1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. SELEBRITY
Dewi sandra dan Indra Bekti dianggap melecehkan Niqab

Penulis : Aleolea Sponge

17 Juli 2017 13:46

Agama memang menjadi hal yang sangat sensitif untuk dibahas.

Setelah Ahok, kini dua public figure ini juga dianggap melakukan penistaan.

Dewi Sandra dan Indra Bekti harus panen komentar netizen setelah mengisi sebuah acara.

Jumat (07/07/2017) Dewi Sandra menghadiri acara launching film Ayat-Ayat Cinta 2.

Indra Bekti pun didapuk sebagai MC untuk membawakan acara tersebut.

Mereka pun membuat sebuah games untuk menebak 2 pemain baru dalam film Ayat-Ayat Cinta 2 ini.

Tim tampak menghadirkan 10 wanita yang menggunakan cadar atau niqab.

Satu diantara 10 wanita tersebut adalah Dewi Sandra.

Para penonton pun diminta untuk mengeliminasi 8 wanita yang menurut mereka bukanlah pemain Ayat-Ayat Cinta.

Sebagai bukti, perempuan tersebut diminta untuk membuka cadar.

Namun beberapa orang menyayangkan permainan tersebut karena menganggapnya sebagai sebuah bentuk pelecehan terhadap perempuan yang memakai niqab.

Dewi Sandra dan Indra Bekti pun meminta maaf dan memberikan klarifikasi lewat akun Instagram masing-masing.

Kabar ini pun terdengar sampai ke telinga istri Caesar, Indadari.

Indadari yang kini menggunakan cadar pun menyesalkan permainan yang mereka buat ini.

Tak hanya Indadari, Oki Setiana Dewi juga sudah mendengar kabar yang beredar.

Dilansir Tribunstyle.com dari akun Instagram @jenk_kelin_official, Indadari mengaku sedih melihat video yang beredar.

Indadari juga membahas video yang sedang ramai dibicarakan ini bersama teman-teman komunitasnya.

Mereka pun merasa kalau niqab dilecehkan.

2 dari 5 halaman
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : aleole

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam