Unik! Polisi Badut Hibur Anak Penderita Kanker dan Yatim di Hari Kemerdekaan, Aksi Brigpol Ridha Tuai Pujian
Aksi humanis Brigpol Muhammad Ridha, seorang Polisi Badut dari Polrestabes Makassar, menghibur anak-anak penderita kanker dan yatim di Hari Kemerdekaan, menyentuh hati banyak pihak.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah pemandangan humanis terekam di kota Makassar. Brigadir Polisi (Brigpol) Muhammad Ridha, seorang anggota Intelkam Polrestabes Makassar, menunjukkan sisi lain profesinya yang menginspirasi. Ia tampil dengan kostum badut yang ceria untuk menghibur anak-anak penderita kanker dan penghuni panti asuhan, membawa senyum di wajah mereka.
Aksi mulia ini dilakukan di dua lokasi berbeda yang penuh makna, yakni Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia dan Panti Asuhan Assalam. Brigpol Ridha tidak hanya mengenakan kostum badut, tetapi juga menampilkan berbagai trik sulap yang memukau dan interaktif. Kehadirannya berhasil membawa keceriaan dan tawa yang tulus bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit atau hidup di lingkungan panti asuhan.
Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan semangat dan hiburan di momen spesial kemerdekaan bangsa, menunjukkan kepedulian yang mendalam. Sosok Polisi Badut ini membuktikan bahwa pelayanan publik dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, melampaui tugas konvensional. Kehadirannya menjadi oase kebahagiaan dan motivasi bagi mereka yang membutuhkan dukungan moral dan emosional, menegaskan pentingnya empati dalam setiap profesi.
Dedikasi Brigpol Ridha sebagai Polisi Badut
Brigpol Muhammad Ridha bukanlah sosok baru dalam dunia hiburan anak-anak, khususnya sebagai penghibur berkostum. Ia telah menjalankan profesi sampingan sebagai badut penghibur selama bertahun-tahun, jauh sebelum aksi kemerdekaan ini menjadi sorotan publik. Baginya, menghibur masyarakat, terutama anak-anak yang rentan, adalah panggilan jiwa yang ia jalankan dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.
Pada awalnya, Ridha menghadapi keraguan dari banyak pihak, terutama karena statusnya sebagai anggota kepolisian yang identik dengan ketegasan. "Tantangan terbesar di awal banyak yang meragukan saya sebagai polisi, karena memakai kostum badut," ungkapnya saat berinteraksi. Namun, setelah melihat respons positif dari masyarakat dan liputan di media sosial, pandangan skeptis tersebut mulai berubah menjadi apresiasi.
Ridha menegaskan bahwa tugas polisi dan badut memiliki esensi yang sama, yaitu memberikan pelayanan dan hiburan kepada masyarakat. Ia melihat bahwa kedua peran tersebut sama-sama bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan kebahagiaan. Filosofi ini menjadi landasan kuat bagi setiap aksinya sebagai Polisi Badut yang humanis dan dekat dengan rakyat, membangun citra positif kepolisian.
Membawa Tawa di Tengah Perjuangan Hidup
Di Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, belasan anak penderita leukemia tampak sangat terhibur dan antusias. Mereka tertawa lepas dan ceria menyaksikan setiap trik sulap yang disuguhkan oleh Polisi Badut dengan penuh semangat. Pembagian hadiah kecil turut menambah kebahagiaan di wajah-wajah mungil yang sedang berjuang melawan penyakit serius, memberikan mereka momen pelarian dari rutinitas pengobatan.
Ketua Cabang Makassar Yayasan Kanker Indonesia, Nurul Hijriati, menggarisbawahi pentingnya hiburan semacam ini bagi pasien. "Hiburan seperti ini sangat membantu, karena mereka jauh dari kampung halaman dan keluarga," jelasnya, menyoroti kondisi emosional anak-anak. Dukungan masyarakat, termasuk dari Brigpol Ridha, menjadi penyemangat tersendiri bagi para pasien yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang lebih.
Tak hanya di rumah singgah, keceriaan juga menyelimuti Panti Asuhan Assalam di Jalan Aroepala. Brigpol Ridha dengan sigap menghibur anak-anak yatim dengan berbagai trik sulapnya yang interaktif. Ia bahkan mengikatkan bendera Merah Putih di kepala anak-anak dan membagikan bendera kecil, menanamkan semangat nasionalisme. Pengurus panti, Norma, menyatakan kegembiraannya, "Kami sangat senang, baru pertama kali ada badut hadir menghibur anak-anak."
Aksi ini tidak hanya sekadar hiburan sesaat, melainkan sebuah bentuk dukungan moral yang signifikan dan berkelanjutan. Kehadiran Polisi Badut ini memberikan harapan dan motivasi bagi anak-anak untuk terus berjuang dan bermimpi. Mereka diajak untuk sejenak melupakan beban dan merasakan kebahagiaan yang tulus di Hari Kemerdekaan, membangun kenangan indah yang tak terlupakan.