1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. METRO
IPW Nilai Surat Brigjen Junior Tumilaar Diluar Pakem TNI

Penulis : Iwan.S

22 September 2021 11:07

Dugaan adanya penyalahgunaan kewenangan

Planet Merdeka - Sugeng Teguh Susanto, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), menyoroti Brigjen Junior Tumilaar yang membuat surat terbuka kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, TNI mempunyai garis komando yang jelas dan kuat. Tindakan Brigjen Junior Tumilaar membuat surat terbuka adalah suatu tindakan yang sangat diluar pakem TNI.

"Apalagi selama ini sinergitas TNI dan Polri oleh pimpinan tertinggi sungguh-sungguh dijaga," kata Sugeng di Jakarta, Senin (20/09/2021).

Sugeng menilai, tindakan diluar pakem yang dilakukan Brigjen Junior Tumilaar bisa jadi disebabkan dugaan backing Polres pada pengusaha sudah sangat kasat mata dan tidak bisa ditolerir lagi. Sehingga menimbulkan sikap keberpihakan pelapor yang tidak bisa diredam untuk diungkap secara terbuka ke publik dengan resiko pelapor akan terkena teguran dari Kasad dan atau panglima TNI.

"Sepertinya pelapor sudah siap dengan resiko tersebut," jelasnya.

IPW mendorong Kapolri untuk memerintahkan Kapolda Sulut menurunkan tim pemeriksa guna lakukan verifikasi dan memeriksa dugaan adanya penyalahgunaan kewenangan oleh Polresta Manado terkait tuduhan pelapor Brigjen Junior Tumilaar tentang dugaan kriminalisasi dan backingan Polres pada pengusaha. Apalagi dalam kasus ini, pihak Polres telah menurunkan Brimob.

"Sangatlah tidak relevan menurunkan Brimob karena akan menimbulkan gesekan dibawah antara Polri dan TNI," tandasnya.

Sugeng menyarankan, pimpinan di kewilayahan yakni Kapolres dan Komandan Kodim (Dandim) saling berkordinasi untuk menyelesaikan kasus guna mencegah ekses potensi konflik antar keduanya. Karena surat terbuka yang ditulis tangan oleh seorang anggota TNI apalagi perwira tinggi sangat bertentangan dengan norma tata kehidupan prajurit.

Surat terbuka yang saat ini viral itu juga dapat dikategorikan membangun opini publik dan berpotensi memancing kemarahan publik dan atau memicu konflik komunal, baik antara masyarakat dengan masyarakat, antara masyarakat dengan Polri maupun konflik antara TNI dan Polri.

Baca Selanjutnya: Penahanan....

Halaman

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : iwan-gondrong

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya