Begal Tewas Kecelakaan Usai Kejar-kejaran dengan Korban di Banjarbaru
Seorang pelaku begal tewas setelah menabrak bangku beton saat dikejar warga di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, usai gagal merampas tas seorang mahasiswi.

Seorang pelaku begal meregang nyawa setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam bangku beton di Jalan Guntung Damar, Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kejadian nahas ini terjadi pada Rabu malam, 4 April 2024, sekitar pukul 22.00 WITA, setelah pelaku berusaha merampas tas milik seorang mahasiswi, Kalista Aqilla Ajeng Rahayu (18), asal Banjarmasin.
Kapolsek Liang Anggang, Kompol Imam Suryana, menjelaskan kronologi kejadian. Berawal dari korban yang merasa dikuntit oleh pelaku, korban pun memacu kendaraannya. Pelaku yang berusaha merampas tas korban hingga talinya putus, gagal dan melarikan diri setelah aksinya diketahui korban. Dalam upaya pelariannya, pelaku kehilangan kendali dan menabrak bangku beton di depan sebuah tempat ibadah.
Akibat benturan keras tersebut, pelaku mengalami luka parah di bagian kepala belakang dan meninggal dunia di tempat kejadian. Petugas Polsek Liang Anggang tiba di lokasi sekitar pukul 23.45 WITA setelah menerima laporan dari warga. Saat ditemukan, pelaku dalam kondisi terlentang dengan pendarahan hebat di kepala. Identitas pelaku masih belum diketahui dan dinyatakan sebagai Mr. X karena tidak ditemukan identitas pada tubuhnya.
Pelaku Begal Tewas, Korban Selamat
Mahasiswi berusia 18 tahun, Kalista Aqilla Ajeng Rahayu, menjadi korban percobaan perampasan tas oleh pelaku begal. Ia berhasil selamat setelah meminta pertolongan kepada warga sekitar saat pelaku berusaha merampas tasnya. Kejadian ini terjadi saat Kalista pulang dari kampus. Beruntung, korban berhasil menghindar dari aksi begal tersebut, meski tasnya mengalami kerusakan.
Setelah kejadian, pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Xabre hitam tanpa pelat nomor, sepasang sandal biru merek Dua Kaki, dan potongan tali tas hitam. Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap jenazah pelaku di RSD Idaman Banjarbaru untuk memastikan penyebab kematian.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah pelaku dan memastikan penyebab kematiannya adalah trauma tumpul pada kepala akibat kecelakaan," ujar Kompol Imam. Jenazah pelaku masih berada di ruang mayat sambil menunggu identifikasi dari pihak keluarga.
Penyelidikan Terus Berlanjut
Meskipun pelaku telah meninggal dunia, pihak kepolisian dari Polsek Liang Anggang dan Polres Banjarbaru masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kompol Imam menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan orang lain dalam aksi percobaan perampasan tersebut. Polisi pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat bepergian di malam hari.
"Kami masih tetap melakukan pemeriksaan terhadap identitas pelaku dan tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan orang lain dalam aksi kriminalitas tersebut," tegas Kompol Imam. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menghindari jalan sepi dan melapor jika menemukan gangguan keamanan melalui aplikasi Cangkal atau call center 110.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap kejahatan jalanan. Kecepatan dan keberhasilan warga dalam mengejar pelaku patut diapresiasi, namun tetap penting untuk mengutamakan keselamatan diri sendiri saat berhadapan dengan pelaku kejahatan.
Berikut barang bukti yang telah diamankan pihak kepolisian:
- Satu unit sepeda motor Yamaha Xabre warna hitam tanpa nomor polisi
- Satu pasang sandal warna biru merek Dua Kaki
- Satu potongan tali tas warna hitam bekas tarikan
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu berhati-hati, terutama saat bepergian di malam hari. Laporkan segera setiap kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib.