Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Cilacap, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
BMKG merilis pembaruan informasi gempa magnitudo 4,9 di Cilacap, Jawa Tengah; gempa tektonik ini tidak berpotensi tsunami dan dampak kerusakan masih dalam tahap pemantauan.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (4/4) pukul 13.59 WIB. Episenter gempa berada di laut, 75 kilometer tenggara Cilacap, dengan kedalaman 64 kilometer. BMKG menginformasikan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia, dan tidak berpotensi tsunami.
Informasi awal yang menyebutkan magnitudo gempa mencapai 5,0, dikoreksi oleh Kepala BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, Hery Susanto Wibowo. Beliau menjelaskan bahwa informasi awal disampaikan kurang dari tiga menit setelah kejadian, sehingga data belum sepenuhnya teranalisis. Pembaruan data dilakukan setelah analisis menyeluruh terhadap semua data yang masuk.
Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan gempa dirasakan di beberapa wilayah, termasuk Cilacap, Kebumen, Bantul, dan Pacitan. Skala intensitas bervariasi, dengan Cilacap, Kebumen, dan Bantul merasakan guncangan pada skala III MMI, sementara Pacitan pada skala II-III MMI. BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan yang signifikan akibat gempa tersebut.
Analisis Gempa dan Imbauan BMKG
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan sesar turun dengan kombinasi mendatar (oblique normal fault). Gempa ini tergolong gempa menengah yang disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng. Meskipun guncangan dirasakan di beberapa daerah, BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami.
BMKG juga telah melakukan pemantauan dan hingga pukul 14.15 WIB belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan. Hal ini menunjukkan situasi yang relatif stabil pasca-gempa utama. Meskipun demikian, BMKG tetap menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak panik.
Masyarakat diimbau untuk selalu mendapatkan informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Hal ini penting untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat dan menyesatkan.
Langkah Keamanan Pasca Gempa
Sebagai langkah pencegahan, BMKG menyarankan masyarakat untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal. Pastikan bangunan tersebut cukup tahan gempa dan tidak terdapat kerusakan yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. Hindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
Penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tetap waspada dan ikuti arahan dari pihak berwenang merupakan langkah bijak dalam menghadapi situasi pasca gempa.
BMKG menekankan pentingnya mengakses informasi resmi dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan tepat guna untuk mengambil langkah-langkah yang tepat.
Kesimpulannya, gempa bumi di Cilacap telah dikonfirmasi sebagai gempa tektonik dengan magnitudo 4,9 dan tidak berpotensi tsunami. BMKG menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan mengutamakan informasi resmi dari sumber terpercaya.