1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. HOT NEWS

Cara Meningkatkan Minat Baca pada Siswa Sekolah Dasar

Penulis : Shinta Yuliantari

1 Oktober 2022 17:57

Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Uniiversitas Muhammadiyah Malang

Pembelajaran membaca bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman membaca, tetapi juga untuk meningkatkan minat dan kenikmatan membaca siswa. Kegemaran membaca merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam meraih ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu, guru hendaknya menyelenggarakan berbagai kegiatan yang dapat menumbuhkan kecintaan membaca pada siswanya. Kenikmatan membaca menentukan apakah seseorang membaca buku atau tetap membaca seumur hidup (Rahim, 2011: 130). Setiap sekolah harus memiliki perpustakaan sekolah sehingga dapat dijadikan sebagai tempat berkumpul yang menyenangkan.
SDN 2 Baturetno memiliki minat baca yang rendah, rendahnya minat baca ini sejalan dengan kunjungan buku ke perpustakaan, meskipun pustakawan jarang membuka perpustakaan sekolah. Menurut buku kunjungan perpustakaan, sangat sedikit siswa yang mengunjungi perpustakaan. Hal ini ditemukan oleh mahasiswa PMM kelompok 52 gelombang 6 Universitas Muhammadiyah Malang yang beranggotakan Mohammad Miftahusy Syifa' , Alfina Eka Titania S D, Putri Diantika dan Ahmad Zakkiyuddin R, dengan DPL Ibu Dian Fitri Nur Aini, M.Pd.
Meskipun sekolah itu melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah atau GLS. GLS merupakan kebiasaan membaca non-buku pelajaran 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, maka seharusnya latihan literasi sekolah dapat meningkatkan minat baca siswa yang rendah, tidak dapat berjalan terus menerus. Pihak-pihak tersebut antara lain pemerintah, sekolah dan orang tua.
Kami mengamati bahwa sekolah kurang berkontribusi terhadap minat baca siswa. Kurang terawatnya fasilitas pendukung untuk mengembangkan minat baca siswa. Menurut kepala perpustakaan SD Negeri Baturetno 02, Ibu Lilik Rusmawati, S.Pd ada banyak faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca siswa, antara lain faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri siswa itu sendiri. Faktor eksternal adalah lingkungan sekolah dan lingkungan rumah.
1.      Faktor Internal
Faktor internal yang dimiliki siswa meliputi kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi, ketekunan, sikap, kebiasaan membaca, fisik dan kesehatan. Jika motivasi, kesehatan, kondisi fisik, kecerdasan, dan motivasi siswa kurang, maka minat membaca siswa tidak akan terwujud. Siswa menganggap membaca sebagai kegiatan yang tidak menarik, dan siswa dengan kecerdasan rendah merasa sulit untuk membaca, mempengaruhi kemampuan mereka untuk membaca. Kesehatan yang baik sangat penting bagi siswa untuk dapat melakukan aktivitas. Jika siswa memiliki masalah kesehatan, mereka akan kesulitan untuk membaca atau berpartisipasi dalam kegiatan lain. Kondisi fisik siswa juga mempengaruhi minat baca siswa. Siswa yang cacat fisik, seperti siswa tunanetra, sulit membaca karakter biasa
2.      Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa. Perpustakaan sederhana, bahan bacaan usang, sebagian tidak layak pakai, sedikit dorongan dari guru, tidak ada dorongan dari orang tua, tidak ada bantuan orang tua karena kurang pengawasan, dan keterlibatan orang tua dalam membaca anak. Kebanyakan orang tua fokus pada hasil belajar, kebiasaan membaca, yang belum diperoleh siswanya sejak kecil. Lingkungan dan pengaruh teman bermain yang kurang berpengalaman berpengaruh tidak langsung terhadap minat baca siswa. Dampak teknologi di luar kendali. Misalnya pengaruh smartphone dan gadget tidak termanfaatkan, dan pengaruh acara TV membuat kita melupakan tugas kita sebagai siswa.
Salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca siswa SD Negeri Baturetno 02 adalah dengan membuat ruang perpustakaan yang menarik. Berdasarkan hal tersebut, proyeksi perpustakaan dari masa sekarang ke masa depan diketahui memiliki efek positif peningkatan kinerja, termasuk peningkatan pengetahuan umum, guna mempelajari apa yang siswa inginkan, membimbing dan membuka kembali perpustakaan sekolah, dimulai dengan mengecat ulang perpustakaan, membersihkannya, menata buku, dan memajang rak buku agar koleksi buku lebih mudah ditemukan. 
Dengan cara ini, anak-anak menjadi tertarik untuk datang ke perpustakaan dan membaca di sana. Meskipun Perpustakaannya kecil, jadi tidak cukup untuk semua siswa yang masuk ke perpustakaan namun siswa dapat bergantian memasuki ruangan. Kami kemudian melakukan sosialisasi untuk mengenalkan anak-anak akan pentingnya minat membaca mereka dengan menggunakan metode membaca di dalam dan di luar sekolah.

Mohammad Miftahusy Syifa' , Alfina Eka Titania S D, Putri Diantika dan Ahmad Zakkiyuddin R
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : shinta-yuliantari

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya