1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. SELEBRITY
Film Kemarin, Cerita Perjalanan Band Seventeen Segera Tayang di Bioskop

Penulis : OctaWilly

24 Maret 2020 21:14

Film ini akan menjadi kenangan dan pengungkap fakta perjuangan band asal Yogyakarta itu hingga dipisahkan maut.

Planet Merdeka - Tragedi Tsunami Tanjung Lesung, Anyer, Banten pada akhir tahun 2018 menjadi pukulan terberat bagi keluarga besar Band Seventeen. Namun kehidupan harus terus berlanjut.

Film Kemarin menjadi kenangan dan pengungkap fakta perjuangan band asal Yogyakarta itu hingga dipisahkan maut. Setelah setahun lebih peristiwa yang terjadi pada 22 Desember 2018 itu, Seventeen merampungkan produksi film semi dokumenter mereka bertajuk "Kemarin".

2 dari 5 halaman

Tragedi Tsunami membawa pergi Awal Purbani alias Bani (bass), Herman Sikumbang atau Herman (gitar), Windu Andi Darmawan alias Andi (drum), serta Oki Wijaya (road manager). Dylan Sahara, istri Ifan Seventeen, serta Ujang (kru) juga menjadi korban tragedi itu.

Perlu diketahui, dua minggu sebelum tragedi terjadi, Seventeen dan manajemen band melakukan pertemuan yang memutuskan 3 hal. Salah satunya adalah pembuatan film dokumenter perjalanan Seventeen.

Manajemen mulai merancang semua dokumen perjalanan selama hampir 20 tahun Seventeen. Rencana tersebut diurungkan karena tsunami menimpa mereka.
3 dari 5 halaman

Penemuan kamera milik salah satu personel.

Satu bulan kemudian, 22 Januari 2019, tim manajemen band menemukan kamera milik almarhum Andi yang merekam detik-detik terakhir kebersamaan mereka sebelum manggung. Bahkan momen saat tsunami datang menggulung panggung Seventeen di lagu kedua mereka juga terabadikan.

Kamera Andi ditemukan dalam keadaan rusak, namun memory card masih bisa diakses datanya.

"Setelah menemukan kamera Andi, gue putuskan melanjutkan pembuatan dokumenter Seventeen," kata Dendi Reynando CEO Makarya Pictures, Selasa (24/3/2020).

Ifan awalnya risih diikuti kamera kemana-mana karena salah satu cerita di film Kemarin adalah kejadian setelah tsunami dan dia satu-satunya personel inti yang bertahan hidup.
4 dari 5 halaman

Stok footage yang diolah sebanyak 50 jam lebih.

Upie Guava sang sutradara, yang bersanding dengan Wisnu Surya Pratama sebagai penulis naskah yang sebelumnya mengerjakan proyek film dokumenter.

Footage video menjadi modal awal penulisan film Kemarin. Stok footage yang dimiliki Seventeen berupa mini DV yang terkumpul dari tahun 2003.

Total stok footage yang diolah sebanyak 50 jam lebih. Ditambah lagi mereka memproduksi ulang adegan tsunami dan menggunakan CGI.

"Setiap episode perjalanan Seventeen, kebetulan gue ada didalamnya, dari pertama datang ke Jakarta dengan formasi sebelum Ifan, mengirim demo ke label, sampai pergantian vokalis," kata Upie Guava.

Terlibat di film ini, lanjut Upie Guava, merupakan kehormatan, setidaknya terlibat untuk memberikan sesuatu untuk teman-teman Seventeen yang sudah tidak ada.
5 dari 5 halaman

Film ini menjadi penanda kembalinya Ifan Seventeen

Adrian Syarkawi, CEO Mahaka Radio dan Mahaka Media, mengungkapkan alasan keterlibatannya di film Kemarin.

"Seventeen salah satu band besar Indonesia yang sudah memberikan warna untuk industri musik Indonesia. Dan support untuk Ifan untuk terus berkarya," kata Adrian Syarkawi.

Setelah melalui semua proses produksi, saat preview terakhir dilakukan, Upie Guava, Ifan Seventeen, Dendi sebagai produser, dan tim manajemen, tidak bisa menahan air mata yang jatuh.

Rencananya, film Kemarin akan dirilis pada 23 April 2020 dan akan didistribusikan serta ditayangkan di Negeri Jiran, Malaysia.

Film ini juga menjadi penanda kembalinya Ifan Seventeen secara utuh ke dunia musik Indonesia setelah sebelumnya sempat menarik diri dari panggung dan rehat.
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : octawilly

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya