Arus Balik Lebaran: Mobil dan Motor Dominasi Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk
H+2 Lebaran, kendaraan roda empat dan sepeda motor terpantau mendominasi arus balik penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, dengan puncak arus balik diprediksi pada H+4 dan H+5.

Banyuwangi, 3 April 2025 - Arus balik Lebaran 2025 di penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada H+2 (Kamis, 3 April 2025) didominasi oleh kendaraan roda empat dan sepeda motor. Data ini menunjukkan preferensi pemudik untuk kembali lebih awal ke Bali guna menghindari kepadatan yang diperkirakan terjadi di puncak arus balik.
Sulastri, seorang pengendara sepeda motor asal Jember, mengungkapkan alasannya kembali lebih awal ke Bali bersama keluarganya. "Saya bersama keluarga lebih awal kembali ke Bali setelah berlebaran karena khawatir macet dan antre di pelabuhan, biasanya antrean dan padat pada H+5 dan H+6 hari raya," katanya. Keputusan ini juga didorong oleh kebutuhan untuk kembali bekerja di Denpasar.
Senada dengan Sulastri, Armito, seorang penumpang feri asal Bondowoso, juga memilih kembali lebih awal bersama rombongan temannya. Mereka menyewa mobil dan sepakat untuk berangkat setelah dua hari Lebaran untuk menghindari kemacetan dan melanjutkan aktivitas kerja di Bali. Keputusan untuk kembali lebih awal ini menjadi gambaran strategi pemudik dalam mengantisipasi kepadatan arus balik.
Puncak Arus Balik Diprediksi H+4 dan H+5
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang-Gilimanuk, Yani Andriyanto, memprediksi puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada tanggal 5 dan 6 April 2025 (H+4 dan H+5). "Memang sejak Rabu (2/4) atau H+1 Lebaran pengguna jasa dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk terjadi peningkatan signifikan dan prediksi kami tanggal 5 dan 6 April mendatang puncak arus balik," jelasnya. Pernyataan ini menunjukkan adanya antisipasi dari pihak ASDP dalam menghadapi lonjakan jumlah penumpang.
Peningkatan signifikan jumlah penumpang telah tercatat pada H+1 Lebaran. Data PT ASDP Cabang Ketapang-Gilimanuk mencatat sebanyak 43.765 orang penumpang menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk pada Rabu, 2 April 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa dan menjadi indikator awal dari dimulainya arus balik Lebaran.
Antisipasi terhadap puncak arus balik ini penting untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik. Langkah-langkah antisipatif dari pihak ASDP dan instansi terkait sangat diperlukan untuk mengelola arus lalu lintas dan memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jasa penyeberangan.
Strategi Pemudik Menghadapi Arus Balik
Keputusan Sulastri dan Armito untuk kembali lebih awal mencerminkan strategi pemudik dalam menghadapi potensi kepadatan arus balik. Mereka memilih untuk menghindari kemacetan dan antrean panjang di pelabuhan dengan mempercepat waktu kepulangan. Hal ini menunjukkan kesadaran pemudik akan potensi masalah yang mungkin terjadi selama puncak arus balik Lebaran.
Selain itu, faktor pekerjaan juga menjadi pertimbangan utama bagi para pemudik untuk kembali lebih cepat. Kebutuhan untuk segera kembali bekerja di Bali mendorong mereka untuk mengatur waktu perjalanan agar tidak mengganggu aktivitas pekerjaan. Faktor ini menunjukkan bahwa arus balik Lebaran tidak hanya dipengaruhi oleh faktor liburan, tetapi juga oleh faktor ekonomi dan pekerjaan.
Dengan mempertimbangkan prediksi puncak arus balik dan strategi pemudik seperti yang telah dijelaskan, diharapkan pihak terkait dapat lebih siap dalam mengantisipasi dan melayani para pemudik dengan maksimal. Perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik sangat penting untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran.
Data yang ada menunjukkan bahwa arus balik Lebaran tahun ini telah dimulai dengan peningkatan jumlah penumpang sejak H+1. Antisipasi terhadap puncak arus balik pada H+4 dan H+5 sangat penting untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para pemudik dalam perjalanan pulang mereka.