1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. METRO
Keji, Pembunuh Bayaran Ini Hanya Diupah Rp 70ribu Untuk Habisi Nyawa Seorang Bocah

Penulis : Ronz

27 September 2021 14:59

Target yang dibunuh adalah MYP (8 tahun), anak tiri SA.

Planet Merdeka - Kekejian seorang pelaku pembunuh bayaran di Kabupaten Indramayu terkuak. Ia hanya diupah Rp70 ribu untuk menghabisi nyawa bocah Kelas 2 SD.

Pembunuh bayaran itu adalah SAP alias Wading (24), warga Desa Benda Kecamatan Karangampel, Cirebon, Jawa Barata.

Mengutip dari media lokal setempat, dan dari pemeriksaan keterangan oleh polisi terungkap, jika dirinya diperintah dengan upah Rp70 ribu oleh SA, wanita yang masih tetangganya. Target yang dibunuh adalah MYP (8 tahun), anak tiri SA.

Sang ibu tiri, SA, memberikan uang imbalan sebesar Rp70 ribu ke SAP seraya memerintahkan untuk menghabisi nyawa bocah malang itu.

"Arep dijeburaken, arep digawa mendi pujare bae (mau ditenggelamkan, mau dibawa kemana, terserah saja)," kata SAP menirukan perintah SA dihadapan penyidik Kepolisian.

Perintah itu lalu dilaksanakan Sap. MYP dibawa Sap dari rumahnya menggunakan sepeda motor. Sap berkeliling mencari lokasi dan momen yang tepat.

2 dari 2 halaman

Kronologi berdasar pengakuan pelaku.

Ia akhirnya membawa korban ke Sungai Prawira. Ia menuju ke tengah areal persawahan, berjarak sekitar 400 meter dari jalan raya Balongan-Simpang Lima Indramayu, Jawa Barat.

Di lokasi sepi itu, korban lalu didorong ke sungai. Menurut Sap, korban sempat meronta dan berteriak meminta pertolongannya.

"Emong..emong (tidak mau, tidak mau)," teriakan korban ditirukan pelaku.

Sap tak langsung pergi. Ia diam beberapa saat untuk memastikan bahwa korban sudah tenggelam ke dasar sungai.

"Beberapa hari kemudian, mayat korban ditemukan terapung dalam kondisi membusuk. Dan kami memulai penyelidikan kasusnya," ungkap Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif melalui Kapolsek Balongan AKP Febry H Samosir, Selasa, 21 September 2021.

Dengan menyewa jasa pembunuh bayaran, seorang wanita berinisial SA (21 tahun) di Kabupaten Indramayu, tega menghabisi nyawa anak tirinya yang masih kelas 2 SD. [*imrn]


  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : imron

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya