AHY Belum Tahu Rencana Pertemuan Prabowo-SBY-Megawati, Harap Bangsa Indonesia Tetap Bersatu
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku belum mengetahui rencana pertemuan Prabowo Subianto, SBY, dan Megawati Soekarnoputri, namun menekankan pentingnya persatuan bangsa dalam menghadapi tantangan.

Jakarta, 2 April 2024 (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan belum mengetahui adanya rencana pertemuan antara Presiden Joko Widodo, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Pernyataan ini disampaikan AHY usai menghadiri acara open house Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu.
"Belum, belum tahu saya," ungkap AHY singkat saat ditanya awak media mengenai isu pertemuan tersebut. Namun, ia memastikan bahwa ayahnya, SBY, telah bertemu dengan Prabowo Subianto pada hari raya Idul Fitri. Pertemuan tersebut terjadi di Istana Merdeka saat acara open house setelah salat Id.
"Yang jelas, Pak SBY dan Pak Prabowo sempat bersilaturahim di hari pertama lebaran setelah salat Id, open house di Istana," jelasnya. Meskipun belum mengetahui rencana pertemuan ketiga tokoh tersebut, AHY menekankan pentingnya silaturahmi dan hubungan baik antar pemimpin bangsa.
Pentingnya Silaturahmi Antar Pemimpin Bangsa
AHY menilai pertemuan para pemimpin bangsa akan membawa dampak positif bagi masyarakat. "Saya rasa adem ya, semua para pemimpin kita kalau bisa terus menjalin hubungan yang baik, terutama di hari bahagia seperti lebaran ini. Saya rasa akan memberikan energi positif untuk semua, untuk bangsa kita," ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa pertemuan yang dihadirinya di rumah Ahmad Muzani semata-mata untuk silaturahmi Idul Fitri.
"Silaturahmi, tentunya kami semua sama-sama ingin mensyukuri Idul Fitri tahun ini yang kita harapkan membawa keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat Indonesia," tuturnya. Pertemuan tersebut berlangsung santai, diselingi dengan jamuan makan bersama para tamu undangan.
Lebih lanjut, AHY berharap agar bangsa Indonesia tetap bersatu dan optimis dalam menghadapi tantangan di masa depan. "Sebagai bangsa tentu ada tantangan, tapi teruslah kita bersatu dalam energi positif dan prasangka yang baik untuk bangsanya sendiri, dan berikan kesempatan bagi pemimpin dan pemerintah baik pusat dan daerah untuk bekerja sebaik mungkin, walaupun ada keterbatasan," katanya.
Menjaga Persatuan Bangsa di Tengah Tantangan
AHY juga menambahkan pentingnya kritik yang membangun untuk kemajuan bangsa. "Itulah kebersamaan kita sebagai bangsa, kritik yang membangun itu diharapkan bisa membawa kita menjadi lebih baik." Pernyataan AHY ini menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika politik dan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai rencana pertemuan Prabowo, SBY, dan Megawati, pernyataan AHY menyoroti pentingnya komunikasi dan kerja sama antar pemimpin untuk menciptakan stabilitas dan kemajuan bangsa. Hal ini sejalan dengan harapan masyarakat akan terciptanya suasana kondusif dan penuh optimisme di tengah berbagai isu yang berkembang.
Pertemuan-pertemuan informal seperti open house Idul Fitri, meskipun tidak membahas isu politik secara eksplisit, dapat menjadi wadah penting untuk membangun hubungan baik dan saling pengertian antar tokoh penting di Indonesia. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas politik dan mendorong pembangunan nasional.