Jordi Cruyff di PSSI: Bukan Sekadar Merayu Pemain Keturunan Belanda
Ketua Umum PSSI Erick Thohir membantah kedatangan Jordi Cruyff bertujuan untuk merayu pemain keturunan Belanda, melainkan untuk membangun sistem sepak bola nasional yang berkelanjutan.
Jakarta, 25 Februari 2024 - Kedatangan Jordi Cruyff sebagai penasihat teknik PSSI menimbulkan spekulasi, termasuk anggapan bahwa ia ditunjuk untuk merayu pemain keturunan Belanda agar membela Timnas Indonesia. Namun, Ketua Umum PSSI Erick Thohir dengan tegas membantah hal tersebut dalam jumpa pers di Menara Danareksa, Jakarta.
Erick Thohir menjelaskan bahwa peran Jordi Cruyff jauh lebih luas daripada sekadar pendekatan kepada pemain keturunan. Ia menekankan bahwa Cruyff diharapkan dapat memastikan kesinambungan program pembinaan sepak bola nasional. Lebih lanjut, Erick memaparkan bahwa salah satu fokus Cruyff adalah peningkatan metode kepelatihan di Indonesia.
"Tidak, justru mengambil Jordi ini untuk memastikan kesinambungan seluruh program, bahkan tadi juga mereview metode-metode kepelatihan yang hari ini dari PSSI mendorong dari angka tiga ribuan menjadi 12 ribuan," ungkap Erick Thohir. Ia menambahkan bahwa para pelatih di Indonesia membutuhkan buku pedoman yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan sepak bola nasional. "Kalau Jordi dipakai buat merayu pemain keturunan, itu salah besar. Justru itu ekspektasinya membangun grassroot dan sistem-sistemnya," tegasnya.
Misi Besar Jordi Cruyff di PSSI
Kedatangan Jordi Cruyff bukan hanya sekadar untuk mencari pemain keturunan. Ia memiliki misi yang lebih besar, yaitu membangun fondasi sepak bola Indonesia yang kuat dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen PSSI untuk meningkatkan kualitas sepak bola dari akar rumput.
Dengan pengalamannya di dunia sepak bola internasional, Jordi Cruyff diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan sistem kepelatihan dan pembinaan pemain muda di Indonesia. Pendekatan holistik ini bertujuan untuk menciptakan regenerasi pemain berkualitas yang mampu bersaing di kancah internasional.
Erick Thohir juga menekankan pentingnya sistem yang terstruktur dalam pembinaan sepak bola Indonesia. Dengan sistem yang baik, diharapkan akan muncul talenta-talenta muda berbakat yang dapat mengharumkan nama Indonesia di dunia sepak bola.
Naturalisasi Pemain: Bukan Fokus Utama Jordi Cruyff
Meskipun PSSI baru saja mengumumkan rencana naturalisasi tiga pemain baru, termasuk dua pemain keturunan Belanda, yaitu Joey Pelupessy dan Dean James, serta satu pemain keturunan Italia, Emil Audero Mulyadi, Erick Thohir menegaskan bahwa hal ini tidak terkait langsung dengan kedatangan Jordi Cruyff.
Proses naturalisasi pemain merupakan bagian dari strategi PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, fokus utama Jordi Cruyff tetaplah pada pembangunan sistem sepak bola nasional yang berkelanjutan, bukan hanya sekedar perekrutan pemain.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran Jordi Cruyff di PSSI lebih tertuju pada pengembangan sistem jangka panjang, bukan hanya pada perekrutan pemain keturunan. Hal ini menunjukkan komitmen PSSI dalam membangun sepak bola Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing.
PSSI berharap dengan kehadiran Jordi Cruyff, sepak bola Indonesia akan mengalami kemajuan yang signifikan, baik dari segi kualitas pemain maupun sistem pembinaan.