1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. HOT NEWS
Jenazah Bondan Winarno akan dikremasi, netter penasaran agamanya apa? Ternyata ini faktanya

Penulis : mulan

30 November 2017 11:57

Jenazah Bondan Winarno kabarnya tidak akan dikebumikan namun dikremasi. Kabar ini disampaikan sendiri oleh anak keduanya, Elisio Raket.
Menurut Elisio, keputusan untuk mengkremasi jenazah adalah keinginan dari Bondan sendiri. Presenter program kuliner ini telah lama sebelum meninggal, menitipkan pesan bahwa ia ingin jenazahnya dikremasi. Namun dari pihak keluarga masih belum memutuskan akan dikremasi di mana.

Nah sebelumnya, kalian tahu tidak kremasi itu apa?

Diketahui dari Wikipedia.org, kremasi adalah praktik penghilangan jenazah manusia setelah meninggal dengan cara membakar jenazah tersebut. Praktik ini biasanya juga disebut pengabuan. Praktik ini juga disebut ngaben di Bali. Memang biasanya hal ini dilakukan di sebuah krematorium/pancaka atau biasa juga di sebuah makam di Bali yang disebut setra atau pasetran.

Memang biasanya adat ini dilakukan oleh mereka yang menganut agama Hindu. Hal ini membuat netter bertanya-tanya apa sebenarnya agama yang dianut oleh Bondan 'maknyus' ini?

Ternyata setelah ditelusuri, pada tahun 2010 atau sekitar 7 tahun yang lalu sebelum meninggal dunia, seorang warganet pernah menanyakan soal agamanya melalui twitter. Dan dijawab oleh akun twitter resmi pak Bondan.

Akun twitter @nina_azkanich menanyakan "@PakBondan muslim atau non-muslim?". Lalu akun @PakBondan menjawab, "Saya bukan non-muslim. Saya Kristen".

Ketika ditelusuri ternyata akun @nina_azkanich sudah tidak aktif lagi. Namun ternyata seorang warganet ada yang menyimpan twit tersebut.



Nah, menjawab rasa penasaranmu tidak?
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : mulan

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam