Menhub Dudy Koordinasikan Arus Balik Lebaran 2025 dengan Gubernur DIY
Menteri Perhubungan berkoordinasi dengan Gubernur DIY untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran 2025, terutama di Terminal Giwangan dan Stasiun Tugu Yogyakarta yang diprediksi menjadi titik terpadat.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan pertemuan penting dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Keraton Kilen, Yogyakarta, pada Sabtu. Pertemuan tersebut membahas koordinasi untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah atau tahun 2025. Pertemuan ini menjawab pertanyaan siapa (Menhub dan Gubernur DIY), kapan (Sabtu), dimana (Keraton Kilen, Yogyakarta), mengapa (untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran), dan bagaimana (dengan koordinasi pemerintah pusat dan daerah).
Dalam keterangannya di Jakarta, Menhub Budi Karya Sumadi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan kelancaran dan keselamatan angkutan Lebaran 2025. Ia menyatakan, "Seperti saat penanganan arus mudik lalu, pada arus balik Lebaran ini kami memperkuat koordinasi untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat dari Yogyakarta kembali menuju daerah asalnya." Koordinasi ini merupakan langkah proaktif untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus balik.
Puncak arus balik Lebaran 2025 diperkirakan terjadi pada tanggal 5-6 April 2025, berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan. Survei tersebut juga memprediksi Terminal Giwangan dan Stasiun Tugu Yogyakarta sebagai titik terpadat kedatangan pemudik. Hal ini menjadi fokus utama koordinasi yang dilakukan Menhub dengan Gubernur DIY.
Koordinasi Arus Balik Lebaran di Yogyakarta
Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa Yogyakarta tidak hanya menjadi kota tujuan utama pemudik, tetapi juga destinasi wisata favorit. Kawasan Malioboro, Kraton Yogyakarta, Pantai Parangtritis, dan Pantai Glagah menjadi beberapa tempat wisata yang ramai dikunjungi. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat krusial untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat.
Koordinasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengaturan dan rekayasa lalu lintas, kesiapan jalur alternatif, antisipasi mobilitas wisatawan, hingga penyediaan informasi dan sosialisasi. Pemerintah juga perlu mempersiapkan tempat penginapan yang memadai untuk mengakomodasi lonjakan jumlah wisatawan selama periode arus balik.
Menhub juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama Pemerintah DIY, Polda DIY, dan semua pihak terkait dalam mempersiapkan dan melaksanakan angkutan Lebaran 2025. Kesiapan Posko Angkutan Lebaran dan langkah-langkah antisipatif lainnya dinilai sangat penting dalam menghadapi arus balik Lebaran.
Antisipasi Lonjakan Wisatawan
Dengan prediksi peningkatan jumlah wisatawan pasca Lebaran, pemerintah daerah perlu menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan tersebut. Hal ini termasuk memastikan ketersediaan akomodasi, transportasi, dan fasilitas pendukung lainnya. Koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah akan memastikan bahwa sektor pariwisata tetap berjalan lancar dan aman.
Selain itu, penting juga untuk memastikan kelancaran aksesibilitas ke berbagai tempat wisata di Yogyakarta. Pengaturan lalu lintas yang efektif dan efisien akan membantu mengurangi kemacetan dan memastikan kenyamanan bagi wisatawan. Sosialisasi mengenai jalur alternatif dan informasi lalu lintas terkini juga perlu dilakukan secara intensif.
Dengan mempertimbangkan prediksi puncak arus balik dan potensi lonjakan wisatawan, kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan kelancaran dan keamanan arus balik Lebaran 2025 di Yogyakarta.
Menhub menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan oleh Pemerintah DIY, Polda DIY, dan seluruh pihak terkait dalam menyukseskan angkutan Lebaran 2025. Persiapan yang matang dan koordinasi yang efektif akan memberikan dampak positif bagi kelancaran arus balik dan kenyamanan masyarakat.