1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. HOT NEWS

Kisah Pilu Dibalik Viralnya Pemakaman Tanpa Pelayat dan Tak Ada Yang Mengantarkan Jenazah Ke Peristirahatan Terakhir di Kediri

Penulis : Joernoy

23 September 2022 08:48

Kisah Pilu Dibalik Viralnya Pemakaman Tanpa Pelayat

Viral di media sosial, video pemakaman jenazah yang tak dihadiri pelayat. Proses pemakaman jenazah dilakukan oleh pemerintah desa.

Terlihat dalam video berdurasi satu menit 13 detik itu, sejumlah orang berpakaian aparatur sipil negara (ASN) menggotong keranda berselimut kain hijau berisi jenazah.

Terlihat pula seorang perempuan berada di barisan paling depan berjalan sambil menabur bunga. Perempuan itu mengenakan pakaian dinas ASN.

Sementara perekam video terdengar melantunkan kalimat tahlil sepanjang jalur menuju ke tempat pemakaman di desa tersebut.

2 dari 5 halaman

Dalam video itu tertempel caption, "Bukan cerita Indosiar. ini nyata. tadi siang. meninggal gak Ada. yang nganterin. sampe perangkat desa yang nganterin keep makam. semoga kita semua nanti. meninggal dalam keadaan baik. husnul khotimah Dan banyak yang mendoakan."

Pada keranda itu tertulis Desa Kedak, yang kemudian mengarah ke sebuah desa di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Dari penelusuran yang dilakukan Kompas.com, pengantaran jenazah itu memang terjadi di Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (20/9/2022).

Ada pun yang meninggal dunia adalah Partono (50), warga setempat, yang wafat di rumahnya pada Selasa, pukul 09.00 WIB. Partono dimakamkan sekitar pukul 13.00 WIB.

Namun caption pada video tersebut dinilai kurang tepat karena kurang sesuai dengan kenyataan yang ada. Camat Semen Kemi mengatakan, kematian seorang warganya itu didatangi oleh sejumlah pelayat meski jumlahnya tidak banyak.

"Videonya tidak merekam hingga selesai. Sebab di areal pemakaman, juga banyak warga yang sudah ada di sana," ujar Kemi kepada Kompas.com, Kamis (22/9/2022).
3 dari 5 halaman

Kemi juga menjelaskan, sedikitnya jumlah pelayat yang hadir karena beberapa faktor. Mulai dari keterbatasan jumlah laki-laki di lingkungan tersebut hingga waktu kematian yang bersamaan dengan jam kerja.

"Jadi, Bu Kades bersikap tanggap mengambil kebijakan ajak perangkat untuk mengurusi semua itu," lanjutnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Kedak Sunarti menyampaikan hal yang sama dengan Camat Kemi. Sunarti mengungkapkan, selain karena keterbatasan jumlah laki-laki di lingkungan, kendala yang ada juga datang dari sisi keluarga almarhum.

Almarhum, kata dia, merupakan pengidap keterbelakangan mental. Selama ini, almarhum hidup bersama anggota keluarga lain yang memiliki kondisi serupa.

"Dari keluarga almarhum sendiri, itu kondisinya ada keterbelakangan mental.

Sehingga kami dari desa langsung mengambil tindakan untuk membantu mengurus semuanya," kata Sunarti kepada Kompas.com, Kamis.

Oleh karena itu, seperti yang terlihat dalam video, sejumlah perangkat desa ikut menggotong keranda jenazah menuju pemakaman. Bahkan, Sunarti juga turut serta dalam iring-iringan pengantar jenazah tersebut dan bertugas sebagai penebar bunga.

"Itu saya," ujar Sunarti perihal sosok perempuan yang menebar bunga di barisan depan iring-iringan pengantar jenazah.

Pihak desa menurutnya juga turut aktif dalam kegiatan usai pemakaman, semisal tahlilan.
4 dari 5 halaman

Bantuan sosial

Kondisi almarhum dan keluarganya yang mengalami keterbelakangan mental itu selama ini juga menjadi perhatian desa. Menurut Sunarti, almarhum selama ini tinggal bersama adiknya yang juga mengalami keterbelakangan mental.

Selain itu, juga ada seorang keponakan dan empat anaknya dengan kondisi yang hampir sama. Untuk membantu perekonomian, kata Sunarti, mereka selama ini mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial dan dana desa.

"Juga ada bantuan BLT DD," ungkap Sunarti.
5 dari 5 halaman

Langkah Kepolisian

Atas viralnya video tersebut di media sosial yang dinilai kurang sesuai dengan fakta yang ada, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan. Kepala Polsek Semen Ajun Komisaris Polisi Siswandi mengatakan, saat ini pihaknya tengah berkordinasi dengan perangkat desa untuk mencari pengunggah video tersebut.

"Nanti kalau sudah diketemukan (pengunggahnya) akan duduk bareng," ujar AKP Siswandi.
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : joernoy

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya