1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. OTO

Anak Kolong Bikers Indonesia Chapter Jakarta Kecam Oknum Bikers Pukul Anggota TNI di Bukittinggi

Penulis : Ronin Alkaf

31 Oktober 2020 17:08

Pemukulan tersebut sebuah tindakan arogan dan tidak mencerminkan perilaku warga negara yang baik.

Planet Merdeka - Komunitas Anak Kolong Bikers Indonesia yang merupakan komunitas roda dua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) mengecam keras pemukulan terhadap anggota TNI oleh oknum bikers yang terjadi di Bukittinggi. Sebagai sesama bikers, pemukulan tersebut sebenarnya dapat dihindari.

"Mengecam tindakan kekerasan terhadap anggota TNI dari Kodim 0304/Agam di Simpang Tarok, Bukittinggi oleh oknum bikers Harley Davidson," ujar Ketua Anak Kolong Bikers Indonesia, Bambang Dirgantoro dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2020).

Dirinya menilai, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah oknum bikers Moge Harley terhadap dua orang anggota TNI dari satuan Intel Kodim 0304/Agam adalah sebuah tindakan arogan dan tidak mencerminkan perilaku warga negara yang baik. Oleh karena itu pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.

"Secara hukum, pemukulan itu telah mengakibatkan timbulnya korban, dan secara tidak langsung telah menghina anggota TNI dan Institusi negara," tegas Bambang Dirgantoro.

Bambang mendukung proses yang berlaku atas oknum bikers tersebut, oleh Kepolisian setempat. Ia juga mengajak kepada sesama rekan-rekan bikers di seluruh Indonesia agar menghindari arogansi dan harus menghargai sesama, mengindahkan norma dan adat, serta patuh pada aturan dan hukum yang berlaku pada saat melakukan perjalanan.

"Pernyataan sikap kami ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap kasus pemukulan yang telah terjadi atas anggota TNI di Bukittinggi," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Kronologi pemukulan Anggota TNI

Ramai diberitakan, beredar video 2 anggota TNI jadi korban pengeroyokan rombongan klub Motor Gede (Moge) Harley viral di media sosial (medsos), Sabtu (31/10/2020). Peristiwa itu terjadi saat mereka tengah konvoi di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar).

Ada sejumlah video yang beredar di medsos terkait peristiwa ini. Dalam video tersebut, terlihat pengeroyokan terjadi di sebuah halaman ruko.

Kronologi penganiayaan terhadap dua anggota TNI berpangkat serda itu terjadi pada Jumat sore (30/10/2020), sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu kedua anggota TNI tengah melintas di Jalan Hamka, Guguk Panjang, Bukittinggi. Kedua anggota TNI yang berboncengan tersebut menepikan kendaraan mereka saat konvoi moge melintas. Setelah itu, mereka kembali melanjutkan perjalanan.

Ternyata ada rombongan konvoi yang tertinggal. Kelompok ini menggeber-geber knalpot dalam kondisi mengebut hingga membuat sepeda motor dua anggota TNI keluar bahu jalan.

Kedua anggota TNI ini lalu mengejar anggota klub Moge Harley tersebut. Saat kondisi macet, salah satu anggota TNI lalu menanyakan maksud pengendara moge tersebut.

Cekcok mulut pun terjadi hingga berujung pemukulan terhadap kedua anggota TNI yang berdinas di Kodim 0304/Agam itu. Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang anggota TNI yang berpakaian bebas.

Polisi yang ada di lokasi sempat melerai, tapi oknum anggota moge tetap menyerang anggota TNI yang sudah dalam posisi tertidur meringkuk.

Terkait peristiwa ini, pihak kepolisian telah mengambil tindakan. Korban sudah membuat laporan ke pihak kepolisian.

"Kami menindaklanjuti laporan yang dibuat oleh korban ke polres dan sudah kami tindaklanjuti," kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2020).
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : ronin-alkaf

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya