Antisipasi Kemacetan, Pemudik Memilih Pulang Lebih Awal
Menghindari kemacetan arus balik Lebaran, sejumlah pemudik memilih pulang lebih awal, seperti yang dilakukan Sri yang tiba di Jakarta lebih cepat dari perkiraan.

Jakarta, 4 April 2025 (ANTARA) - Untuk menghindari potensi kemacetan arus balik Lebaran 1446 Hijriah, sejumlah pemudik memilih untuk pulang lebih awal. Salah satu contohnya adalah Sri, seorang pedagang asal Klender, Jakarta Timur, yang telah tiba di Jakarta lebih cepat dari perkiraan.
Sri melakukan perjalanan dari Brebes, Jawa Tengah, menggunakan bus umum pada Jumat, 4 April 2025. Perjalanan yang biasanya memakan waktu berjam-jam, kali ini berjalan lancar. Ia berangkat dari Brebes pukul 07.00 WIB dan tiba di Terminal Terpadu Pulo Gebang pukul 13.00 WIB. Hal ini menunjukkan waktu tempuh yang relatif normal, sekitar enam jam.
Kepada ANTARA, Sri mengungkapkan, "Tadi lancar, Alhamdulillah tidak macet." Ia memilih pulang lebih awal karena harus kembali berdagang. Perjalanan tersebut ia tempuh bersama suaminya. Keputusan untuk pulang lebih awal ini merupakan strategi untuk menghindari potensi kepadatan lalu lintas yang diperkirakan terjadi pada puncak arus balik.
Arus Balik Lebaran Diprediksi Puncaknya Akhir Pekan
Otoritas Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang memprediksi puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada akhir pekan, Sabtu hingga Senin, 5-7 April 2025. "Prediksi kita mungkin di 5, 6, 7 (April), ya, malam Sabtu mungkin hingga malam Senin," kata Pengawas Operasional Terminal Terpadu Pulogebang, Mujib Tambrin.
Prediksi ini didasarkan pada data arus mudik tahun lalu dan tahun ini. Pada tahun lalu, total pemudik yang berangkat dari Terminal Pulo Gebang dari H-7 hingga H-2 mencapai 26.369 orang. Sementara itu, pada periode yang sama tahun ini, jumlah pemudik meningkat menjadi 28.700 orang. Peningkatan jumlah pemudik ini menjadi salah satu faktor yang memperkuat prediksi puncak arus balik pada akhir pekan.
Antisipasi terhadap peningkatan jumlah pemudik dan potensi kemacetan menjadi perhatian serius pihak berwenang. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran, termasuk dengan memberikan informasi dan imbauan kepada masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik.
Strategi Antisipasi Kemacetan
Keputusan Sri untuk pulang lebih awal merupakan salah satu contoh strategi yang efektif untuk menghindari kemacetan. Dengan pulang lebih awal, pemudik dapat menghindari kepadatan lalu lintas yang biasanya terjadi pada puncak arus balik. Selain itu, pulang lebih awal juga memberikan fleksibilitas waktu bagi pemudik untuk melakukan aktivitas lain setelah tiba di tempat tujuan.
Strategi lain yang dapat dilakukan pemudik untuk menghindari kemacetan adalah dengan memilih moda transportasi alternatif, seperti kereta api. Kereta api umumnya menawarkan perjalanan yang lebih nyaman dan terhindar dari kemacetan jalan raya. Selain itu, pemudik juga dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi navigasi.
Perencanaan perjalanan yang matang sangat penting untuk menghindari kemacetan. Pemudik disarankan untuk mengecek kondisi lalu lintas sebelum berangkat dan mempersiapkan alternatif rute perjalanan jika terjadi kemacetan. Dengan demikian, perjalanan arus balik Lebaran dapat lebih lancar dan nyaman.
Kesimpulannya, meningkatnya jumlah pemudik tahun ini dibandingkan tahun lalu menunjukkan perlunya antisipasi yang lebih matang dalam menghadapi arus balik Lebaran. Keputusan sejumlah pemudik untuk pulang lebih awal menjadi bukti efektifitas strategi menghindari kemacetan. Perencanaan yang matang dan pemanfaatan informasi lalu lintas terkini sangat penting untuk memastikan perjalanan arus balik yang aman dan nyaman bagi seluruh pemudik.