Digitalisasi: Solusi Efisiensi Perbankan dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Indonesia
Amar Bank melihat digitalisasi sebagai solusi utama untuk meningkatkan efisiensi perbankan, memperluas akses keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di tengah tantangan ekonomi Indonesia.

Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, menyatakan bahwa digitalisasi menjadi kunci utama peningkatan efisiensi perbankan di Indonesia. Hal ini disampaikan di Jakarta pada Kamis, 20 Maret 2025, di tengah tekanan ekonomi yang ditandai dengan deflasi selama dua bulan berturut-turut dan penurunan populasi kelas menengah. Namun, peningkatan transaksi ekonomi digital sebesar 35,3 persen (yoy) pada Januari 2025 menunjukkan pergeseran perilaku masyarakat ke layanan keuangan digital.
Amar Bank, menyadari tantangan ekonomi tersebut, mempercepat inklusi keuangan dan mendukung transformasi sektor lain dalam ekosistem digital. Vishal menekankan potensi besar perbankan digital dalam memperluas akses keuangan, meningkatkan efisiensi, dan menjadi penggerak ekonomi digital Indonesia. Strategi inovatif diterapkan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap ketidakpastian ekonomi.
Pernyataan Vishal Tulsian tersebut didasari oleh data yang menunjukkan lemahnya daya beli masyarakat dan penurunan konsumsi nasional. Namun, peningkatan transaksi digital yang signifikan menunjukkan peluang besar bagi sektor perbankan digital untuk tumbuh dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia. Amar Bank pun mengambil langkah strategis untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Peningkatan Efisiensi Operasional dan Akses Keuangan UMKM
Salah satu langkah utama Amar Bank adalah meningkatkan efisiensi operasional melalui otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Robotic Process Automation (RPA). Teknologi ini mempercepat proses kredit, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan keamanan transaksi. Amar Bank juga menargetkan peningkatan akses keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Saat ini, porsi kredit UMKM di sektor perbankan baru mencapai 20 persen dari target 30 persen. Amar Bank melihat potensi besar ini dan berupaya menjembatani kesenjangan akses pembiayaan melalui platform pinjaman digital Tunaiku. Platform ini menawarkan akses pembiayaan yang lebih cepat dan mudah bagi UMKM.
Keamanan data juga menjadi prioritas utama. Investasi dalam infrastruktur digital seperti komputasi awan, integrasi API, dan sistem enkripsi tingkat tinggi dilakukan untuk memastikan keamanan transaksi nasabah. Hal ini menunjukkan komitmen Amar Bank terhadap kepercayaan dan kenyamanan para penggunanya.
Tren Meningkatnya Transaksi Digital di Indonesia
Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, mendukung pernyataan tersebut dengan data yang menunjukkan dominasi transaksi digital yang terus meningkat. Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan online banking dan aplikasi mobile, serta proyeksi peningkatan nilai pembayaran digital dan penyaluran pinjaman digital hingga tahun 2025.
Nailul Huda juga menekankan bahwa tren ini mencerminkan adopsi teknologi keuangan yang cepat. Meskipun potensi pembayaran digital di Indonesia masih sangat besar, dengan baru sekitar 30 persen masyarakat yang beradaptasi, hal ini menunjukkan ruang pertumbuhan layanan keuangan digital yang masih sangat luas. Perbankan digital, menurutnya, menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dengan mempercepat akses keuangan.
Nailul Huda juga menyoroti pentingnya regulasi yang adaptif, pengamanan data yang ketat, dan edukasi nasabah untuk memastikan keberlanjutan dan inovasi sektor perbankan digital. Hal ini merupakan langkah penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan dan inklusif.
Kesimpulannya, digitalisasi terbukti menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi perbankan dan memperluas akses keuangan di Indonesia. Amar Bank, dengan strategi inovatif dan komitmen terhadap keamanan data, berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif melalui layanan perbankan digitalnya. Tren positif ini menunjukkan potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan.