1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. METRO
Diary Sedih Seorang Siswi SMP di Tulungagung Mengaku Kerap Diperkosa Ayah Tiri Didepan Ibu Kandung

Penulis : Queen

3 Desember 2019 11:31

Siswi SMP jadi korban kekerasan seksual dalam keluarga

Planet Merdeka - M (15), siswi SMP yang menjadi korban kekerasan seksual ayah tirinya mencurahkan isi hatinya melalui tulisan. Di buku prakarya, ia bercerita mulai dari didekati ayah tirinya, TW (33), saat ibunya yang berinisial T, mengalami gangguan kejiwaan.

M menaruh harap ibunya bisa melindunginya, jika kondisinya pulih. Namun saat bercerita pada T, M hanya dipesan agar menolak jika diajak bersetubuh. Saat M menolak, TW malah marah dan terjadi pertengkaran. Pertengkaran itu kemudian membuat T kembali kambuh gangguan kejiwaannya.

“Sejak kelas 5 SD sampai sekarang saya manut diperlakukan apa saja,” tulis M.

2 dari 6 halaman

Ibu korban tidak menolong anaknya

Yang miris, saat T tahu hubungan terlarang ini, ia tidak membela M. T takut jika TW malah menceraikannya. Bahkan M menulis, T merestui hubungannya dengan TW.

“Padahal (ibu) satu-satunya harapan untuk menolong masa depan saya. Tapi saya kecewa,” ungkap M.
3 dari 6 halaman

Kronologi

Lebih gilanya pada Senin (25/11/2019), TW mengulangi perbuatannya di depan T. Bahkan TW meminta T untuk bergabung dalam aktivitas hubungan terlarang itu. Perbuatan keji itu terakhir dilakukan pada Rabu (27/11/2019) pagi, saat M akan berangkat sekolah. M sudah mengenakan seragam, TW memintanya naik ke lantai atas.

“Di lantai atas, saya diperlakukan yang aneh-aneh. Padahal saya mau berangkat ke sekolah pukul 6 dan itu saya berseragam,” tulis M mengakhiri curhatnya.
4 dari 6 halaman

Korban selalu murung

Perbuatan tidak senonoh TW kepada M dilakukan selama empat tahun terakhir. Kasus ini terungkap saat guru Bimbingan dan Konseling (BK) melihat M selalu murung. Saat dilakukan konseling, M bercerita sudah lama menjadi korban nafsu biadab sang ayah tiri, TW. Pihak sekolah kemudian melapor ke bibi M dan kemudian melapor ke Polres  Tulungagung.
5 dari 6 halaman

Berawal dari kecurigaan Guru

Personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung  menangkap TW (33), seorang laki-laki asal Kecamatan Tulungagung. TW diduga telah menggauli anak tirinya berinisial M. Perbuatan tidak senonoh ini dilakukan TW sejak empat tahun lalu, saat M masih SD hingga SMP.

Perilaku buruk TW terbongkar, bermula dari sikap M yang selalu murung di sekolah. Pihak sekolah kemudian melakukan konseling terhadap M. Saat itulah M mengaku sudah lama menjadi korban nafsu jahat ayah tirinya.

Pihak sekolah kemudian memanggil bibi korban, untuk mengambil sikap atas pengakuan M. Informasi yang didapat dari pewarta, perbuatan ini berlangsung sejak 2015. TW terakhir kali melampiaskan nafsunya pada Rabu (27/11/2019) pagi. Bibi korban yang mendengar pengakuan M, kemudian membuat laporan ke Polres  Tulungagung.
6 dari 6 halaman

Keterangan pihak kepolisian

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas, Ipda Anwari, mengaku telah merespons laporan dari bibi korban. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap TW pada Kamis (28/11/2019).

“Terduga pelaku sudah kami amankan untuk menjalani proses hukum,” terang Anwari, Minggu (1/12/2019).

Saat ini TW sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan ruang tahanan di Mapolres Tulungagung. Anwari belum bisa memberikan keterangan lebih jauh, karena kasus ini masih didalami oleh UPPA Polres Tulungagung. Anwari berjanji memberikan penjelasan lanjutan, jika proses penyidikan telah selesai.

“Satu atau dua hari ke depan paling sudah selesai,” ungkap Anwari.
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : queen

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam