HUT ke-80 RI: Mengenang Delapan Dekade Kemerdekaan, Ibas Ajak Bersatu untuk Indonesia Maju
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono menyerukan persatuan dan perjuangan pada momen HUT ke-80 RI, menekankan pendidikan, kesehatan, dan kemandirian pangan sebagai fondasi kemajuan bangsa.

Pada momen bersejarah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas, menyampaikan ajakan penting kepada seluruh elemen bangsa. Ia menyerukan agar seluruh pihak dapat bertumbuh, bersatu, dan berjuang bersama demi memajukan Indonesia di kancah global. Pesan ini disampaikan di Jakarta pada Minggu, bertepatan dengan perayaan kemerdekaan yang telah mencapai delapan dekade.
Ibas secara khusus menyoroti tiga pilar utama yang dianggap krusial sebagai fondasi untuk mewujudkan keadilan, kemakmuran, dan martabat bangsa di mata dunia. Pilar-pilar tersebut meliputi peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan layanan kesehatan, serta pencapaian kemandirian di sektor pangan dan energi. Menurutnya, ketiga aspek ini adalah kunci untuk melangkah maju dan mencapai cita-cita kemerdekaan.
Peringatan hari kemerdekaan, tegas Ibas, bukanlah sekadar seremoni tahunan yang bersifat formalitas semata. Lebih dari itu, ia menggarisbawahi bahwa momen ini merupakan amanah besar bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus bergerak maju dan berinovasi sebagai sebuah bangsa yang berdaulat. Semangat gotong royong harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan untuk mencapai tujuan bersama.
Fondasi Kemajuan Bangsa: Pendidikan dan Kemandirian
Dalam keterangannya, Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan komitmen untuk melangkah maju demi perbaikan signifikan di sektor pendidikan dan kesehatan. Peningkatan akses dan kualitas di kedua bidang ini menjadi prioritas utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan masyarakat yang sehat. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia yang ingin bersaing secara global.
Selain itu, Ibas juga menekankan pentingnya penciptaan kemandirian pangan dan energi sebagai prasyarat utama bagi persatuan dan kemakmuran bangsa. Kedaulatan di sektor-sektor strategis ini akan memastikan stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional. Dengan demikian, Indonesia dapat berdiri kokoh dan tidak bergantung pada pihak asing.
Pesan ini juga menggarisbawahi bahwa upaya menciptakan akses pendidikan dan layanan kesehatan yang merata harus terus diupayakan. Penguatan sektor strategis seperti pangan dan energi akan menjadikan Indonesia semakin berdaulat. Ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat.
Semangat Perayaan dan Tema Nasional
Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 mengusung tema yang sarat makna, yaitu "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju". Tema ini secara gamblang mencerminkan semangat kebangsaan yang harus terus dijaga dan diperkuat sebagai fondasi utama untuk melangkah ke masa depan yang lebih cerah. Ini adalah cerminan dari harapan dan cita-cita seluruh rakyat Indonesia.
Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Acara kenegaraan ini diselenggarakan di Istana Merdeka, Jakarta, menjadi puncak dari rangkaian perayaan kemerdekaan. Kehadiran Presiden menunjukkan komitmen negara dalam menjaga dan menghormati nilai-nilai kemerdekaan.
Berbagai kegiatan turut memeriahkan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada hari Minggu. Kegiatan tersebut meliputi Kirab Bendera Sang Merah Putih dan Teks Proklamasi, yang menjadi simbol kebanggaan nasional. Selain itu, Pesta Rakyat dan Karnaval Bersatu Kemerdekaan juga diselenggarakan untuk melibatkan partisipasi masyarakat luas dalam merayakan hari bersejarah ini.