Indonesia dan Prancis Sepakat Perkuat Kerja Sama di Berbagai Sektor
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto sepakat meningkatkan kerja sama bilateral melalui proyek-proyek besar di berbagai sektor, termasuk pertahanan dan ekonomi.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan kesepakatannya dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara melalui kolaborasi pada proyek-proyek besar. Pengumuman ini disampaikan Macron melalui platform media sosial X pada Jumat lalu. Kesepakatan ini menandai babak baru dalam kerja sama Indonesia-Prancis, yang diharapkan akan memberikan dampak positif bagi kedua negara.
Dalam pernyataan tertulisnya, Macron menjelaskan bahwa kedua negara telah memutuskan untuk memperkuat hubungan melalui proyek-proyek ambisius dan berorientasi masa depan. Kerangka kerja sama historis yang telah disiapkan akan diwujudkan selama kunjungan kenegaraan Macron ke Indonesia pada akhir Mei 2025. Kunjungan ini akan menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama yang telah terjalin selama ini.
Kesepakatan ini mencakup berbagai sektor prioritas, termasuk pertahanan, ekonomi, sains, budaya, dan pertukaran akademis. Kedua negara menunjukkan tekad yang sama untuk memperkuat kerja sama di bidang-bidang tersebut, yang diharapkan akan menghasilkan kemajuan signifikan bagi Indonesia dan Prancis.
Kerja Sama Ekonomi dan Transisi Energi
Prancis dan Eropa sangat tertarik untuk mengembangkan ekonomi masa depan bersama Indonesia dengan menciptakan rantai nilai yang tangguh, terutama dalam mineral kritis, dan mendukung transisi energi. Hal ini menunjukkan komitmen Prancis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Kerja sama di bidang ekonomi akan difokuskan pada pengembangan sektor-sektor strategis yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara. Transisi energi menjadi salah satu fokus utama, mengingat pentingnya upaya global dalam mengurangi emisi karbon dan mengatasi perubahan iklim.
Kolaborasi dalam hal mineral kritis juga akan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alamnya, memiliki peran penting dalam rantai pasokan global.
Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia
Macron juga menegaskan kembali komitmen kedua negara dalam mempromosikan perdamaian dunia dan penghentian konflik di berbagai belahan dunia. Indonesia dan Prancis sepakat untuk berperan aktif dalam upaya perdamaian global.
Kedua negara berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah dan mengakhiri perang agresi Rusia di Ukraina. Hal ini menunjukkan kesamaan visi dan misi kedua negara dalam menjaga stabilitas dan keamanan internasional.
Sebagai bagian dari komitmen ini, Indonesia dan Prancis berencana untuk berkolaborasi dalam konferensi tentang Gaza yang dijadwalkan pada Juni mendatang. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya penyelesaian konflik di Gaza.
Kunjungan Kenegaraan dan Kerja Sama ASEAN-UE
Sebelum kunjungan kenegaraan Macron, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, di Jakarta pada Maret lalu. Pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral dan persiapan untuk kunjungan kenegaraan Macron.
Barrot menekankan bahwa selain memperkuat kerja sama dengan Indonesia, Prancis juga berharap kunjungan kenegaraan tersebut dapat memperkuat kerja sama antara ASEAN dan Uni Eropa. Posisi Indonesia sebagai pusat ASEAN menjadikannya kunci dalam kerja sama regional ini.
Kunjungan kenegaraan Macron diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan konkret yang akan memperkuat hubungan Indonesia-Prancis dan mendorong kerja sama yang lebih luas di tingkat regional.
Secara keseluruhan, kesepakatan antara Indonesia dan Prancis menandai langkah signifikan dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Kerja sama yang komprehensif di berbagai sektor akan memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua negara dan berkontribusi pada perdamaian dan pembangunan global. "Masa depan dibangun melalui kemitraan yang kuat, perdagangan terbuka, dan visi bersama," kata Macron.