1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. BACKPACKER

Mengenal Ular Berbisa Dari Bentuk Tubuh, Nama Dan Jenisnya Agar Kita Waspada, Awas Di Antaranya Bisa Membunuh Hitungan Menit

Penulis : maveric

30 Juni 2023 18:41

Ciri-ciri ular berbisa perlu diwaspadai oleh semua orang. Di Indonesia, keberadaan ular berbisa di permukiman penduduk menimbulkan kekhawatiran yang serius. Musim hujan menjadi waktu di mana telur-telur ular menetas. Ular-ular ini mampu bertelur di pemukiman karena kehilangan habitat asli mereka.

Kedatangan ular berbisa ke dalam pemukiman merupakan hal yang sangat ditakuti oleh penduduk. Gigitan dari ular ini dapat mengakibatkan kelumpuhan dan bahkan kematian pada manusia. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri ular berbisa.

Setiap jenis ular berbisa memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda. Beberapa jenis ular memiliki ciri-ciri berbisa yang khas. Apabila Anda menemukan ular di sekitar pemukiman, mengenali ciri-ciri ular berbisa dapat membuat Anda lebih waspada.

Mengetahui ciri-ciri ular berbisa ini juga dapat membantu menentukan sikap dan langkah yang harus diambil dalam menghadapi ular tersebut. Berikut ini adalah ciri-ciri ular berbisa beserta jenis-jenisnya yang kita kutip dari Liputan6.com

2 dari 7 halaman

Mengenal ular berbisa

Foto : Pixabay

Secara umum, ular berbisa terbagi dalam jenis Elapidae dan Viperidae. Ular Elapidae yang kerap ditemukan di Indonesia termasuk ular kobra, ular laut, welang, dan cabai. Sementara ular Viperidae contohnya seperti bandotan dan mura.

Baik jenis Elapidae dan Viperidae, keduanya memiliki ciri-ciri tersendiri. Ular-ular Elapidae tersebar luas di seluruh kawasan tropis dan subtropis di dunia, kecuali Eropa, dan sebagian besar spesies tersebar di Australia, Papua, dan beberapa pulau di sekitarnya.

Sementara itu, Viperidae ditemukan hampir di seluruh bagian dunia kecuali Antartika, Australia, Irlandia, Madagaskar, Selandia Baru, berbagai pulau terisolasi seperti Hawaii, dan kawasan dingin di atas Lingkar Kutub.

3 dari 7 halaman

Bentuk Kepala

Pada ular Viperidae, kepalanya berbentuk segitiga yang terlihat jelas lekukan bagian lehernya. Ini merupakan ciri yang paling mudah dikenali pada ular berbisa.

Namun, tak semua ular berbisa memiliki kepala berbentuk segitiga. Beberapa ular tidak berbisa pun memiliki kepala segitiga untuk mengelabuhi musuh. Selain itu, jenis ular Elapidae seperti ular karang memiliki kepala bulat. beberapa jenis ular berbisa juga memiliki kepala oval.

4 dari 7 halaman

Memiliki Taring

Foto : Pixabay

Semua ular berbisa memiliki taring yang mengeluarkan bisa. Semua jenis ular Viperidae memiliki taring panjang berlubang untuk menyuntikkan bisa yang disuntikkan dari kelenjar yang terdapat di bagian belakang rahang atasnya. Kedua taring panjang ini terletak di ujung depan mulut melekat pada tulang rahang atas dan dapat berotasi.

Masing-masing taring ini jika tidak digunakan dapat dilipat merapat ke dinding rahang mulut dan diselubungi membran gusi. Saat menyerang, mulut Viperidae dapat membuka hingga 180° dan taring berputar kedepan, mengarah ke tubuh korban.

Sementara jenis Elapidae, memiliki taring bisa berukuran pendek yang terletak di rahang atas bagian depan.

5 dari 7 halaman

Perilaku

Foto : Pixabay

Ular yang memiliki bisa tinggi biasanya tenang, kalem dan tidak banyak gerakan. Sementara mereka yang memiliki bisa rendah biasanya bergerak dengan cepat atau agresif. Ular berbisa cenderung tenang, dan ketika diusik, ular ini akan menyerang sang pengusik.

Sementara ular yang tidak berbisa cenderung akan menjauh jika didekati. Misalnya, ular kobra akan mengangkat kepalanya, memipihkan atau menggepengkan lehernya untuk menakut-nakuti pengganggunya. Beberapa spesies kobra bahkan mampu menyemburkan bisa ke arah mata pengganggunya, misalnya pada ular kobra jawa.

6 dari 7 halaman

Warna

Foto : Pixabay

Warna dan corak pada ular berbisa cenderung mencolok dibanding ular yang tidak berbisa. Sejumlah ular berbisa, seperti ular karang, memiliki warna-warna cerah.

Ular cabai memiliki garis merah pada tubuhnya. Lalu ada ular welang dan weling yang memiliki corak garis putih. Sementara itu, ular kobra memiliki warna hitam legam yang mencolok.

7 dari 7 halaman

Jenis-Jenis Ular Berbisa Yang Rawan Masuk Pemukiman

Foto : Pixabay

Ular Tanah
Ular ini kerap ditemukan di tanah dan bahkan penampilannya bisa mengecoh siapa pun yang melihatnya. Ular tanah paling sering ditemukan di hutan dataran rendah, lereng bukit dan daerah budidaya.

Kepala ular tanah besar, lebar, pipih, berbentuk segitiga dengan moncong yang runcing dan agak terbalik dan sangat berbeda dari lehernya. Ular tanah memiliki punggung berwarna cokelat agak kemerahan atau kemerah-jambuan.

Ular Weling
Di Indonesia ular ini menyebar di wilayah Sumatra, Jawa, Bali dan Sulawesi. Weling hidup di hutan-hutan dataran rendah yang lembab atau kering, hutan pegunungan, hutan mangrove, semak belukar, perkebunan, lahan pertanian, dan di sekitar permukiman.

Ular ini punya tubuh ramping. Ukuran panjang biasanya hanya sampai sekitar 100 cm, dengan panjang maksimal berkisar 155 cm. Sisi dorsal (punggung) berbelang hitam dan putih, terdapat sekitar 30-an belang hitam dari kepala hingga ke ekor.

Ular Welang
Ular Welang masih termasuk kerabat dekat dari ular weling. Sekilas tampilan kedua ular ini sangat mirip. Pada ular welang, belang hitamnya utuh berupa cincin dari punggung hingga ke perut. Sedangkan pada ular weling belang hitamnya hanya sekadar selang-seling warna di bagian punggung.

Ular Picung
Ular picung merupakan sejenis ular rumput yang tersebar di Asia Selatan dan Tenggara. Panjang tubuh ular picung mencapai 1,3 meter dengan kepala berwarna kehijauan atau hijau zaitun danleher kemerahan. Tubuh bagian atas berwarna kecokelatan atau cokelat zaitun dan dihiasi pola menyerupai papan catur di bagian atas punggungnya.

Ular cabe
Ular cabe merupakan jenis ular berukuran kecil yang menyebar endemik di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, ular ini menyebar di daerah Sumatra, Kepulauan Mentawai, Jawa, dan Kalimantan.

Ular cabe memiliki perilaku khas bila merasa terganggu, yakni memipihkan tubuhnya dan menjungkitkan ekornya sehingga bagian yang berwarna merah terlihat jelas. Ular cabe memiliki bisa yang sangat kuat dari golongan neurotoksin.
Artikel ini pertama kali tayang di Liputan6.com

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : maveric

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya