang merekam insiden terlontar kalimat, “Ada pelakor, pelakor.”
Usai dihalangi, terduga pelakor kemudian digiring keluar ruangan. Di luar, sejumlah warga dan pegawai berkerumun menyaksikan kejadian yang heboh pada siang hari tersebut. Saat di luar ruangan, terduga korban bukannya mulai tenang ketika melihat semakin banyak warga yang menonton. Ia malah mengajak terduga pelakor untuk keluar dan duel dengan dirinya.
“Eh, keluar-ko sini,” demikian terdengar dari luar ruangan dalam dialek Makassar.
Terduga pelakor yang juga terlihat emosi dipermalukan, memilih tak menerima tantangan duel tersebut. Ia tetap berada di dalam ruangan.  
Pintu kemudian ditutup, namun terduga korban kembali berusaha masuk ruangan untuk melampiaskan dendamnya. Sejumlah orang terdengar kembali berusaha menenangkan terduga korban dengan cara mengingatkan jika aksinya itu berlangsung di kantor pemerintah.
“Kantor inie, kantor (pemerintah)” kata seorang bersuara mirip pria.
“Tidak, karena kurang ajar sekali, pak. Kurang ajar sekali,” kata seorang bersuara mirip wanita dari belakang kamera.
Terduga korban pelakor akhirnya memberontak.  Dia memaksa agar si terduga pelakor dikeluarkan dari dalam ruangan.
“Suruh keluar, kurang ajar sekali itu perempuan. Semakin menjadi-jadi,” kata lagi seorang wanita yang mengaku bersaudara dengan korban pelakor.
Ingin suasana cepat mereda, wanita lain berseragam pun berusaha menenangkan terduga korban. Berbagai kalimat bujuk rayu terdengar. Namun, si terduga korban tetap tak tenang juga.
“Suruh keluar. Sengaja memang kita mau bikin malu di sini,” demikian terlontar dari belakang kamera.
Terduga korban pelakor lalu mengungkapkan jika dirinya memiliki anak dan kenapa terduga pelakor tega merebut suaminya.
“Ada anakku, ada anakku. Kenapa kau mau na-nikahi suamiku,” kata korban bernada  penuh amarah.
Sementara seorang pria paruh baya menasihati korban soal perasaan istri ketika suami berbagi cinta dengan wanita lain. Pada ending video, korban terdengar meledek pelakor yang mengadu kepada suaminya.
"Menelepon-ki itu, menelepon-ki suamiku (untuk mengadu)," kata korban.

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : queen

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam