1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. BACKPACKER
Pariwisata Blitar 2021 di Masa Pandemi

Penulis : Rofi\'i Septiarini

21 Januari 2021 19:44

oleh Rofi'i Septiarini, Universitas Muhammadiyah Malang.

Blitar merupakan salah satu Kota di Jawa Timur, Kota ini memiliki beribu-ribu pesona dan panaroma alam yang menakjubkan serta jika diteliti lebih intens lagi masih banyak wisata yang tersembunyi didalamnya. Karenanya masih banyak orang yang belum mengetahui akan keindahan Kota Blitar tersebut. Hingga saat ini, Blitar sudah mempunyai berbagai spot objek wisata yang bagus, seperti pantai, situs budaya, candi, tempat foto kekinian, goa, sampai air terjun yang bisa dengan mudah ditemukan. Apalagi di zaman serba canggih seperti sekarang, pastinya wisatawan akan lebih mudah menjangkau seraya melestarikan budaya daerah.

Namun tidak disangka, pandemi covid datang dan perlahan-lahan sektor pariwisata ekonomi Blitar tersebut mulai ditutup. Penutupan pariwisata dilakukan untuk meminimalisir penyebaran wabah pandemi dari luar maupun dalam daerah Blitar sendiri. Seperti yang sudah diketahui, berdasarkan data jumlah pasien covid pada 2020, Blitar termasuk daerah zona orange bahkan merah.

Tercatat pada tanggal 16 Januari 2021, satu kecamatan yakni Kanigoro Blitar mencapai zona hitam. Hal tersebut dikarenakan kasus covid sampai pada hari ini sebanyak 452 orang yang sudah menyebar di berbagai kota/kabupaten. Perlakuan kembali PSBB di Blitar karena pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada tanggal 11 - 25 Januari 2021. Walaupun pemberlakuan PSBB dalam tahap menunggu instruksi Pemprov Jatim, Kota Blitar sudah memiliki kebijakan baru untuk menekan penularan covid, yaitu diantaranya Pemkot Blitar membatasi jam operasional tempat-tempat wisata ataupun pusat perbelanjaan yang berpotensi mengundang kerumunan.

Mengatasi hal tersebut, tidak lupa pemerintah turut mengambil langkah untuk mendorong pemulihan sektor wisata di Blitar pasca pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar kembali memantapkan melakukan inovasi dengan istilah Gerakan BISA ( bersih, indah, sehat, dan aman ) yang sudah mulai diterapkan di beberapa objek wisata Kabupaten Blitar sejak 2020 lalu.

Gerakan tersebut merupakan salah satu inovasi yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Adanya gerakan ini diharapakan dapat memulihkan sektor pariwisata yang perlahan memudar semenjak adanya pandemi, secara bertahap dengan diterapkannya BISA, diharapkan obyek wisata dapat menarik kembali kunjungan wisatawan dengan tetap menaati protokol kesehatan.

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : rofii-septiarini

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya