1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. METRO
Kunjungan Kerja ke Dieng, Menteri Sandiaga Uno Beri Bantuan Modal Untuk Seniman Tari Topeng

Penulis : Mulyono Sri Hutomo

15 Oktober 2021 17:00

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf RI), Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Desa Wisata Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf RI), Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Desa Wisata Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Mas menteri, panggilan akrabnya, mengunjungi Dieng sebagai bagian dalam rangkaian kerja Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 pada Rabu, (6/10/2021).

Menteri Sandiaga Uno mengaku sangat tertarik dengan berbagai macam kesenian di Indonesia. Satunya diantarnya adalah seni topeng yang ditemuinya saat mengunjungi Desa Wisata Dieng Kulon.

Dalam kunjungannya, Mas Menteri memberikan bantuan modal untuk membuat topeng dan kostum sebesar Rp 20 juta. Menurutnya, bantuan ini adalah salah satu bukti kecintaannya dengan berbagai macam kesenian di Indonesia. Salah satunya adalah seni topeng untuk tarian.

"Saat ini, tamu-tamu wisatawan sudah mulai berdatangan ke Dieng. Sehingga tidak layak untuk mementaskan kesenian dengan pakaian yang lusuh," kata Sandiaga Uno.

Oleh karenanya, lanjut Sandi, dirinya memberikan bantuan membelikan pakaian dan topeng sehingga bisa lebih layak tampil. Menurutnya, masih adanya kesenian model seperti ini di kawasan Dieng memang harus terus dilestarikan.

Dalam kunjungannya, Mas Menteri juga melihat produk suvenir kriya lukisan kayu, tongkat pringgodani, dan topeng lengger.

2 dari 3 halaman

"Terimakasih, Mas Menteri"

Seniman yang menerima bantuan yakni Mbah Mujiono. Seniman topeng senior asal Dieng ini mengatakan, harga baru set pakaian tari seharga Rp 2,5 juta, dan harga satu topeng seharga Rp 500 ribu.

"Ini cukup untuk membuat 20 unit topeng dan 4 set kostum tari," kata Mbah Mujiono saat ditemui Mas Menteri.

Mbah Mujiono juga mengaku memiliki 35 penari yang ikut menampilkan Topeng Lengger. Mas Menteri memberi bantuan seniman tersebut dengan memberi uang modal membuat 20 topeng yang masing-masing seharga Rp 500 ribu per topeng dan empat pasang pakaian tari baru sehingga total yang diberikan adalah Rp 20 juta.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Mas Menteri, dia itu pemimpin yang peduli," tegasnya.

Sebelumnya, Mas mentri mendengarkan curhat Mbah Mujiono dan seniman lain tentang Topeng Lengger Dieng Kulon dan pakaian tari yang sudah mulai rusak dan lusuh.

"Padahal kami pernah diajak untuk tampil di festival kebudayaan di Thailand, sehingga bantuan Mas Menteri ini sangat berarti bagi kami sehingga bisa lebih layak tampil," optimisnya.

Lebih lanjut Mbah Mujiono mengatakan, karena sedang Pandemi COVID-19, maka pihaknya masih menunggu kepastian untuk bisa berangkat ke Thailand untuk mementaskan tarian tersebut.

Di akhir obrolannya dengan para seniman, Mas Menteri Sandiaga meminta kepada Mbah Mujiono untuk melaporkan apa yang sudah dibelinya kepada Kepala Desa sebagai wujud pertanggungjawaban.

3 dari 3 halaman

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Desa Wisata Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, di Jawa Tengah masuk dalam 50 Desa Wisata dalam rangkaian Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 merupakan salah satu program pengembangan kepariwisataan Indonesia yang sedang di galakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan mengangkat tema “Indonesia Bangkit”.

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 merupakan salah satu program pengembangan kepariwisataan Indonesia yang sedang di galakkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dengan mengangkat tema “Indonesia Bangkit”, program ini diharapkan mampu mewujudkan visi “Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat”.

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 mengusung 7 tujuh kategori penilaian bagi desa wisata pendaftar, diantaranya: CHSE, Desa Digital, Souvenir (Kuliner, Fesyen, Kriya), Daya Tarik Wisata (Alam, Budaya, Buatan), Konten Kreatif, Homestay dan Toilet.

Dimana kategori tersebut diharapkan mampu mendorong berkembangnya desa wisata menjadi wisata berkelanjutan dan sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas yang dapat diikuti oleh semua desa di Indonesia.
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : mulyono-sri-hutomo

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya