Festival Jajanan Indonesia di Melbourne Sukses Besar, Luncurkan Platform Database Kuliner
Festival Jajanan Indonesia (ISFF) 2025 di Melbourne sukses besar dengan lebih dari 25.000 pengunjung dan meluncurkan platform Taste of Indonesia, sebuah database restoran Indonesia di Australia.

Festival Jajanan Indonesia (ISFF) 2025 yang diselenggarakan di pasar tradisional Queen Victoria Market, Melbourne, Australia, telah sukses besar. Acara yang berlangsung pada tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua dan berhasil menarik lebih dari 25.000 pengunjung. Festival ini tidak hanya menyajikan beragam kuliner Indonesia, tetapi juga meluncurkan platform digital baru bernama Taste of Indonesia, sebuah database restoran Indonesia di Australia. Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Asosiasi Kuliner Indonesia Victoria (ICAV), KJRI Melbourne, dan KBRI Australia.
ISFF 2025, yang merupakan bagian dari Melbourne Food and Wine Festival (MFWF) 2025, menampilkan 20 stan yang menawarkan berbagai hidangan khas Indonesia, mulai dari makanan tradisional hingga kreasi modern. Keberhasilan festival ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat Melbourne terhadap kuliner Indonesia, tidak hanya dari diaspora Indonesia, tetapi juga masyarakat lokal Australia dan komunitas pelajar.
Pembukaan resmi festival dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono. Kehadirannya semakin menegaskan komitmen Indonesia dalam mempromosikan kulinernya di kancah internasional. Selain hidangan lezat, festival ini juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan budaya dan demonstrasi memasak, serta pameran produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Indonesia. Hal ini memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia untuk memperluas pasarnya di Australia.
Platform Taste of Indonesia: Jembatan Kuliner Indonesia-Australia
Salah satu pencapaian penting ISFF 2025 adalah peluncuran platform Taste of Indonesia (www.tasteofindonesia.com.au). Platform ini berfungsi sebagai database restoran Indonesia di Australia, memudahkan masyarakat lokal untuk menemukan dan menikmati masakan Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas kuliner Indonesia di Australia.
Ketua ICAV, Heri Febriyanto, mengungkapkan rasa gembiranya atas antusiasme masyarakat Melbourne terhadap makanan Indonesia. "Melihat antusiasme masyarakat Melbourne terhadap makanan Indonesia sangat menggembirakan. Harapan kami, festival yang menjadi agenda tahunan ini akan semakin memperkenalkan kuliner Indonesia tidak hanya kepada diaspora tetapi seluruh masyarakat Australia," ujarnya.
Platform Taste of Indonesia dirancang untuk menjadi sumber informasi yang komprehensif bagi pecinta kuliner Indonesia di Australia. Informasi yang tersedia meliputi lokasi restoran, menu, jam operasional, dan kontak. Dengan demikian, platform ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pecinta kuliner dengan restoran Indonesia di Australia.
Kehadiran platform ini juga selaras dengan upaya pemerintah Indonesia dalam mempromosikan UMKM Indonesia di pasar internasional. Melalui kemudahan akses informasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Australia yang dapat menikmati cita rasa kuliner Indonesia.
UMKM Indonesia: Merambah Pasar Australia
ISFF 2025 tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner, tetapi juga menjadi kesempatan bagi UMKM Indonesia untuk memperluas pasarnya di Australia. Festival ini menjadi implementasi nyata dari program UMKM BISA Ekspor melalui business matching yang dilakukan bersama Atase Perdagangan Canberra.
Dengan adanya kesempatan untuk berjejaring dan berinteraksi langsung dengan konsumen potensial, UMKM Indonesia dapat meningkatkan visibilitas produknya dan mendapatkan peluang bisnis baru di Australia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM.
Partisipasi UMKM Indonesia di ISFF 2025 menunjukkan komitmen pemerintah dan pelaku usaha dalam memperkenalkan produk-produk Indonesia ke pasar internasional. Keberhasilan festival ini diharapkan dapat menginspirasi UMKM lain untuk mengikuti jejaknya dan memperluas pasar ekspor mereka.
Selain itu, kehadiran INSEAA (Indonesia Student Exporter Association in Australia) juga turut meramaikan festival ini. Partisipasi mereka menunjukkan semangat generasi muda Indonesia dalam mempromosikan produk-produk Indonesia di Australia.
Secara keseluruhan, ISFF 2025 di Melbourne telah menjadi ajang yang sukses dalam mempromosikan kuliner dan UMKM Indonesia di Australia. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan kebudayaan antara Indonesia dan Australia.
Festival ini juga berhasil mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari diaspora Indonesia, masyarakat lokal Australia, hingga komunitas pelajar. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai budaya dan komunitas.