Tim Balap Sepeda Indonesia Tampil Memukau di Tour of Thailand 2025
Timnas balap sepeda Indonesia menunjukkan performa gemilang di Tour of Thailand 2025, meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan persaingan ketat dari tim internasional.

Tim nasional balap sepeda Indonesia berhasil mencuri perhatian di ajang Tour of Thailand 2025 yang berlangsung selama enam etape, mulai 24 hingga 29 Maret. Kompetisi ini diikuti oleh 112 pembalap dari 19 tim yang berasal dari berbagai negara, termasuk Thailand, Malaysia, Vietnam, Uzbekistan, Korea Selatan, Australia, Filipina, dan China. Keikutsertaan Indonesia diwakili oleh dua tim, yaitu tim nasional dan tim kontinental Nusantara-BYC.
Enam pebalap andalan Indonesia, yaitu M. Abdurrohman, Agung Ali Syahbana, M. Syelhan Nurrahmat, Julian Abi Manyu, Awang Prana Pradipta, dan Dimas Nur Fadhil Rizqi, berjuang keras di bawah arahan pelatih Rudy Dwi Januar, mekanik Didit Purwanto, dan masseur Harwin Arianto. Mereka menghadapi tantangan berat berupa rute yang panjang dan cuaca ekstrem di Thailand, seperti angin kencang dan suhu panas.
Pada etape pertama sepanjang 80.74 km dari Aranyaprathet ke Aranyaprathet Municipality, tim Indonesia menunjukkan performa yang mengesankan. Meskipun terpaut 0,15 detik dari tim Li Ning Star asal China yang menjadi juara etape pertama dengan catatan waktu 7 jam 21,48 menit, tim Indonesia berhasil menempati posisi ketujuh klasemen. Julian Abi Manyu menjadi pembalap Indonesia terbaik dalam klasifikasi umum, finis di urutan ke-17 dengan catatan waktu terpaut 0,25 detik dari pemenang, Simon Pellaud dari Swiss (Li Ning Star) yang mencatatkan waktu 2 jam 26,56 menit.
Tantangan di Lintasan dan Pencapaian Tim
Abdurrohman mengungkapkan bahwa etape pertama penuh tantangan. "Lawan dalam ajang ini sangat kuat karena banyak pembalap dari tim pro turun memperkuat tim kontinental," ujar Abdurrohman dalam tayangan video. Namun, ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tim. "Alhamdulillah pada etape pertama, tim Indonesia bisa menempati posisi kedua Best Asian Team dan nomor tiga Asian Rider," tambahnya.
Selain tim nasional, tim kontinental Nusantara-BYC juga turut berpartisipasi dengan menurunkan Muhammad Imam Arifin, Muhammad Ridwan, Muhammad Herlangga, Astnan Maulana, Ilham Dzikri Ramadhan, dan pembalap asal Mongolia, Temuulen Khadbaatar. Keikutsertaan kedua tim ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengembangkan olahraga balap sepeda di tingkat nasional dan internasional.
Persaingan di Tour of Thailand 2025 sangat ketat. Tim-tim peserta berasal dari berbagai negara dengan tingkat kemampuan yang beragam. Keberhasilan tim Indonesia dalam meraih posisi yang cukup baik di tengah persaingan ketat ini patut diapresiasi. Ini membuktikan bahwa pembalap Indonesia memiliki potensi dan kemampuan yang mumpuni di kancah internasional.
Rute dan Cuaca Ekstrem
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim Indonesia adalah kondisi cuaca di Thailand. Suhu panas dan angin kencang menjadi faktor yang cukup menyulitkan para pembalap. Kondisi ini menuntut para pembalap untuk memiliki stamina dan kemampuan fisik yang prima agar mampu bersaing dengan tim-tim lain.
Selain cuaca, rute yang dilalui juga cukup menantang. Meskipun ada lintasan flat, para pembalap juga harus mampu melewati berbagai medan yang mungkin lebih sulit. Kemampuan adaptasi dan strategi yang tepat menjadi kunci keberhasilan bagi para pembalap Indonesia dalam menghadapi tantangan ini.
Meskipun belum meraih juara umum, partisipasi dan pencapaian tim Indonesia di Tour of Thailand 2025 patut diapresiasi. Ini menjadi bukti bahwa dengan latihan yang keras dan strategi yang tepat, pembalap Indonesia mampu bersaing dengan pembalap dari negara lain.
Ke depannya, diharapkan tim Indonesia dapat terus meningkatkan kemampuan dan prestasinya di ajang balap sepeda internasional. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, sangat penting untuk mendorong perkembangan olahraga balap sepeda di Indonesia.
Partisipasi Indonesia dalam Tour of Thailand 2025 bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan citra dan prestasi Indonesia di kancah internasional. Semoga ke depannya, tim Indonesia dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi.