1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. SEHAT
Waspada Penularan Virus Cacar Monyet, Kenali Gejala dan Pencegahannya Agar Tidak Tertular

Penulis : Kang Aladin

15 Mei 2019 08:57

Waspada Penularan Virus Cacar Monyet, Kenali Gejala dan Pencegahannya Agar Tidak Tertular

Virus Cacar Monyet - Publik kembali digegerkan dengan adanya kabar penyembaran virus monkeypox atau cacar monyet. Bahkan, di Singapuran virus ini tengah diwaspadai lantaran pemerintah Singapura telah mengkonfirmasi adanya virus cacar monyet di negara mereka.

Pemerintah menduga bahwa virus tersebut terbawa oleh seorang warga Nigeria yang berkunjung ke Singapura pada 28 April 2019 lalu dan ia terbukti positif terkena virus cacar monyet pada 8 Mei 2019. Lantas apa sebenarnya virus cacar monyet atau monkeypox ini ? Simak ulasannya berikut ini. Sekilas Mengenai Virus Cacar Monyet Atau Monkeypox Dikutif dari Kompas.com, cacar monyet merupakan salah satu penyakit langka yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini ditularkan pada manusia dengan melalui hewan, seperti tikus atau hewan pengerat lainnya, terutama di kawasan Afrika Tengah dan Barat. Seseorang juga bisa tertular virus cacar monyet melalui kontak darah, cairan tubuh, atau mukosa (selaput lendir, red) hewan yang terinfeksi.

Lalu bagaimana gejala cacar monyet ?

Menurut World Health Organization (WHO), Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa, gejala cacar monyet baru akan muncul ketika 14 hingga 21 hari sejak orang tersebut terinfeksi virus. Namun sebelum gejala muncul, cacar monyet biasanya diawali dengan periode inkubasi selama 6 sampai 16 hari. Dimana penderita akan mengalami demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, nyeri otot, dan kekurangan energi selama 5 hari.

Apabila, virus telah menyebar, maka penderita akan mengalami demam selama 1 sampai 3 hari sebelum akhirnya memunculkan yang dimulai dari wajah hingga menjalar ke seluruh tubuh. Periode ini disebut sebagai periode erupsi kulit.

Dalam kurun waktu 10 hari, luka berganti menjadi lepuhan berisi cairan, bintil dan akhirnya kerak. Dan untuk mengkilangkan kerak bekas cacar ini, setidaknya membutuhkan waktu selama 3 minggu.

Bagaimana penyebaran virus cacar monyet di Indonesia ?

Hingga saat ini memang belum ada konfirmasi terkait penyebaran virus cacar monyet di Indonesia. Namun Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran virus tersebut.

Kemenkes juga memperketat pintu masuk ke Indonesia. Terutama dikawasan yang paling dekat dengan Singapuran seperti Riau, Batam hingga bandar udara yang memiliki rute penerbangan dari Singapuran ke Indonesia atau sebaliknya.

Sementara di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Nila memastikan sudah dilengkapi peralatan pendeteksi suhu tubuh. Dengan demikian, penumpang yang terdeteksi memiliki suhu tubuh tinggi, akan langsung dikarantina untuk diperiksa secara medis.

Bagaimana langkah pencegahan agar tidak tertular virus cacar monyet ?

Ada beberapa langkah pencegahan yang bisa anda lakukan agar tidak terular virus cacar monyet. Diantaranya : Rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau antiseptik Menghindari kontak dengan tikus dan primata (terutama jika sudah terinfeksi) Batasi paparan langsung terhadap darah dan daging yang tidak dimasak dengan baik Membatasi kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau hal yang bisa menularkan virus Memakai sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya saat menangani atau menginteraksi dengan hewan atau orang sakit Terapkan pola hidup sehat dan bersih Demikian informasi yang bisa kami berikan terkait penyebaran, gejala hingga langkah pencegahan agar tidak tertular virus cacar monyet atau monkeypox. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi anda.

Baca juga : 4 Cara Mudah Mengatasi Alergi Dingin Saat Musim Hujan

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : kang-aladin-1023720

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam