Bob Tyasika Ananta Jabat Plt Dirut BSI, Gantikan Hery Gunardi yang Pimpin BRI
Bob Tyasika Ananta ditunjuk sebagai Plt Dirut BSI menggantikan Hery Gunardi yang kini menjabat Dirut BRI, membawa BSI menargetkan Top 5 Global Islamic Bank pada 2030.

Jakarta, 25 Maret 2025 - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengumumkan perubahan kepemimpinan. Bob Tyasika Ananta, sebelumnya Wakil Direktur Utama, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BSI. Pengangkatan ini menyusul terpilihnya Hery Gunardi, mantan Dirut BSI, sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI pada Senin, 24 Maret 2025. Perubahan ini terjadi setelah Hery Gunardi sukses memimpin BSI sejak merger pada Februari 2021 hingga Maret 2025.
Menurut keterangan resmi BSI, penunjukan Plt ini sesuai dengan mekanisme internal perusahaan hingga RUPST selanjutnya. Selain Bob Tyasika Ananta, Grandhis H Harumansyah, Direktur Risk Management, juga ditunjuk sebagai Plt Direktur Teknologi dan Informasi. RUPST BRI juga menetapkan Saladin D Effendi, mantan Direktur Teknologi dan Informasi BSI, sebagai Direktur Teknologi dan Informasi BRI. Perpindahan dua direksi BSI ke BRI ini menandakan kepercayaan terhadap kualitas SDM BSI.
"Kami mengucapkan selamat atas pengangkatan dua direksi dari BSI ke BRI dan turut bangga bahwa talenta terbaik BSI kini mendapat amanah untuk mengelola bank pelat merah terbesar dan khususnya mengembangkan UMKM Indonesia," ungkap Bob Tyasika Ananta dalam keterangan pers. Pernyataan ini sekaligus merefleksikan kebanggaan BSI atas kontribusi mantan direksinya terhadap perkembangan perbankan nasional.
Kepemimpinan Baru dan Rencana Transformasi BSI
Bob Tyasika Ananta menyatakan kesiapannya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari Hery Gunardi. "Kami siap melanjutkan transformasi BSI sebagaimana pondasi yang telah dibangun oleh Bapak Hery Gunardi sehingga perseroan mampu mewujudkan visi dan misinya. Saya juga siap membawa BSI terus tumbuh positif dan berkelanjutan sehingga memberi manfaat bagi seluruh umat sebagai sahabat finansial, sosial dan spiritual,” tegasnya. Ia menekankan komitmen untuk melanjutkan pertumbuhan positif BSI dan penguatan ekonomi syariah.
Di bawah kepemimpinan Hery Gunardi, BSI mencatatkan pertumbuhan pesat. Pertumbuhan aset yang signifikan, peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), dan penyaluran pembiayaan menunjukkan kinerja yang solid. BSI juga berhasil meningkatkan laba secara signifikan, mencapai Rp7 triliun pada akhir 2024, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun 2020. Keberhasilan ini menempatkan BSI dalam jajaran Top 9 Global Islamic Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada tahun 2024, melampaui target awal.
BSI telah menyiapkan Plan Transformasi Tahap II (2026-2030) sebagai kelanjutan dari keberhasilan Tahap I (2021-2025). Target ambisius BSI adalah masuk dalam Top 5 Global Islamic Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada tahun 2030. Hal ini menunjukkan komitmen BSI untuk terus berkembang dan menjadi pemain utama dalam industri perbankan syariah global.
Bob Tyasika Ananta juga menegaskan komitmen BSI dalam menjalankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan prinsip syariah. "Kami tentu akan terus meningkatkan peran di dalam mendukung pembangunan ekonomi dan keuangan syariah, dan menjadi bank syariah terbesar, modern, digital serta inklusif," tambahnya. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen BSI terhadap transparansi dan kepatuhan terhadap nilai-nilai syariah.
Capaian BSI di Bawah Kepemimpinan Hery Gunardi
Selama periode kepemimpinan Hery Gunardi (2021-2024), BSI menorehkan prestasi membanggakan. Berikut beberapa capaian signifikan:
- Peningkatan Aset: Rp173 triliun, dari Rp236 triliun menjadi Rp409 triliun.
- Peningkatan DPK: Rp121 triliun, dari Rp206 triliun menjadi Rp327 triliun.
- Pertumbuhan Pembiayaan: Rp121 triliun, mencapai Rp278 triliun dengan NPF (gross) 1,90 persen.
- Peningkatan Laba: Lebih dari tiga kali lipat, dari Rp2,1 triliun menjadi Rp7 triliun.
- Peringkat: Masuk Top 9 Global Islamic Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2024.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang tepat, konsistensi literasi dan edukasi perbankan syariah, serta kepemimpinan yang efektif dari Hery Gunardi. Kini, estafet kepemimpinan beralih kepada Bob Tyasika Ananta, yang diharapkan mampu melanjutkan tren positif tersebut dan membawa BSI mencapai target yang lebih tinggi.
Dengan kepemimpinan baru dan rencana transformasi yang matang, BSI siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan. Komitmen terhadap prinsip-prinsip syariah dan tata kelola yang baik akan menjadi landasan bagi BSI untuk terus tumbuh dan berkembang sebagai bank syariah terkemuka di Indonesia dan dunia.