1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. METRO
Puluhan Polisi Antarkan Anak Kecil ini Saat Hari Pertamanya Sekolah. Alasannya Mengharukan!

Penulis : mulan

8 Agustus 2017 16:58

Sersan Tuzollo tertembak oleh kawanan perampok di kawasan Bronx.


Planet Merdeka - Hari pertama masuk sekolah adalah salah satu momen terpenting dalam kehidupan. Baik untuk si anak yang akan menjalankan kegiatan belajar ataupun orangtuanya.

Nah, pernah kebayang ga sih kalau hari pertama sekolahmu diantarkan oleh puluhan polisi berseragam lengkap?. Pasti kalau sekarang kamu bakal langsung ketakutan, 'kan?.

Ternyata, ada alasan mulia dibalik kejadian langka ini lho. Melansir dari Life Daily, Seorang anak bernama Austin dari New York, Amerika Serikat mulai bersekolah di taman kanak-kanak pada pekan lalu.

Tentunya hal itu merupakan momen yang paling ditunggu oleh Austin. Setidaknya, Austin berharap dia bisa ditemani berangkat ke sekolah oleh kedua orangtuanya.

Namun sayang, ayah Austin, Sersan Paul Tuozzola tidak bisa mengantarkan anak semata wayangnya. Pasalnya, dia meninggal dalam tugas tahun lalu. Sersan Tuzollo tertembak oleh kawanan perampok di kawasan Bronx. Dia mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan bahwa terjadi penerobosan di sebuah rumah.

Sejak peristiwa mengenaskan itu, semua anggota polisi di kantor tempat ayah Austin bertugas selalu mendukung istri Tuozollo Lisa dan putranya. Lalu, saat Austin memulai hari pertamanya bersekolah, sekitar 30 polisis datang ke rumahnya.

Mereka ingin menggantikan tugas mendiang Sersan Tuozollo untuk mengantarkannya sampai ke sekolah.


“Sejak Sersan Tuozollo tidak dapat menemani putranya menunggu bus sekolah di hari pertamanya sekolah, 43 anggota keluarganya memastikan bahwa si kecil Austin tidak sendirian pada momen paling penting ini.Kami berjanji tidak akan melupakannya dan akan selalu ada untuk keluarganya.Semoga harimu menyenangkan, Austin” tulis Letnan Emmanuel Kwo di akun Facebook pribadinya.Aksi mengharukan anggota polisi New York ini mmbuat Lisa sangat bergembira.Begitu Lisa dan Austin membuka pintu, mereka sudah disambut oleh keluarga besarnya tersebut.“Pada hari suamiku tewas, mereka mengatakan akan selalu ada untuk mendukungku dan Austin, dan mereka benar-benar membuktikan perkataan mereka,” kata Lisa pada Life Daily.

Austin pun merasa sangat bahagia karena ditemani oleh rekan-rekan ayahnya saat pergi ke sekolah di hari pertamanya.

"Austin sangat senang ketika akan naik bus sekolah."

"Menyenangkan sekali untuk tahu bahwa semua orang mendukungku, seperti Paul mendukungku. Jadi aku akan melakukan yang terbaik untuk anakku,” tegas Lisa.

sumber
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : mulan

ARTIKEL SEJENIS

KOMENTAR ANDA

ARTIKEL LAINNYA

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam

Laporan anda sudah kami terima.