1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. OTO
Lihat Detik Kematian Anak, Sang Ibunda Gapai Tangannya Saat Tonton Siaran TV Insiden Afridza Munandar

Penulis : Queen

4 November 2019 10:34

Afridza Munandar meninggal

Planet Merdeka - Kabar duka datang dari salah satu anak muda berbakat dari Indonesia. Afridza Munandar (20) mengalami nasib nahas usai alami kecelakaan di Sirkuit Sepang Malaysia pada Sabtu (2/11/2019).

Dilansir dari Kompas, Afridza saat itu sedang mengikuti ajang balap Asia Talent Cup 2019. Awalnya semua berjalan lancar, namun tiba-tiba saja saat di tikungan 10 dan perlombaan baru berjalan satu putaran, Afridza terjatuh. Tentu saja hal itu membuat banyak orang panik dan khawatir akan kondisinya.

2 dari 6 halaman

Afridza sempat dilarikan ke rumah sakit

Afridza langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan, namun nahas nyawanya tak bisa diselamatkan. Kabar meninggalnya salah satu pebalap muda terbaik yang dimiliki Indonesia itu langsung menjadi trending topic di Twitter. Banyak netizen menuliskan kabar duka dan belasungkawa untuk Afridza.

Tak cuma netizen Indonesia, bahkan pebalap kelas dunia seperti Marc Marques, Fabio Quartararo, dan Andea Lannone ikut berbelasungkawa untuk Afridza. Kematian Afridza tak hanya menjadi duka mendalam bagi dunia balap Indonesia, tetapi juga keluarganya, yang tampak tak bisa menyembunyikan perasaan kesedihannya.

Salah satu yang paling terpukul ialah ibunda Afridza Munandar, Ersa Maya Sriwenda (44). Diketahui, sejak dari Minggu sore (3/11/2019) Ersa masih dalam kondisi yang berduka dan syok atas kejadian yang terjadi putranya.

3 dari 6 halaman

Ersa syok menyaksikan detik kematian anaknya

Ersa Maya Sriwenda, ibunda Afridza Munandar terlihat masih syok saat menonton siaran detik-detik meninggalnya sang putra di Sirkuit Sepang. Matanya tampak sembab karena terus menangisi kepergian anak kesayangannya itu.

4 dari 6 halaman

Ersa menyaksikan langsung detik-detik kematian anaknya

Sebelumnya, Ersa sempat menyaksikan langsung detik-detik kecelakaan yang menimpa anaknya yang disiarkan oleh sejumlah stasiun televisi nasional. Saat itu, Erza hanya sanggup mengulurkan tangannya mengapai-gapai televisi dengan raut wajah kesedihan yang mendalam.

Tak ada kata-kata yang sanggup ia keluarkan, hanya air mata bercucuran yang menggambarkan kepedihan hatinya. Sejumlah anggota keluarga juga berusaha mendampingi dan menenangkannya. Bahkan usai beberapa tamu yang datang melayat ke rumah duka ikut menitikan air matanya merasa berempati dan larut dalam kesedihan.

5 dari 6 halaman

Firasat Nenek Afridza Munandar

Firasat Afridza Munandar, pembalap Astra Honda Racing Team yang mengalami kecelakaan pada even Asia Talent Race (ATC) 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (2/11), akan meninggal dirasakan nenek korban, Besset Trimawar. Menurut Besset yang ditemui di rumah duka, Perumahan Tamansari Indah Blok D nomor 9, Kota Tasikmalaya, Minggu (3/11), tak biasanya Afridza terlihat lebih pendiam. Seminggu lalu ia baru saja pulang setelah mengikuti ATC 2019 babak penyisihan di Jepang.

"Saya melihat cucu saya lebih pendiam. Orangnya memang agak pendiam. Tapi kali ini lebih. Suatu kali saat dia masuk kamarnya, saya tanya kenapa, ada apa. Tapi dia tidak bilang apa-apa," kata Besset yang pada tahun 70an adalah pembalap perempuan di Tasikmalaya.
6 dari 6 halaman

Keluarga mengikhlaskan kepergian Afridza

Saat itu Besset tak menaruh curiga apa-apa. Ia hanya berfikir mungkin Afridza sedang agak tertekan karena akan ikut dua race dengan jadwal berdekatan yaitu final ATC 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia serta One Prix di Surabaya.

"Ternyata inilah kejadiannya. Walau berat, tapi kami menerima ikhlas dan mudah-mudahan Afridza mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," ujarnya.
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : queen

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam