75.483 Penumpang Gunakan Kereta Api di Daop 8 Surabaya Selama Lebaran
PT KAI Daop 8 Surabaya melayani 75.483 penumpang kereta api pada H1 dan H2 Lebaran 2025, dengan Yogyakarta sebagai tujuan terbanyak.

PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang kereta api selama periode Lebaran 2025. Sebanyak 75.483 penumpang memanfaatkan moda transportasi kereta api pada hari pertama dan kedua Lebaran, atau Idul Fitri 1446 Hijriah, yang jatuh pada tanggal 31 Maret dan 1 April 2025. Data ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai alat transportasi utama selama libur Lebaran, meskipun puncak arus mudik telah terjadi beberapa hari sebelumnya.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menjelaskan bahwa meskipun puncak arus mudik telah lewat, animo masyarakat untuk menggunakan kereta api tetap tinggi. Pada H1 Lebaran, tercatat 35.429 pengguna kereta api di wilayah Daop 8, dengan rincian 20.720 penumpang naik dan 14.709 penumpang turun. Angka ini meningkat pada H2 Lebaran, dengan total 40.054 pengguna, terdiri dari 20.854 penumpang naik dan 19.200 penumpang turun hingga pukul 10.00 WIB.
Secara keseluruhan, dari total 75.483 penumpang, sebanyak 41.574 penumpang naik dan 33.909 penumpang turun di berbagai stasiun wilayah Daop 8 Surabaya. Data ini menunjukkan pergerakan penumpang yang cukup signifikan di berbagai rute kereta api yang dilayani oleh Daop 8 Surabaya selama periode Lebaran.
Tujuan dan Rute Favorit Lebaran 2025
Berdasarkan data yang diperoleh, Yogyakarta menjadi kota tujuan terbanyak bagi para penumpang kereta api selama H1 dan H2 Lebaran 2025. Tiga stasiun dengan jumlah penumpang keberangkatan dan kedatangan terbanyak di Daop 8 adalah Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, dan Stasiun Malang. Stasiun Surabaya Gubeng mencatat 7.141 penumpang naik dan 4.515 penumpang turun, sementara Stasiun Surabaya Pasarturi melayani 4.765 penumpang naik dan 5.482 penumpang turun. Stasiun Malang melayani 2.666 penumpang naik dan 2.958 penumpang turun.
Selain Yogyakarta, beberapa rute favorit lainnya selama periode H1 dan H2 Lebaran adalah Jakarta, Semarang, Solo, dan Madiun. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat dari dan menuju berbagai kota besar di Pulau Jawa selama periode Lebaran.
Adapun beberapa kereta api yang paling banyak dipilih masyarakat meliputi KA Pasundan Lebaran (Surabaya Gubeng - Bandung), KA Ambarawa Ekspres (Surabaya Pasarturi - Semarang Poncol), dan KA Sancaka (Surabaya Gubeng - Yogyakarta). Kepopuleran rute-rute ini menunjukkan preferensi masyarakat terhadap rute-rute yang menghubungkan kota-kota besar di Jawa.
Kinerja PT KAI Daop 8 Selama Angkutan Lebaran 2025
Sepanjang periode angkutan Lebaran 2025 yang berlangsung dari tanggal 21 Maret hingga 1 April, PT KAI Daop 8 telah melayani total 484.056 penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 264.200 penumpang naik dan 219.856 penumpang turun di berbagai stasiun yang berada di wilayah Daop 8. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode Lebaran sebelumnya, yang menandakan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.
PT KAI Daop 8 berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan prima agar perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman. Pihak KAI juga mengimbau para penumpang untuk memperhatikan jadwal keberangkatan, menjaga barang bawaan, dan mengikuti aturan yang berlaku demi kelancaran perjalanan bersama.
"Kami terus mengedepankan pelayanan prima agar perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman. Kami juga mengimbau penumpang untuk memperhatikan jadwal keberangkatan, menjaga barang bawaan, dan mengikuti aturan yang berlaku demi kelancaran bersama," ujar Luqman Arif.
Kesimpulan
Data jumlah penumpang kereta api di Daop 8 Surabaya selama Lebaran 2025 menunjukkan tren positif. Tingginya angka penumpang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan efisien, terutama selama periode libur Lebaran. Ke depannya, PT KAI Daop 8 diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas layanannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.