1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. METRO

Inilah Rumah Kuno Peninggalan Belanda Milik Menteri Susi Pudjiastuti

Penulis : Moana

24 Mei 2019 10:20

Susi Pudjiastuti dikagumi banyak orang

Planet Merdeka - Sosok Susi Pudjiastuti dikenal masyarakat sejak dirinya menjabat sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan. Sejak kemunculannya sebagai menteri, Susi memang kerap kali menjadi sorotan publik.

Penampilannya yang nyentrik selalu mengundang perhatian masyarakat. Bukan hanya itu, sikapnya yang tegas juga membuatnya semakin dikagumi dan diidolakan banyak orang.

Susi juga dikenal sebagai seorang menteri yang mampu memahami masalah para nelayan di Indonesia. Tak heran kemudian ia membuat kebijakan-kebijakan yang bisa memberikan keuntungan untuk nelayan di negeri ini.

2 dari 10 halaman

Susi Pudjiastuti tampil dalam fashion show

Dan baru-baru ini, Susi didapuk untuk menjadi model dari desainer kondang Anne Avantie. Ya, dalam acara Jakarta Fashion Week beberapa hari yang lalu, Susi terlihat berlenggak-lenggok di atas catwalk.

Susi tampil menawan dengan menggunakan busana etnik. Bukan hanya itu, penampilannya semakin menarik dengan sepatu boot yang dikenakannya disertai turban yang dipakainya. Bukan hanya itu, Susi pun memadukannya dengan kacamata hitam.
3 dari 10 halaman

Dirikan perusahaan dan beli pesawat

Menteri kelahiran Pangandaran, Jawa Barat ini memang sudah sangat lekat dengan kehidupan nelayan. Pasalnya wilayah Pangandaran sendiri sangat identik dengan lautnya. Dan sejak kecil Susi pun sudah akrab dengan laut.

Maka dari itu, usaha yang didirikannya hingga sesukses sekarang ini tak jauh dari hasil laut. Susi mendirikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product sejak tahun 1996. Produk unggulan dari perusahaan yang dimiliki oleh Susi itu adalah berupa lobster yang diberi merek "Susi Brand."

Dan pada tahun 2004 lalu, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar dengan menggunakan pinjaman dari bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna itu adalah Susi Air.
4 dari 10 halaman

Miliki bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda

Dan ternyata Susi memiliki sebuah rumah yang merupakan bangunan kuno dengan arsitektus masa kolonial Belanda yang diberi nama Gedong Uyeng. Susi pun tak ingin rumah yang sarat dengan kisah masa lampau itu berpindah tangan ke orang lain.

Gedong Uyeng sendiri terletak di Jalan Raya Babakan Nomor 156, Dusun Bojongsari, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran. Bangunan tersebut saat ini dalam keadaan kosong. Meski begitu ada petugas yang menunggu dan membersihkan bangunan itu dari pagi hingga sore hari.
5 dari 10 halaman

Gedong Uyeng milik Menteri Susi dilengkapi teras di bagian depan

Berdasarkan informasi dari BPCP Banten, Gedong Uyeng sendiri berdenah segi empat, berukuran 12,85 meter (m) x 9 m dan didirikan di atas batu.

Atap bangunan Gedong Uyeng ini berbentuk pelana (limasan). Dan dilengkapi dengan penutup atap berupa genteng tanah liat yang merupakan genteng baru. Selain itu, bangunan ini juga dilengkapi dengan teras di bagian depan.

6 dari 10 halaman

Dibangun di atas lahan dengan ketinggian 19 mdpl

Pada teras sisi barat dan selatan terdapat pagar langkan. Sementara itu, untuk atap teras ditopang beberapa pilaster yang saling terhubung dan berbentuk persegi yang ujungnya lengkung.

Untuk langit-langitnya sendiri ditutup dengan gypsum berwarna putih. Dan lantai teras serta bagian dalamnya adalah ubin berwarna abu-abu. Rumah kuno milik Susi ini memiliki luas sekitar 115 meter persegi. Rumah ini dibangun di atas lahan dengan ketinggian sekitar 19 meter di atas permukaan laut (mdpl).

7 dari 10 halaman

Rumah Susi Pudjiastuti

Sementara itu, selain dari rumah kuno tersebut, dikutip dari IDEA online, diketahui bahwa dari hasil usahanya dan kerja kerasnya itu, Susi berhasil membangun sebuah rumah mewah di daerah asalnya Pangandaran. Rumah itu berdiri di atas tanah seluas 5 hektar. Rumah Susi tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tapi juga untuk kegunaan yang lain.

Di dalam rumah Susi ternyata terdapat sebuah layar besar yang digunakan untuk memantau pergerakan seluruh pesawat Susi Air melalui GPS. Bukan hanya itu, di rumah tersebut, juga bisa memesan tiket pesawat Susi Air.

8 dari 10 halaman

Terdapat flight simulator

Ilustrasi flight simulator

Di rumah tersebut, juga terdapat flight simulator dan Training Center. Bahkan, peralatan canggih nan berkualitas untuk flight simulator juga telah tersedia lengkap.

Dan di tempat tersebut, ternyata para calon pilot juga dapat berlatih hingga mahir untuk mengemudikan pesawat. Bukan hanya itu, mereka juga bisa belajar untuk menghadapi berbagai rintangan yang bisa saja terjadi ketika sedang menerbangkan pesawatnya.

9 dari 10 halaman

Terdapat asrama

Dan di rumah milik Susi tersebut ternyata juga terdapat bangunan yang ditujukan sebagai asrama. Asrama itu untuk para pekerja Susi Air.

Di sana total ada 6 mess dan kesemuanya itu ditujukan untuk para pekerjanya. Dan ternyata mess itu ditempati oleh sekitar 400 orang pekerja.

10 dari 10 halaman

Terdapat hotel

Bukan hanya mess untuk para pekerja, di sana juga terdapat sebuah hotel yang diberi nama Alvy Guest House. Alvy Guest House juga dikenal sebagai Hotel Menteri Susi. Lokasinya ternyata tak jauh dari laut hanya membutuhkan waktu 10 menit jalan kaki untuk ke laut.

Selain itu, di hotel tersebut fasilitasnya juga hampir sama dengan penginapan pada umumya, seperti mendapat sarapan. Bukan hanya itu setiap kamar dilengkapi dengan pemandangan langsunh ke taman, AC, air panas/ dingin, televisi, dan Wifi untuk kamar standar dengan harga Rp 500 ribu per malam.

Untuk yang Deluxe fasilitasnya lebih istimewa. Pasalnya pemandangannya langsung ke kolam renang. Fasilitasnya AC, air panas/ dingin, televisi, kettle air, dan Wifi. Harganya per malam dipatok Rp 600 ribu.

Selain itu ada pula kolam renang, ruang meeting dengan kapasitas maksimal 50 orang. Di hotel tersebut juga terdapat sebuah restoran.

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : moana

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya