Banjir Prabumulih Rendam 169 KK, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Banjir akibat meluapnya Sungai Kelekar di Prabumulih, Sumatera Selatan merendam 169 kepala keluarga di Kelurahan Sukaraja, namun BPBD memastikan tidak ada korban jiwa.

Banjir yang melanda Kelurahan Sukaraja, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, pada Minggu lalu telah merendam rumah-rumah milik 169 kepala keluarga (KK). Bencana alam ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mengakibatkan Sungai Kelekar meluap. Kejadian ini terjadi di Kelurahan Sukaraja, Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan, dan telah ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Air menggenangi rumah warga hingga setinggi 50 sentimeter, atau sebatas paha orang dewasa. Beruntung, berdasarkan laporan Kepala BPBD Prabumulih, Sriyono, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan. Tim BPBD langsung bergerak cepat menuju lokasi bencana untuk memberikan bantuan dan memastikan keselamatan warga yang terdampak.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian ini. Kami langsung menuju lokasi saat banjir terjadi untuk membantu warga yang terdampak," ungkap Sriyono dalam keterangannya pada Senin lalu.
Sungai Kelekar Meluap Akibat Hujan Deras
Sriyono menjelaskan bahwa banjir yang melanda Kelurahan Sukaraja disebabkan oleh tingginya curah hujan beberapa hari terakhir. Hujan deras mengakibatkan Sungai Kelekar meluap dan air menggenangi pemukiman warga. Genangan air mulai surut pada Minggu sore, dan saat ini kondisi di lokasi telah kembali normal.
Warga terdampak kini tengah membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa lumpur dan kotoran yang terbawa arus banjir. Proses pembersihan ini membutuhkan waktu dan kerja keras dari warga setempat, dibantu juga oleh tim BPBD jika diperlukan.
Meskipun genangan air telah surut, BPBD Prabumulih tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Hal ini mengingat potensi terjadinya banjir masih cukup tinggi selama musim hujan masih berlangsung.
Imbauan Waspada dan Kebersihan Lingkungan
BPBD Prabumulih menekankan pentingnya kewaspadaan warga terhadap potensi banjir susulan. Sriyono menambahkan, "Kami mengimbau warga untuk tetap waspada. Mengingat saat ini masih musim hujan, risiko banjir masih ada." Selain kewaspadaan, BPBD juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air, sangat penting untuk mencegah terjadinya banjir. Saluran air yang tersumbat akan memperparah genangan air saat hujan deras. Oleh karena itu, upaya bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah preventif yang efektif untuk meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.
BPBD Prabumulih terus memantau situasi dan siap memberikan bantuan jika diperlukan. Mereka juga akan terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya banjir.
Kejadian banjir ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Masyarakat diharapkan untuk selalu waspada dan mengikuti imbauan dari pihak berwenang untuk meminimalisir dampak negatif dari bencana alam.