Industri Air Minum Kemasan Kalsel Wajib Patuhi SNI, Disperin Gelar Bimtek
Dinas Perindustrian Kalsel tegaskan industri air minum kemasan wajib patuhi SNI dan Permenperin Nomor 62 Tahun 2024 guna memastikan keamanan, kesehatan, dan keselamatan konsumen serta daya saing produk.

Banjarmasin, 24 Februari 2024 (ANTARA) - Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmennya dalam mengawal kualitas industri air minum kemasan dengan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Disperin Kalsel, Abdul Rahim, dalam sebuah pernyataan resmi di Banjarmasin pada Senin lalu. Pernyataan tersebut sekaligus menandai langkah signifikan pemerintah daerah dalam memastikan keamanan dan kualitas produk air minum kemasan yang dikonsumsi masyarakat.
Pernyataan tersebut juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 62 Tahun 2024. Menurut Abdul Rahim, peraturan ini merupakan langkah krusial untuk memperkuat sektor industri air minum kemasan di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalsel. Ia menambahkan bahwa peraturan ini bertujuan untuk menjamin kualitas dan keamanan produk air minum kemasan yang beredar di pasaran.
Lebih lanjut, Abdul Rahim menjelaskan bahwa peraturan ini merupakan babak baru yang penting bagi industri air minum kemasan di Kalsel. Tujuan utamanya adalah memastikan setiap produk yang dihasilkan aman dan berkualitas, sehingga melindungi kesehatan dan keselamatan konsumen. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
Sosialisasi dan Bimbingan Teknis
Sebagai upaya untuk menyosialisasikan regulasi tersebut dan memastikan setiap perusahaan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan, Disperin Provinsi Kalsel menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek). Bimtek ini diwajibkan diikuti oleh seluruh perusahaan industri air minum kemasan di Kalsel. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang peraturan yang berlaku dan memastikan setiap produk yang beredar telah memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan keselamatan yang telah ditetapkan.
Bimtek ini dihadiri oleh berbagai pelaku industri air minum kemasan di Kalsel, serta para pemangku kepentingan lainnya yang berperan penting dalam pengembangan industri ini. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk air minum kemasan Kalsel di pasar nasional.
Melalui bimtek ini, diharapkan para pelaku industri dapat memahami secara detail persyaratan dan prosedur yang harus dipenuhi untuk mendapatkan sertifikasi SNI. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta persaingan usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Pentingnya Kepatuhan terhadap SNI
Abdul Rahim menegaskan bahwa kepatuhan terhadap SNI bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing produk air minum kemasan Kalsel. Dengan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan, produk-produk tersebut akan lebih mudah diterima di pasar, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Selain itu, kepatuhan terhadap SNI juga penting untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Proses produksi yang sesuai dengan standar akan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengembangkan industri yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Provinsi Kalsel yang memiliki sumber daya air yang melimpah, menurut Abdul Rahim, harus dikelola dengan bijaksana. Pengelolaan yang baik, mulai dari sumber air hingga pengolahannya, merupakan kunci keberhasilan industri air minum kemasan di Kalsel. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap SNI menjadi sangat penting untuk memastikan kualitas air yang dihasilkan.
Tidak ada toleransi bagi industri air minum kemasan di Kalsel yang mengabaikan standar kelayakan air kemasan. Semua perusahaan wajib mematuhi peraturan yang berlaku untuk menjamin keamanan, kesehatan, dan keselamatan konsumen.
Kesimpulan
Dengan ditekankannya kepatuhan terhadap SNI dan Permenperin Nomor 62 Tahun 2024, Disperin Kalsel menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengawal kualitas industri air minum kemasan di daerahnya. Bimtek yang diselenggarakan merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh pelaku industri memahami dan menerapkan standar yang telah ditetapkan, demi keamanan dan kesehatan konsumen serta daya saing produk di pasar.